10 Contoh Puisi Hari Kesaktian Pancasila 2025 yang Menyentuh dan Penuh Makna
Hari Kesaktian Pancasila merupakan salah satu peringatan di Indonesia yang dilaksanakan pada 1 Oktober setiap tahunnya. Ini merupakan momen penting dan bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenang peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI.
Tidak hanya itu, Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momen untuk mengenang kembali perjuangan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.
Peringatan ini umumnya diisi dengan kegiatan upacara bendera di sekolah, kantor pemerintahan, maupun instansi lainnya. Selain upacara bendera, berbagai kegiatan seperti lomba puisi juga biasanya dilakukan sebagai sarana untuk mengenang jasa pahlawan sekaligus untuk menyebarkan semangat patriotisme.
Berikut di bawah ini beberapa contoh puisi Hari Kesaktian Pancasila 2025 dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai inspirasi.
Contoh Puisi Hari Kesaktian Pancasila 2025
Berikut ini sepuluh contoh puisi yang bisa dijadikan inspirasi bila tertarik untuk berpartisipasi pada lomba yang diadakan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2025.
1. Kesaktian Pancasila
Karya: Ira Novita Situmorang
30 September mengukir sejarah pilu bagi bangsa ini
Menyisakan darah yang tertumpah untuk melawan pengkhianat negara
Para Jendral memberikan kesetiaannya pada negara, pada Indonesia
Sebagai bukti kecintaannya pada bangsa kita
Mereka melawan penganut komunisme
Yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila
Yang mencoba merebut kekuasaan negara
Yang mencoba mengambil alih negara
1 Oktober 1965
Indonesia menggaungkan saktinya Pancasila
Sebagai ideologi berbangsa dan bernegara
Mari kita jaga dan pertahankan Pancasila
Jangan sampai muda membiaskan makna Pancasila
Karena Pancasila bukti dari kesetiaan kita
Pada negara pada Indonesia
2. Guru Pancasila, Kita Indonesia
Karya: Nashita Zayn
Cerita ini tentang pulau-pulau
di sebuah negeri persumpahan bersuku-suku
Ikrar mengepal tangan, aku dan kamu
menyimpan aksara sama: kita keluarga
Bhineka Tunggal Ika
serasa sedarah sepelangi
sejiwa setanah sejantung
sepurnama segumam sepahit
sehati sesenyap sebeku
sekata semuram sesakit sepetaka
sesamudera selangit semerdeka
se-Sabang hingga se-Merauke
Mengarsip sila-sila pencatat sejarah leluhur
dalam persembahan dan persimbahan darah
Bela Indonesia!
Jangan biarkan dipecah belah, dijarah, dijajah
Merdeka itu lantang teriakkan:
"Bersatu kita kuat!"
3. Indonesia Jaya
Karya: Conny Azkia
Segala yang telah diperjuangkan pada masa itu
Akan kami jaga semampu kami
Dan akan kami kenang selalu perjuangan
Pada masa itu...
Dengan jasa dan pengorbanan para pahlawan
Yang rela gugur di medan peperangan
Dengan berkobarnya semangat perjuangan
Hingga membawa Indonesia pada kedamaian
Saktinya Pancasila atas dasar negara
Berpusakakan abadi nan jaya
Dengan rakyat yang adil nan sentosa
Seluruh angkasa raya menjelma Pancasila sakti Indonesia jaya
4. Warna Merah yang Berdarah
Karya: Arsy Ramadhan
Jika teringat kembali tentang kisah
Sebuah keadaan yang sedikit tak berarah
Sedikit membabi buta namun itu sejarah
Karena adanya percaya yang beda arah
Memberikan sebuah doa padanya yang tidak tercatat
Sebagai rasa kata yang tidak berkutat
Begitu katanya rasa sakit yang merambat
Namun jiwa tak bisa berbuat
Hari itu langit berwarna merah
Hari itu juga jiwa mulai tak berarah
Warna merah yang disebut dengan darah
Memberikan suatu cerita yang terkisah
5. Pancasila
Karya: Is'af Nur Insyiroh
Berkibar bendera... sebagai tanda selalu jaya
Ikrar dirimu sebagai jati diri bangsa Indonesia
Lantunan sila-silamu sebagai jiwa sebuah bangsa
Engkaulah dasar negara kesatuan Republik Indonesia.
