15 Puisi Hari Pendidikan Nasional 2025 yang Menyentuh dan Penuh Makna
Tepat pada hari ini, Jumat (2/5/2025), seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas untuk mengenang perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam bidang pendidikan.
Tidak hanya itu, Hardiknas juga diperingati untuk merefleksikan kembali pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional, termasuk dengan membagikan karya sastra seperti puisi di media sosial.
Berikut di bawah ini kumpulan puisi Hari Pendidikan Nasional 2025 yang bisa dijadikan sebagai inspirasi.
Puisi Hari Pendidikan Nasional 2025
Berikut ini 15 puisi dari berbagai sumber sebagai inspirasi bila ingin membuat karya sastra ini untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional 2025.
1. Pahlawan Selanjutnya
Karya: Ardaradja Kusuma B
Pattimura mempertajam pedang sebelum bertarung
Kita mempertajam pensil untuk bersiap belajar
Diponegoro bersiap dengan memperkuat pertahanan pasukannya
Kita juga akan membaca buku untuk bersiap di masa depan
Perjuangan pahlawan hebat masih ada
Api semangat diturunkan ke kita kawula muda
Untuk belajar dan menambah pengetahuan
Meneruskan perjuangan mereka melalui ilmu
Jangan berkecil hati dan semangat
Karena perjuangan kita pun sama hebatnya
Teruslah haus akan ilmu dan lapar akan fakta
Dengan itulah kita menjadi pahlawan selanjutnya
(Sumber: Buku Pijar: Antologi Puisi Pendidikan oleh Universitas Katolik Soegijapranata)
2. Ki Hajar Dewantara
Karya: Yuli Hendri
Kau pejuang pergerakan
Kau inspirator kemerdekaan
Bukan dengan senjata pedang atau tembakan
Di Taman Siswa semangat juang kau korbankan
Kau bagaikan pelita dalam kegelapan
Kau memerangi penjajahan dengan pendidikan
Di Taman Siswa benih kau semaikan
Berpihak pada anak sesuai kodrat alam dan kodrat zaman
Ki Hajar Dewantara
Kau berurat kawat dan berhati baja
Meskipun hujan, badai dan petir sahut-sahutan
Kau tegar, tekun, dan ulet sampai ditepian
Ki Hajar Dewantara
Maha Guru anak bangsa
Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani
Menumbuhkan karakter dan budi pekerti
Ki Hajar Dewantara
Kau bagaikan permata
Kau Pahlawan Pendidikan Indonesia
Namamu selalu bergelora bagaikan puspa bangsa
(Sumber: Buku Antologi Puisi Ku Kejar Mimpi Hingga Ke Ufuk Barat oleh Feni Legiani Rahmat, dkk.)
3. Matahari adalah Guruku
Karya: Shania Pandoh
Wahai guru
Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Aku ingin seperti dirimu, guru
Mencerdaskan generasi bangsa
Kau ibarat matahari bagiku
Selalu hadir mewarnai hariku
Memberikan sinarmu bagiku
Tanpa mendapat imbalan dariku
Guru, kau ibarat matahari
Mencerahkan langkah kakiku
Memberi ilmu pada diriku
untuk mencapai mimpi-mimpi
Guru, kau ibarat matahari bagiku
Kau bersinar terang bagiku
Memberi semangat bagiku
Untuk belajar menuntut ilmu.
(Sumber: Buku Pijar: Antologi Puisi Pendidikan oleh Universitas Katolik Soegijapranata)
4. Pena
Karya: Ade Lanuari Abdan Syakuro
Pena...
Kuikat ilmu dengannya
Kutulis kisah sejarah bersamanya
Pena...
Kugapai cita-cita dengannya
Tak lupa teriring doa dan usaha
Sebagai wujud penghambaanku pada sang pencipta
Pena...
Bersamanya, kutulis cerita cinta berbau surga
Agar manusia tak terjebak pada dunia yang fana
Tak jelas asalnya, tak jelas pula hasilnya
Pena...
Simbol peradaban dari zaman purba ke zaman aksara
Di mana manusia tak lagi menghambakan diri pada mitos yang tak jelas asalnya
Pena...
Dengannya, hidup manusia menjadi mulia
Lantaran mencari ilmu untuk kesejahteraan dunia
5. Pelita Ilmu
Di bawah langit biru terbentang,
tangan-tangan kecil menggenggam harapan,
di tiap huruf yang kita bimbingkan,
lahir impian yang menjulang.
Guru adalah cahaya di malam kelam,
menuntun langkah-langkah penuh dendam,
menjadi lentera di medan kelam,
membuka gerbang masa depan yang dalam.
Tak henti semangat mengalir deras,
di lorong-lorong ilmu yang luas,
setiap peluh jadi emas,
membentuk bangsa yang tangguh dan tegas.
Hari ini kami berdiri gagah,
mengenang jasa yang tak pernah lelah,
Hari Pendidikan, jiwa yang ramah,
mengukir masa depan penuh berkah.
6. Hariku Pendidikanku
Hari-hari menuntut ilmu
Berjibaku dengan buku
Demi menggapai masa depanku
Pendidikan diutamakan
Jangan hidup dalam kebidihan
Orang pintar sejahtera
Memajukan nusa bangsa
Membangun negara cara dengan akhlak mulia
Menguatkannya dengan pengetahuan
Untuk membangun Indonesia Raya
Negeri indah yang kucinta
8. Sekolahku
Karya: Sukarni SPd SD
Kisah penting bermula dari bangkumu
Yang terbaik melangkah melalui
tapak jalanmu
Gelak tawa maupun sendu yang hadir
Menjadi lembar pembuka tabir
Banyak teman di sekitar
Ada guru yang begitu sabar
Yang membimbing saat belajar
Agar pengetahuanku melebar
Kutekadkan hati tuk jadi nomor satu
Dalam segala kompetensi ilmu
Karena adalah harapanku
Tuk membahagiakan orang tuaku
Membanggakan guru
Menjunjung tinggi nama sekolahku
Tak ada jemu dalam menuntut ilmu
Jantungmu mendenyutkan cerita
Semangatmu mengucap cita - cita
Dan hadirmu menjadikan makna
Tak akan kusiakan waktu
Dengan bergumul pada hal yang tak perlu
Karena waktu tak sesingkat itu
Maka, ku tak kan mau menyesali
Dengan berbuat hal yang merugikan diri
Di sinilah kuhabiskan waktu
Tuk beride dan berguru
Bercanda riang dengan teman
Menjadi hal yang membahagiakan
Sekolahku ....kebanggaanku
(Sumber: Buku Kumpulan Puisi oleh Sukarni SPd SD)
9. Perpustakaan Sekolah
Karya: Dono Setiawan
Ramai waktunya istirahat
Teman-teman begitu semangat
Membaca buku di perpustakaan
Banyak koleksi buku bacaan
Ada tentang bunga
Ada tentang hewan mamalia
Banyak lagi buku-buku tersusun rapi
Perpustakaan begitu banyak koleksi
(Sumber: Buku 'Puisi Anak-Anak oleh Hendrik Eko Prasetiyo, dkk.)
10. Menggapai Impian
Karya: Ni Nengah Restari
Senyum terukir tipis
Menghias bibir yang manis
Langkah demi langkah berpijak
Mengejar angan yang bijak
Sejuta harapan kurengkuh
Laksa rintangan kutempuh
Laksa menuju kemenangan
Menggapai impian
Riang gembira jalan hidup
Hati ikhlas bahagia datang
Perjuangan dan doa penuh ikhlas
Bawa berkah yang berlimpah
11. Sang Penjaga Asa
Mereka menulis di buku kehidupan,
tentang mimpi dan keberanian,
dengan kesabaran tanpa balasan,
guru menjadi jantung peradaban.
Di pagi yang dingin mereka datang,
mengantar anak-anak menjemput terang,
dengan cerita, dengan bimbingan,
membuka pintu masa depan gemilang.
Tak ada kata cukup untuk jasa,
tak ada syair yang mampu membalas,
hanya doa dan semangat membara,
untuk pendidikan yang terus menyala.
Hari ini kami bersyukur sepenuh jiwa,
untuk ilmu yang membuka cakrawala,
Pendidikan Nasional, obor yang setia,
menuntun Indonesia menuju asa.
12. Semangat Anak Negeri
Semangat anak negeri
Dibangun hari ini
Di hari bersejarah bagi pendidikan bangsa Indonesia
Ilmu bermanfaat tak lekang oleh waktu
Para pendidik kami selalu mendampingi
Untuk meraih cita-cita
Dan masa depan kami
Kawan, ingatlah semua perjuangan
Pahlawan kita, guru kita, orang tua kita
Demi pendidikan kita setinggi langit
Lakukan yang terbaik maka
Masa depan cerah akan datang esok hari
13. Tempat penentu Masa Depanku
Karya: Nandria Dilla Resita
Kau adalah .....
Tempat yang selalu aku datangi
Tempat yang selalu membuatku senang
Dan tempat yang terkadang membuatku sedih
Karena kau adalah tempat untuk mengetahui kemampuanku yang belum tercapai
Sekolahku .....
Aku rela pergi pagi dan pulang sore demi untuk menimba ilmu kepadamu
Aku rela lelah untuk masa depanku
Oh sekolahku .....
Kau seperti tempat penghubung antara aku dan teman - temanku
Kau juga seperti rumah keduaku
Oh sekolahku .....
Tolonglah aku .....
Tampung aku agar aku bisa belajar dengan guru - guru
Yang juga Mendukungku untuk sukses di masa depan
Oh sekolahku .....
Bagiku kau adalah tempat penentu masa depanku
Dan kau adalah istanaku untuk menuju kesuksesan
(Sumber: Buku Sekolahku Istanaku Kumpulan Puisi Siswa SMPN 4 Surabaya)
14. Cinta Pendidikan
Pendidikan itu adalah cahaya
Yang menerangi setiap langkah hidup
Menuntun kita menuju cita-cita
Buku adalah sahabat sejati
Membuka wawasan dan pengetahuan
Membawa kita terbang lebih tinggi
Hari Pendidikan Nasional datang
Mengajak kita untuk terus belajar
Menjadi generasi penerus yang cerdas
15. Di Balik Papan Tulis
Di balik papan tulis yang berdebu,
terukir semangat tak pernah layu,
setiap huruf, setiap waktu,
membangun bangsa tanpa ragu.
Gemetar tangan tak jadi penghalang,
ketika ilmu mengalir tenang,
di ruang sempit penuh bimbang,
terbitlah harapan sepanjang zaman.
Hari ini bukan sekadar peringatan,
tapi janji untuk terus bertahan,
dalam deras hujan dan cobaan,
pendidikan tetap jadi andalan.
Terima kasih pada para pengajar,
yang hatinya tak pernah gentar,
mendekap masa depan yang besar,
dengan kasih yang tak pernah pudar.
Itulah 15 puisi Hari Pendidikan Nasional 2025 yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bila ingin membuatnya untuk merayakan salah satu peringatan penting ini.


