Profil Paus Fransiskus yang Meninggal di Usia 88 Tahun

Tifani
Oleh Tifani
22 April 2025, 11:31
Profil Paus Fransiskus
Antara
Paus Fransiskus
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kabar duka menyelimuti umat Katolik sedunia. Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, wafat di usia 88 tahun pada Senin pagi (21/4/2025), waktu Vatikan.

Paus Fransiskus wafat setelah beberapa minggu terakhir berjuang melawan pneumonia ganda. Sebuah kondisi medis serius yang menginfeksi kedua paru-paru sekaligus.

Paus Fransiskus adalah Paus Gereja Katolik ke-266 yang terpilih pada Konklaf Kepausan 2013. Sebelumnya, Paus berkebangsaan Argentina ini merupakan Uskup Agung Buenos Aires.

Untuk mengenal lebih lanjut tentang siapa pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan, berikut profil Paus Fransiskus secara lengkap.

Profil Paus Fransiskus

Foto Terbaik 2024
Paus Fransiskus (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.)

Melansir laman resmi Vatikan, Paus Fransiskus memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio. Ia lahir di Buenos Aires pada tanggal 17 Desember 1936.

Ayahnya, Mario adalah seorang imigran Italia yang bekerja sebagai akuntan di perkeretaapian. Ibunya, Regina Sivori adalah seorang istri yang berdedikasi tinggi membesarkan kelima anak mereka.

Jorge anak sulung dari lima bersaudara dalam keluarga imigran Italia. Ternyata Jorge Bergoglio kecil dikenal bandel bahkan mendapat julukan 'setan kecil' dari guru dan suster yang mendidiknya.

Jorge Bergoglio kecil bersekolah di SD De la Misericordia, Buenos Aires. Pada masa Sekolah Dasar itu, ia kerap dihukum, mulai dari harus naik-turun tangga sekolah hingga dihukum untuk membaca tabel perkalian dengan keras-keras.

Sejak kecil Bergoglio diajari disiplin dan kerja keras. Ia selalu mencuci piringnya sendiri dan tidak pernah menyisakan makanan.

Bergoglio muda seorang pribadi yang tekun belajar dan fasih berbahasa Italia dan Spanyol. Jorge Bergoglio juga sangat dipengaruhi oleh kecintaannya pada sains, ia belajar melihat ide dengan lebih rasional dan objektivitas.

Setelah lulus sebagai teknisi kimia, Paus Fransiskus memilih jalan imamat dengan masuk Seminari Tinggi Keuskupan Villa Devoto. Pada 11 Maret 1958, ia masuk novisiat Serikat Yesus.

Paus Fransiskus muda menyelesaikan studinya di bidang humaniora di Chili dan kembali ke Argentina pada tahun 1963 untuk lulus dengan gelar sarjana filsafat dari Colegio de San José di San Miguel. Dari tahun 1964 sampai 1965, Paus Fransiskus mengajar sastra dan psikologi di Immaculate Conception College di Santa Fé.

Pada tahun 1966 mengajar mata pelajaran yang sama di Colegio del Salvatore di Buenos Aires. Di tahun 1967 sampai 1970, ia belajar teologi dan memperoleh gelar dari Colegio de San José.

Paus Fransiskus ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Agung Ramón José Castellano pada 13 Desember 1969. Ia melanjutkan pendidikannya di tahun 1970 dan 1971 di Universitas Alcala de Henares, Spanyol, dan pada 22 April 1973 mengikrarkan kaul kekalnya bersama para Yesuit.

Pada 31 Juli 1973, Paus Fransiskus diangkat sebagai Provinsial Serikat Yesus di Argentina. Ia pun melanjutkan karyanya di sektor universitas sebagai Rektor Colegio de San José dari tahun 1980 hingga 1986, juga sebagai pastor paroki di San Miguel.

Pada Maret 1986, ia pergi ke Jerman untuk menyelesaikan tesis doktoralnya. Lalu pada 20 Mei 1992, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Paus Fransiskus sebagai Uskup Tituler Auca dan Uskup Pembantu Buenos Aires.

Pada 27 Mei 1992, ia pun menerima penahbisan uskup dari Kardinal di katedral. Pada 21 Desember 1993 dipercayakan sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Agung.

Profil Paus Fransiskus: Uskup Agung Buenos Aires

Paus Fransiskus kunjungi Gereja Katedral Jakarta
Paus Fransiskus kunjungi Gereja Katedral Jakarta (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/Ak/tom)

Pada 3 Juni 1997, Paus Fransiskus diangkat menjadi Uskup Agung Buenos Aires. Belum genap sembilan bulan berlalu ketika, setelah kematian Kardinal Quarracino, ia menggantikannya pada 28 Februari 1998, sebagai Uskup Agung, Primat Argentina dan Ordinaris bagi umat ritus Timur di Argentina yang tidak memiliki Ordinaris dalam ritusnya sendiri.

Tiga tahun kemudian pada Konsistori 21 Februari 2001, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya sebagai Kardinal, dan memberinya gelar San Roberto Bellarmino. Pada Oktober 2001, Paus Fransiskus ditunjuk sebagai Relator Umum untuk Sidang Umum Biasa ke-10 Sinode Para Uskup untuk Pelayanan Episkopal.

Profil Paus Fransiskus: Paus Gereja Katolik ke-266

Pada April 2005, Paus Fransiskus ikut serta dalam Konklaf yang memilih Paus Benediktus XVI. Kemudian ia barulah terpilih sebagai Paus Gereja Katolik Tertinggi Dunia pada Konklaf Kepausan tanggal 13 Maret 2013.

Paus Fransiskus menjadi Paus Gereja Katolik ke-266 dan Paus pertama dari benua Amerika Latin. Ia dikenal sebagai sosok pembaru yang gigih, meski tak jarang menghadapi resistensi dari dalam institusi Gereja itu sendiri.

Demikian ulasan mengenai profil Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan