Saham Superbank IPO: Ini Penjelasan IPO dan Manfaatnya Bagi Investor

Anggi Mardiana
26 November 2025, 14:12
Saham Superbank IPO
Theeconopost.com
Saham Superbank IPO
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saham Superbank IPO? PT Super Bank Indonesia atau Superbank resmi mengumumkan rencana melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Kabar mengenai IPO bank digital ini sebenarnya sudah beredar sejak awal tahun.

“Perseroan merupakan bank berbasis digital di Indonesia yang berkomitmen meningkatkan inklusi keuangan, serta menempatkan diri untuk menangkap peluang dari semakin cepatnya digitalisasi industri keuangan melalui ekosistem inovasi,” tulis Superbank dalam prospektus yang dikutip Selasa (25/11/2025).

Perjalanan bank digital tersebut berawal pada tahun 2021 ketika PT Bank Fama International diakuisisi oleh Grup Emtek. Pada tahun 2022, Grab dan Singtel masuk sebagai investor, disusul oleh konsorsium yang dipimpin KakaoBank pada tahun 2023.

Langkah ini kemudian diikuti dengan perubahan nama menjadi “Superbank” pada Februari 2023, sekaligus transfer kantor pusat ke Jakarta untuk menekankan identitas baru sebagai lembaga keuangan berbasis teknologi. Superbank resmi meluncurkan aplikasinya ke publik pada 19 Juni 2024, bersamaan hadirnya integrasi langsung dengan aplikasi Grab dan OVO.

Apa itu IPO?

IPO sendiri merupakan singkatan dari Initial Public Offering, yaitu momen ketika saham perusahaan untuk pertama kali ditawarkan kepada publik. Istilah ini menggambarkan perusahaan yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan IPO, saham perusahaan yang sebelumnya bersifat privat kini dapat dibeli oleh masyarakat. Perusahaan pun berubah status dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk “ikut memiliki” perusahaan melalui penanaman modal.

IPO menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk memperoleh modal tambahan dalam jumlah besar saat penawaran perdana dilakukan. Bagi perusahaan, modal merupakan sumber daya penting yang mendorong pertumbuhan dan pengembangan bisnis. Pada tahap awal IPO, saham biasanya ditawarkan dengan harga yang masih relatif wajar.

Berbeda dengan pinjaman yang mengharuskan pembayaran bunga dan memiliki tempo jatuh, dana hasil IPO bersifat jangka panjang, berbasis kepemilikan, serta tidak memerlukan agunan.

Seiring waktu, harga saham tersebut berpotensi meningkat setiap tahun, sehingga turut meningkatkan valuasi perusahaan. Kondisi ini jelas memberikan keuntungan bagi pihak perusahaan.

Perusahaan yang telah melaksanakan IPO akan terhubung dengan para investor dan berkewajiban membagikan dividen sesuai keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Di masyarakat, proses ini juga sering disebut sebagai go public.

Saham Superbank IPO

Superbank
Superbank (Superbank)

Saham Superbank IPO, PT Super Bank Indonesia (Superbank), bank digital yang dimiliki Grup Emtek dan Grab, berencana menggelar penawaran umum perdana saham (initial public Offering/IPO) di pasar modal Indonesia. Dalam tahap penawaran awal (book building), perseroan menetapkan kisaran harga Rp525–Rp695 per saham.

Superbank akan menghabiskan hingga 4,40 miliar saham, atau sekitar 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Potensi perolehan dana maksimal Rp3,06 triliun, berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa.

Masa book building berlangsung pada 25 November–1 Desember 2025, dilanjutkan masa penawaran umum pada 10–15 Desember 2025, serta proses penjatahan pada 15 Desember 2025. Superbank resmi tercatat di BEI dengan kode saham SUPA pada 17 Desember 2025.

Terkait alokasi dana, sekitar 70 persen dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja, terutama untuk memperluas penyaluran kredit. Sementara itu, sekitar 30 persen dana lainnya dialokasikan untuk modal belanja secara bertahap mulai tahun 2026 hingga lima tahun ke depan, yang difokuskan pada pengembangan produk pembiayaan, dan sistem pembayaran. Seluruh pengembangan diarahkan pada solusi digital bagi segmen ritel dan UMKM agar pertumbuhan bisnis lebih berkelanjutan.

Perseroan juga akan memperkuat kapabilitas informasi teknologi melalui investasi pada infrastruktur, sistem operasional, AI & analisis data, serta meningkatkan keamanan siber guna membangun landasan digital yang andal dan efisien.

Dalam aksi IPO ini, Mandiri Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia, Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), dan Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Saat ini, kepemilikan Superbank terdiri dari 31,11 persen oleh PT Elang Media Visitama (anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk/EMTK) dan 19,16 persen oleh PT Kudo Teknologi Indonesia (KTI), entitas yang berada di bawah bayangan Grab Holding, Inc.

