Belum tampak mendung merenung bumi
Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut
Terpaku ratap menatap jiwa-jiwa penuh rindu
Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu
Bulan tak ingin membawa tertawa manja
Kala waktu enggan berkawan pada hari
Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri
Terhapus awan gelap melahap habis langit
Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini
Hitam memang menang menyerang terang
Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari
Bersama untaian senandung salam alam pagi.
6. Mentari Pagi
Oleh: Ayu Amanda
Cahaya masuk menyapa hangat
Cerah tapi tak menyengat
Matahari mulai terang cut
Sendu yang tak merapat
Kicauan burung cantik
Menjadi hiasan musik
Pagi ini terasa menarik
Tak inginku terusik
Lembaran baru kan dimulai
Berjalan elok gemulai
Tak berharap terlerai
Ketabahan hati lagi ini terurai
7. Hutan Hujan Tropis
Hutan rimbun di suatu kawasan,
Bagai zamrud perhiasan,
Tampak indah kehijauan,
Berada di daerah perbatasan,
Berkas cahaya mentari tembus sedikit ke dalam,
Pepohonan rapat yang ada di alam,
Tampak rerumputan dan bunga sedap malam,
Keadaan gelap bagai malam,
Anggrek subur di hutan hujan tropis,
Menempel di sela batang pohon pakis,
Cabang rantingnya agak terkikis,
Bagai benalu yang mengiris-iris.
8. Dari Bentangan Langit
Dari bentangan langit yang semuIa
Kemarau itu datang kepadamu
Tumbuh perlahan
Berhembus amat panjang
Menyapu lautan
Mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan!
Mengekal tanah berbongkahan! Datang kepadamu
Ia, kemarau itu dari Tuhan, yang senantiasa diam dari tangan-Nya.
Dari tangan yang dingin dan tak menyapa yang senyap.
Yang tak menoleh barang sekejap.
9. Oh, Bumi
Oleh: Cut Amanda Azzahra
Makhluk hidup berkeliaran di sudut-sudut bumi
Air laut yang berwarna biru
Daratan yang berwarna hijau
Gedung-gedung pun menjulang tinggi
Sungguh indah dan besar bumi ini
Oh bumi...
Dunia telah berguncang
Memberi tahu kepada manusia bahwa kau telah rusak
Tetapi, kenapa bumi masih sanggup menahan ini
Oh bumi...
Bumi yang semakin rusak
Manusia tidak memikirkannya
Musibah-musibah yang menimpa
Kurasa itu mungkin balasan bumi
Terhadap apa yang dibuat manusia selama ini...
Oh bumi...
Aku berharap tuhan membukakan pintu hati manusia
Aku ingin melihat indahnya dunia ini
Alam yang damai
Mentari yang tersenyum
Yang kukenang di hati
Yang tak pernah kulupakan sampai akhir hayat nanti
10. Negeri Di Atas Awan
Ku lihat awan bak kapas menyelimuti alam nan sejuk
Dinginnnya udara serasa menusuk tulang rusuk ku
Aku terpaku, terpesona akan lukisan Ilahi nan mempesona
Mempesonakan untuk mengusik tiap celah alam-Mu
Bersyukur ku yang telah menikmati keindahan ciptaan-Mu
Terlihat nun jauh di bawah
Kerlap kerlip lampu menambah eksotik indahnya alam
Semakin ku terpesona akan kesyahduan suasana
Tak ku lewatkan juga pemandangan di atas langit
Gemerlap bintang gemintang saling berkedip lincah
Tak lupa ku hirup secangkir produk khas Dieng
Aroma wangi melati menambah gairah nikmatnya malam
Untuk terus memanjakan mata menikmati indah lukisan-Nya
Kota dengan sebutan negeri di atas awan
Dieng yang takkan terlupakan
11. Lautan Bumi Pertiwi
Terbentang luas alam negeriku
Puisi ini ku berikan cinta untukmu
Semilir angin di pesisir laut
Menyadarkan arti sebuah keanekaragaman
Rimpuh... kisahmu kini
Nestapa yang kian membuncah
Sadar bahwa usiamu kini sudah menua
Tapi hasrat... kau selalu di genggam
Pohon, danau, laut mulai mengobarkan industri alam yang baru
Mengisi cinta pada perolehan yang kelak tidak menjadi kekal
Nabastala berkata.
Bahwa bumi ini akan menjadi bumi yang kekal dan abadi
Dengan pancaran indah pesona Sang Ilahi
12. Bara Hati
Api membara karena dikipas
Panas menyengat hewan melata
Tambang dicari hutan dilibas
Hasilnya dibagi tidak merata
Kalau ingin melanglang buana
Jangan memandang fatamorgana
Lingkungan rusak dimana-mana
Kesadaran manusia hanya wacana
Kapal berlayar tanpa muatan
Diiringi music orkes simponi
Bumi merana kehabisan hutan
Tanam pohon hanya seremoni
Pasang tenda memakai pasak
Tenda dibangun untuk pajangan
Pemerintah sadari lingkungan rusak
Tanam pohon buru penghargaan
Hobinya bikin mainan sawah
Buat ngusir hama tanaman
Mobilnya sih mahal dan mewah,
Buang sampahnya kok Buang sampahnya kok sembarangan
13. Danau Buatan di Tengah Pabrik
Oleh: Ahmad Zaini
Pagi itu, ditemani cahaya mentari yang masih suci memancar ke bumi
Berdiri, ku menikmati pemandangan di tepi danau buatan, di tengah pabrik,
Yang dihiasi tembok-tembok pabrik menjulang tinggi..
Kontras dibuatnya...
Pohon-pohon rindang berdesakan di tepian lainnya, terlihat menari-nari bersama desiran angin
Burung-burung pun tak ketinggalan bernyanyi saling bersahutan..
Gelombang air merayap ke tepian, lembut terdengar bercikannya
Pantulan cahaya ke air mengenai pinggiran gedung pabrik. menambah keindahannya
Paparan cahaya mengenai dasaran air, indah kilauannya
Sejuk terasa menusuk batin ditemani suara desiran angin seraya bergesekan dengan dedaunan
Air kecoklatan nan tenang membawa kedamaian
Entah mengapa, serasa hanyut diriku terbawa suasana
Melamun jauh kubayangkan kebesaran-Nya
Meskipun hanya lewat sebuah Danau Buatan
14. Senja Yang Indah
Keemasan cahaya di cakrawala
Di ufuk barat saat hari mulai senja
Terbelalak mata saat memandangnya
Keindahan dari sang maha pencipta
Sang surya bersiap untuk tenggelam
Menjemput mesra ketenangan malam
Meneguk cahaya dalam-dalam
Menyempurnakan keindahan malam
Lembayung indah tampak kekuningan
Gradasi warna bagaikan lukisan
Di sudut langit yang tipis berawan
Hiasan terbesar sepanjang zaman
15. Lestari Alam, Lestari Jiwaku
Bising kota tak pernah tahu gemulai tanaman padi di pelosok negeri
Menghijau di kala muda, silau emas di kala panen
Kicau merdu sang pencuri kecil, tak pernah lelak menarik sebatang padi
Tiada palang kereta atau lampu lalu lintas di sini
Yang berjejer hanya pohon-pohon rindang tak bertuan
Gemuruh aliran sungai mengundang bermain di tengah terik mentari membakar kulit
Tiada sawah yang kosong
Dipenuhi armada penjaga, kaleng musik pengusir pencuri padi kecil
Jika lelah dengan segalanya
Datang saja kemari, alam ciptaan Tuhan
Pejamkan mata di rumah sawah tak berdinding
Dielus angin yang berhembus
Terjaga oleh alam yang lestari, menenangkan jiwa yang berisik
Itulah 15 puisi tentang alam yang indah dan menyejukkan hati yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bila ingin membuat puisi dengan tema serupa.


