Profil Zohran Mamdani: Walikota New York Termuda yang Inspiratif

Anggi Mardiana
5 November 2025, 17:22
Profil Zohran Mamdani
Yuki Iwamura I Associated Press
Profil Zohran Mamdani
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Profil Zohran Mamdani kini tengah menjadi perbincangan hangat di kancah politik Amerika Serikat. Politisi muda kelahiran Uganda ini sukses menembus panggung politik New York dan menarik perhatian publik lewat ide-idenya yang progresif.

Pada tanggal 5 Oktober 2025, Zohran Mamdani resmi terpilih sebagai wali kota New York termuda dalam beberapa dekade terakhir dan wali kota pertama di kota tersebut yang menganut agama Islam. Ia merupakan seorang politikus Amerika Serikat yang aktif di Partai Demokrat serta Sosialis Demokrat Amerika.

Zohran dikenal sebagai tokoh yang berani, lantang, dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat kelas pekerja. Dia meraih kemenangan berkat kampanye akar rumput yang solid, pemanfaatan media sosial yang efektif, serta dukungan besar dari pemilih muda dan komunitas minoritas, seperti dilansir The Associated Press pada Rabu (5/11/2025).

Profil Zohran Mamdani

Walikota New York Zohran Mamdani
Walikota New York Zohran Mamdani (ABC News)

Profil Zohran Mamdani menarik perhatian publik dunia karena perjalanan hidup dan karir politiknya yang inspiratif. Sosok muda kelahiran Uganda ini berhasil menembus panggung politik Amerika Serikat. Berikut profilnya:

1. Latar Belakang Pribadi Zohran Mamdani

Menurut laporan Majelis New York (5/11/2025), Zohran Kwame Mamdani lahir pada 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda. Ia berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang akademik dan seni. Ayahnya, Mahmood Mamdani, dikenal sebagai profesor ternama di bidang antropologi dan ilmu politik, sedangkan ibunya, Mira Nair, adalah sutradara asal India yang mendunia lewat karya-karyanya, termasuk film populer Monsoon Wedding .

Mamadani tumbuh dalam lingkungan yang intelektual dan multikultural, menghabiskan masa kecilnya di Kampala, Delhi, hingga akhirnya menetap di New York City. Perpaduan tiga latar budaya tersebut membentuk cara memandang Zohran yang inklusif dan fokus pada nilai-nilai keadilan sosial dalam perjalanan politiknya.

2. Pendidikan

Zohran memulai pendidikan formalnya di Bronx High School of Science, salah satu sekolah menengah ternama di New York. Ia kemudian melanjutkan studi di Bowdoin College, Maine, dan berhasil meraih gelar sarjana di bidang Studi Africana pada tahun 2014.

3. Karier

Melansir Nyassembly.gov, sebelum mewakili Distrik Majelis ke-36 yang mencakup wilayah Astoria, Ditmars-Steinway, dan Astoria Heights, Zohran pernah bekerja sebagai konselor perumahan masyarakat bawah dan fokus pada pencegahan penyitaan. Dalam peran itu, ia membantu pemilik rumah tempat tinggal, khususnya dari komunitas kulit berwarna di Queens, untuk melawan ancaman penggusuran dan mempertahankan tempat tinggal mereka.

Selain aktif di dunia politik, Zohran Mamdani juga terlibat dalam berbagai gerakan akar rumput (grassroots Movement), termasuk Demokrat Sosialis Amerika (DSA), organisasi progresif yang memperjuangkan layanan publik gratis dan kebijakan redistribusi ekonomi.

Pada tahun 2019, ia resmi mencalonkan diri untuk kursi New York State Majelis Distrik 36, yang mencakup wilayah Astoria dan Long Island City. Dalam pemilu 2020, Mamdani meraih kemenangan telak dengan menyingkirkan petahana yang telah bertahan selama lima periode.

Kemenangan tersebut dianggap sebagai tanda lahirnya generasi baru dalam politik New York. Sebagai anggota Partai Demokrat, Mamdani dikenal membawa semangat progresif yang menantang arus politik konvensional. Ia menolak mendirikan perusahaan besar dan menjalankan kampanye berbasis dukungan warga.

4. Latar Belakang Zohran Terjun ke Dunia Politik

Pengalaman bekerja sebagai konselor perumahan masyarakat bawah, memicu Zohran untuk terjun ke dunia politik. Setiap hari berhadapan dengan bank yang lebih mengutamakan keuntungan dibandingkan kemanusiaan, membuat ia sadar bahwa krisis perumahan yang bahkan sudah terjadi sebelum pandemic, bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami, melainkan hasil dari pilihan kebijakan.

Pilihan yang lahir dari puluhan tahun kebijakan pro-korporasi, baik di tingkat nasional maupun negara bagian. Namun, sebagaimana setiap pilihan bisa diubah, Zohran melihat peluang untuk memperbaiki dan merasa terhormat menjadi bagian dari perubahan itu.

Lebih dari sekadar pengalaman profesional, semangat pengorganisasianlah yang mendorong keterlibatan politik Zohran. Saat masih di SMA, ia ikut membangun tim pertama di sekolahnya yang kemudian berkompetisi di musim perdana Liga Atletik Sekolah Umum. Meskipun tidak tampak politis, pengalaman itu memberikan pelajaran penting: bahwa sekelompok kecil orang dengan tujuan yang sama mampu mengubah gagasan menjadi kenyataan.

Sebelumnya, pandangan politiknya hanya disampaikan lewat unggahan panjang di Facebook yang pengaruhnya bisa dibilang minim. Berbekal kesadaran baru itu, ia kemudian membangun cabang pertama Students for Justice in Palestine di kampusnya dan aktif berorganisasi secara nasional bersama berbagai kelompok progresif untuk mendorong kemenangan pemilu serta memperluas akses layanan kesehatan.

Dalam perjalanan hidupnya yang juga dipenuhi minat pada film, rap, dan menulis, aktivitas pengorganisasian menjadi jangkar yang membuatnya tidak terjebak dalam keputusasaan, melainkan terdorong untuk bertindak.

Sebagai Anggota Majelis, Zohran berkomitmen memperjuangkan masa depan di mana seluruh warga New York dapat hidup dengan keyakinan, tanpa bergantung pada mekanisme pasar. Ia menyoroti kenyataan bahwa hampir seperempat penduduk Astoria harus menghabiskan separuh penghasilannya untuk membayar sewa, hidup di lingkungan dengan polusi udara terparah di Queens, dan menghadapi tingkat profil rasial tertinggi di wilayah tersebut.

Bagi Zohran, masa depan yang adil adalah masa depan di mana akses terhadap perumahan, energi, dan keadilan diperuntukkan bagi semua, bukan hanya bagi segelintir orang. Zohran juga merasa bangga menjadi pria Asia Selatan pertama yang duduk di Majelis Negara Bagian New York, sekaligus orang Uganda pertama dan Muslim ketiga yang pernah menjabat di lembaga tersebut. Ia menyadari bahwa komunitas seperti yang dianutnya telah lama terpinggirkan dari percakapan politik dan agenda negara bagian.  Oleh karena itu, ia bertekad untuk memperjuangkan agar suara mereka yang selama ini kurang terdengar bisa mendapat tempat, baik di distrik yang menampungnya maupun di tingkat negara bagian.

Dari perjalanan hidup dan karir politiknya, Profil Zohran Mamdani mencerminkan sosok pemimpin muda yang idealis, progresif, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai keadilan sosial. Latar belakang multikultural serta didikan akademis yang kuat membentuk pandangan politiknya yang inklusif dan berpihak pada masyarakat kecil.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan