Advertisement
Varia | 15 Contoh Puisi Hari Pahlawan 2025 yang Menyentuh dan Penuh Makna

15 Contoh Puisi Hari Pahlawan 2025 yang Menyentuh dan Penuh Makna

Destiara Anggita Putri
6 November 2025, 14:02
Contoh Puisi Hari Pahlawan 2025
Freepik
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Hari Pahlawan merupakan salah satu hari besar nasional di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 10 November. Tepat pada hari tersebut, masyarakat Indonesia akan kembali mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Tanah Air dari para penjajah.

Tanggal ini dipilih dikarenakan pada 10 November 1945, terjadi pertempuran antara para pejuang menghadapi tentara penjajah di Kota Surabaya.

Adapun peringatan Hari Pahlawan 10 November ini telah diperingati sejak 16 Desember 1959, melalui surat Keputusan Presiden (Keppres) No. 316 Tahun 1959.

Untuk tahun ini, peringatan Hari Pahlawan 2025 jatuh pada hari Senin, 10 November 2025 dengan mengusung tema "Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan" yang melambangkan semangat generasi penerus yang meneladani perjuangan para pahlawan, dan terus bergerak maju dengan jiwa nasionalisme.

Menjelang hari istimewa tersebut, ada beragam cara yang bisa dilakukan. Salah satunya yaitu membuat puisi bertema pahlawan untuk mengenang peristiwa dan menghargai jasa para pahlawan.

Bila tertarik membuat karya sastra ini, berikut di bawah ini beberapa contoh puisi Hari Pahlawan 2025 yang bisa dijadikan sebagai inspirasi.

Contoh Puisi Hari Pahlawan 2025

Berikut ini 15 contoh puisi dari berbagai sumber yang bisa dijadikan inspirasi bila ingin membuatnya untuk memperingati Hari Pahlawan 2025 pada 10 November mendatang.

Teks Amanat Menteri Sosial untuk Hari Pahlawan 2024
Contoh Puisi Hari Pahlawan 2025 (Freepik)

1. Janji Merah Putih

Kami mengingatmu, wahai pahlawan,

dengan hati yang penuh kebanggaan,

atas darah dan air mata yang kau korbankan.

Merah putih berkibar megah,

bukan karena angin semata,

tapi karena nyawamu yang rela tertiup bersama cita.

Kami berjanji di hadapan sejarah,

akan menjaga negeri ini sepenuh jiwa,

seperti engkau menjaganya dengan nyawa.

2. Kita Merdeka

Karya: Agil Ramadhan

Pandemi masih membayangi tiap jiwa dan raga para pribumi

Walau riuh terdengar menggema di seluruh penjuru

Dan sang saka merah putih dengan gagahnya berkibar

Mengobarkan semangat para pemuda dan pemudi bangsa

Untuk tiap tetes keringat dan darah yang dikorbankan para pejuang bangsa

Menopang, hingga bumi pertiwi ini berdiri kokoh

Tak satupun yang berhak merampas semangat kemerdekaan ini

Walau pandemi yang perlahan membatasi ruang gerak kita

Dan merebut kebahagiaan dengan orang-orang terkasih

Hari ini kita merdeka!

Bentengi diri dengan nyala semangat yang tak kenal lelah

Tunjukkan kepada para pejuang bangsa, kita layak merdeka

Karena aku, kau dan kita semua adalah Indonesia

Merdeka, merdeka, merdeka!

4. Jejak di Batu Karang

Jejakmu tetap tinggal

Di antara ombak yang menghempas

Meskipun tubuhmu telah tiada

Namamu tetap terasa

Ada angin yang datang membawa kisah

Ada tanah yang menyimpan pesanimu

Kau mengajarkan arti kokoh

Dalam badai yang tak pernah usai

Kami tak akan menghapus langkah itu

Meski karang perlahan terkikis waktu

Kenanganmu tetap menjadi tiang

Dalam setiap denyut peradaban

5. Musium Perjuangan

Karya: Kuntowijoyo

Susunan batu yang bulat bentuknya

Berdiri kukuh menjaga senapan tua

Peluru menggeletak di atas meja

Menanti putusan pengunjungnya.

Aku tahu sudah, di dalamnya

Tersimpan darah dan air mata kekasih

Aku tahu sudah, di bawahnya

Terkubur kenangan dan impian

Aku tahu sudah, suatu kali

Ibu-ibu direnggut cintanya

Dan tak pernah kembali

Bukalah tutupnya

Senapan akan kembali berbunyi

Meneriakkan semboyan

Merdeka atau Mati.

Ingatlah, sesudah sebuah perang

Selalu pertempuran yang baru

Melawan dirimu.

6. Sosokmu Tak Dilupakan

Karya: Akbal Marfianda

Padamu pahlawan bangsa

Yang dikenal di seluruh dunia

Yang mampu menciptakan teknologi canggih

Yang mampu mensejahterakan rakyat walau hanya sekejap

Tapi jasamu tak pernah dilupakan

Kami rindu pahlawan bangsa seperti mu

Pahlawan yang rendah hati dan tidak sombong

Pahlawan yang pantang menyerah

Pahlawan yang mengerti masyarakat

Pahlawan yang setia

Semoga engkau tenang di sana

Doa kami selalu menyertaimu

7. Riwayatmu Kini

Karya: Aldi Mubarok

Pertiwi di usia renta genap tujuh puluh enam tahun

Masih menjadi budak nafsu bagi mereka si hidung belang

Gunung menyembul, ranum nan rimbun

Sebelum diremas tangan-tangan binal

Bibir sensual, mengalir sungai

Dilumat hingga kering kerontang

Meringis tatkala beton menancap pada tubuh

Derai air mata tak bisa dibendung

Meluap membasahi pori-pori tiap kota

Berontak dari dekapan galak

Berjalan lunglai setengah sadar

Sambil bergumam:

"aku ingin kebebasan; kesejahteraan"

8. Bara

Karya: Ellyana Dwi Jayanti

Merdeka!

Satu kata yang diucapkan oleh seorang pahlawan

satu kata yang penuh makana

satu kata yang membuat kami bergetar

Satu kaya yang membuat kami menangis

Tapi apakah kita sudah benar-benar merdeka!

Wahai pahlawan bukalah matamu

Ada noda yang tak bisa kau lihat secara langsung

Ada noda yang kau anggap itu sebuah hiasan

Ada noda yang sebenarnya ingin kau hapus

Namun mengapa engkau mendiamkannya

Merah darahku putih tulangku

Meski kami harus merasakan sakit

Kami ingin kau kembali

Seperti arti merdeka yang sesungguhnya

Saat kau memerdekakan neberiku Indonesia

Susunan Upacara Hari Pahlawan
Contoh Puisi Hari Pahlawan 2025 (Freepik.com)

 

9. Bunga di Pusara Tak Bernama

Di taman pahlawan, bunga tumbuh tanpa nama,

di atas tanah yang pernah basah oleh darah,

menyimpan cerita keberanian yang abadi.

Tak perlu tanda, tak perlu pujian,

karena jasamu hidup dalam napas bangsa,

dalam bendera yang terus berkibar gagah.

Wahai pahlawan tanpa tanda jasa,

kami terus melangkah di jalan yang kau buka,

menuju Indonesia yang sejahtera dan merdeka.

10. Senandung Sungai Tua

Sungai tua membisikkan cerita

Tentang perjalanan panjang

Tentang suara yang tak pernah padam

Meski tubuh telah lama terbaring

Airnya mengalir membawa doa

Langkahmu selalu disebut

Di antara dedaunan yang jatuh

Dan tanah yang subur oleh pengorbanan

Kami mendengar senandung itu

Kami menjawab dengan rasa syukur

Karena kami adalah penerus

Dari aliran yang telah kau titipkan

11. Mentari Indonesia

Karya:Bunda Azki

Derap langkah para penjaga paksa

Letupan senjata tanpa aksama

Ribuan nyawa hilang tanpa dosa

Hanya derai air mata yang berkuasa

Ketika doa dan air mata bersama

Penjuru bumi langit berkuasa

Sebilah bambu runcing mencakar angkasa

Kekuatan besar mencabar bumi seisinya

Merdeka, merdeka, merdeka

Peluh dan lara berganti indahnya nirwana

Luka tikam menganga berganti senyuman sukma

Ribuan dera tergantikan secercah sinar khatulistiwa

Kisah romansa akan indah pada waktunya

Bukan karena kamu dan aku saja

Namun korelasi keduanya

Karena kita sama, kita adalah Indonesia

12. Untukmu Pejuang

Karya: Illah Nafilah

Tak kenal waktu

Tak juga cuaca

Engkau selalu berjibaku

Dengan segenap daya

Saat siang kau berjuang

Kala malam munajat selalu kau dawamkan

Ketika pagi pertiwi memanggil

Saat petang senjata disandang

Tiada kata lelah

Apatah lagi keluh kesah

Karena yang tergores di benak

Hanyalah satu kata “Merdeka!”

Dalam hening kubersyukur

Setiap saat kupanjatkan doa

Untukmu pejuang mulia

Moga Allah berimu surga.

13. Suara dari Masa Lalu

Ada bisik dari masa lalu,

suara pahlawan yang tak pernah diam,

memanggil kami agar tak lupa pada perjuangan.

Mereka berkata, “Bangunlah, anak bangsa,”

“jangan biarkan kemerdekaan jadi kenangan,”

“jadikan ia perjuangan setiap zaman.”

Dan kami pun berjanji hari ini,

untuk menjawab suara itu dengan tindakan, dengan cinta dan pengabdian pada negeri.

14. Langit Surabaya

Langit Surabaya pernah membara,

oleh semangat yang tak gentar menghadapi penjajah,

oleh suara arek-arek yang menggema merdeka!

Keringat dan darah berpadu jadi sumpah,

bahwa tanah ini tak akan tunduk lagi,

bahwa kemerdekaan adalah harga mati.

Kini kami kenang dengan doa dan karya,

menyambung semangat itu di masa damai,

agar perjuanganmu tak berhenti di masa lalu.

15. Cahaya di Ujung Jalan

Ada cahaya di ujung sana

Yang tidak pernah padam

Walau malam datang berkali-kali

Walau badai tak pernah pergi

Cahaya itu adalah pesan

Tentang harapan yang tidak kalah

Tentang jiwa yang tidak menyerah

Dalam perjalanan panjang menuju merdeka

Kami melanjutkan langkah

Menuju cahaya itu

Karena kami tahu

Itulah warisan terbesar darimu

 

Itulah 15 contoh puisi Hari Pahlawan 2025 menyentuh dan penuh makna yang bisa dijadikan sebagai inspirasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan

Buka di Aplikasi Katadata untuk pengalaman terbaik!

icon newspaper

Tanpa Iklan

Baca berita lebih nyaman

icon trending

Pilih Topik

Sesuai minat Anda

icon ai

Fitur AI

Lebih mudah berbagi artikel

icon star

Baca Nanti

Bagi Anda yang sibuk