Walau musuh selalu ingin merongrongmu
Tapi menyerah itu tak akan ada dalam riwayatmu
Musuhmu di mana-mana namun tak dapat menggantikanmu
Hingga kini berubah zaman kau masih menang selalu.
Hiduplah engkau selalu Pancasila
Agar bangsa Indonesia tetap jaya
Jangan pernah menyerah pulih apa pun jua
Sampai bangsa Indonesia mencapai cita.
6. Sang Penakluk Negeri
Karya: Wanda Amelia Putri
Garuda simbolnya
Gagah perkasa rupanya
Dengan perisai di tengahnya
Menambah pesonanya
Kesaktiannya menaklukkan semuanya
Tanpanya kita terporak-poranda
Dialah landasan taka ada duanya
Tolak ukur hukum tertinggi di Indonesia
Dialah Pancasila
Pancasila yang sakti perangainya
Dengan isinya yang menundukkan hati warganya
Jayalah Indonesia dengan kesaktian sang Pancasila
7. Saktinya Pancasila
Karya: Dea Ayu Anggraini
Pancasila bukan sekedar nama
Juga bukan sekedar lima bacaan yang dibaca saat upacara
Pancasila bukanlah belenggu norma kehidupan
Tapi Pancasila adalah kekuatan bangsa
Layaknya sebuah bangunan yang tidak bisa berdiri tanpa tiang
Indonesia juga tak akan tegak tanpa Pancasila
Keringat dan juga darah para pahlawan menjadi pengiringnya
Sajak-sajaknya yang indah dan penuh makna tersirat
Bukankah sajak-sajak itu membuat jiwa patriotisme bangkit
Bukankah ia sakit? Membangkitkan semangat raga dan hati
Coba bayangkan berapa kali mereka tumbang dan berdiri lagi
Maka berbanggalah menjadi anak negeri
8. Pancasila Saksi Indonesia Raya
Karya: Laila Silvia Nirwana
Pancasila
Pancasila lambang negara
Pancasila dasar negara
Terdiri dari lima sila
Membuat rakyat sentosa
Pancasila pribadi bangsaku
Darimu aku belajar
Tuk buat Indonesia maju
Dengan semangatku yang penuh
Dari pahlawan
Aku belajar tuk berkorban
Dengan semangat yang berkorbar
Membunuh lawan di depan
Sampai aku menang
9. Pancasila Sakti
Karya: Sugeng Joko Utomo
Segelas kopi
Pagi ini
Berkepul asap
Menggiring tatap
Pada dinding sejarah
Penuh fragmen kisah
Berlumur darah
Luka-luka bernanah
Bekas cabikan tangan-tangan serigala
Merekayasa peristiwa
Merongrong ideologi negara
Mengganggu kedaulatan bangsa
Segelas kopi
Pagi ini
Menyaksi bukti
Tentang Pancasila Sakti
Tak goyah
Oleh bermacam ulah
Para petualang pongah
Berupaya mencelakakan sejarah
Cerita belum selesai
Masih ada gelombang badai
Terinspirasi peristiwa silam
Memaksakan satu paham
Hendak mengganti ideologi
Payung hukum bumi pertiwi
Namun bermacam suku yang ada
Bersatu Padu siap membela
Tak bakal sebegitu mudah
Diadu domba dipecah belah
Tetaplah percaya
Pancasila kokoh perkasa
Mendarah daging di jiwa kita
Pedoman tatanan bernegara
10. Pancasila Jiwa Kami
Karya: Darin Raichana F.
Negara Republik dengan legenda yang menyedihkan
Mengiringi kisah-kisahnya dengan peluh mengalir
Memberikan kemenangan yang akan dikenang
Pejuang sejati demi Negara
Dasar Negara kami yang dijunjung
Harapan yang Indonesia impikan
Pancasila
Dasar setiap masyarakat Indonesia
Aturan dari negara yang kini merdeka
Menjadikan kami seperti sekarang
Ideologi Negara
Menjadikan kami sebagai umat taat peraturan
Tanpa kau mungkin kami tak bisa menjadi seperti sekarang
Terima kasih Pak Soekarno dan Muhammad Hatta
Pahlawan dengan tanda jasa Pancasila
Demikian sepuluh contoh puisi Hari Kesaktian Pancasila 2025 yang bisa dijadikan sebagai inspirasi.