Daftar Layanan Keuangan yang Ditawarkan Superbank

Mengutip situs resmi perseroan (26/11/2025), berikut layanan keuangan yang ditawarkan:

1. Tabungan

Superbank menyediakan berbagai jenis produk simpanan, seperti Tabungan Utama, Saku, Celengan, dan Deposito. Tabungan Utama berfungsi sebagai rekening utama nasabah.

Fitur Saku merupakan kantong virtual di dalam aplikasi, mirip dengan fitur yang ditawarkan bank digital lainnya. Celengan memungkinkan nasabah menabung harian dengan nominal kecil secara lebih mudah. Sementara itu, Deposito tersedia dengan pilihan tenor harian 7 dan 14 hari, serta tenor bulanan mulai dari satu bulan hingga satu tahun.

2. Pinjaman

Sebanyak 70 persen dana hasil IPO akan dialokasikan untuk modal kerja, terutama dalam penyaluran kredit. Saat ini, Superbank memiliki satu produk pinjaman bernama pinjaman atur sendiri. Plafon pinjaman mencapai Rp100 juta dengan bunga flat 0,05 persen per hari. Keunggulan produk ini yaitu membekukan dalam memilih tanggal jatuh tempo sesuai kondisi keuangan nasabah.

3. Pembayaran Transaksi

Aplikasi Superbank dilengkapi fitur pembayaran transaksi seperti transfer antarbank, direct debit, dan QRIS, layaknya mobile banking pada umumnya.

Nasabah yang membuka rekening melalui aplikasi Grab dapat menggunakan rekening tersebut sebagai sumber pembayaran seluruh transaksi di Grab.

Selain itu, pengguna OVO bisa membuka tabungan Superbank dengan meng-upgrade akun menjadi OVO Nabung. Sebelum hadirnya Superbank, OVO merupakan dompet digital yang telah lebih dulu terhubung dengan Grab untuk layanan pembayaran.

Kinerja Superbank

Superbank membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemiliknya mencapai Rp20,06 miliar pada semester I/2025. Capaian ini berbalik positif jika dibandingkan dengan kerugian Rp188,46 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025, bank digital yang didukung Grab, Emtek, Singtel, dan KakaoBank mencatat pendapatan bunga bersih sebesar 171% secara tahunan (yoy) menjadi Rp667,6 miliar. Net Interest Margin (NIM) pun meningkat menjadi 10,2% dari sebelumnya 8,1%.

Kinerja efisiensi juga meningkat signifikan, terlihat dari penurunan rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) menjadi 74,2% dari 149,9% pada tahun lalu.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp8,4 triliun, tumbuh 123% yoy sepanjang enam bulan pertama 2025. Kualitas aset tetap sehat dengan NPL Gross turun ke 2,7% dan NPL Net berada di 0,98%.

Kenaikan kredit tersebut turut mengerek total aset menjadi Rp15,0 triliun, atau naik 122% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak 748% yoy hingga mencapai Rp8,4 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang oleh produk tabungan yang terhubung dengan ekosistem, seperti OVO Nabung by Superbank, layanan rek-wallet yang memungkinkan pengguna OVO menabung secara instan dari aplikasi dengan bunga 5% per tahun.

Manfaat IPO Bagi Investor

Investor berpotensi meraih keuntungan yang tinggi dari perbedaan antara pembelian dan penjualan, khususnya ketika harga saham melonjak tajam pada hari pertama perdagangan. Berikut beberapa manfaat IPO bagi investor:

1. Potensi Keuntungan Berlipat Pada Hari Pertama Pencatatan

Saham yang baru melantai melalui IPO kerap berpeluang menghasilkan keuntungan hingga dua kali lipat saat mulai pencatatan di BEI. Pada hari-hari awal pencatatan, harga saham biasanya mengalami pemutaran yang tajam.
Ketika harga meningkat, banyak investor memilih menjual saham tersebut untuk meraih keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun karena kenaikan ini masih bersifat kemungkinan, investor tetap perlu jeli dalam membaca peluang agar dapat memanfaatkan potensi kenaikan harga tersebut.

2. Prospek Jangka Panjang

Perusahaan yang dapat melaksanakan IPO umumnya memiliki rekam jejak keuangan yang solid dalam kurun tertentu, serta prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Karena itu, investasi pada perusahaan yang telah go public berpotensi memberikan manfaat jangka panjang, didukung oleh kinerja bisnisnya yang kuat.

Selain itu, kepemilikan saham IPO juga membuka peluang memperoleh hasil maksimal. Harga saham IPO cenderung bergerak stabil pada awal perdagangan dan memungkinkan mencapai ARA (Auto Reject Atas), yaitu kondisi ketika harga naik signifikan hingga batas maksimum yang ditetapkan bursa. Investor biasanya menyambut situasi ini dengan baik karena memberikan keuntungan yang cukup besar.

Saham Superbank IPO menarik perhatian karena menunjukkan langkah strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya sebagai bank digital yang terus berkembang pesat. Melalui penawaran umum perdana ini, Superbank berupaya menghimpun modal tambahan untuk memperluas layanan, memperkuat ekosistem digital, serta meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan