Lokasi Banjir Medan, Titik Bencana, & Dampaknya

Tifani
Oleh Tifani
29 November 2025, 06:15
Lokasi Banjir Medan
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.
Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Bencana banjir yang melanda 16 kabupaten/kota di Aceh selain berdampak pada ratusan ribu warga juga merusak sejumlah badan jalan dan jembatan sehingga memutuskan akses transpotasi darat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, terendam banjir sejak Kamis (27/11/2025). Hujan lebat sejak Rabu malam menyebabkan air meluap di banyak titik, terutama akibat meluapnya Sungai Deli, Sungai Belawan dan Sungai Babura yang membelah Kota Medan.

Tak hanya rumah warga, sejumlah ruas jalan utama di Medan juga terendam banjir, membuat ratusan kendaraan terjebak dan aktivitas warga lumpuh. Setidaknya, banjir merendam 21 kecamatan, hanya dua kecamatan yang tidak terdampak banjir, yakni Medan Area dan Medan Perjuangan.

Beberapa titik banjir menunjukkan kondisi cukup berat, termasuk jalan-jalan yang tidak dapat dilalui dan Sungai yang sudah meluap sehingga warga dievakuasi. Lebih lengkap, berikut lokasi banjir Medan hari ini, titik bencana dan dampaknya.

Lokasi Banjir Medan

Lintas jalan nasional berlumpur pasca banjir di Pidie Jaya
Lintas jalan nasional berlumpur pasca banjir di Pidie Jaya (ANTARA FOTO/Ampelsa/foc.)
 

Beberapa lokasi banjir Medan di antaranya Jalan Jaya Tani, Deli Serdang. Setidaknya lebih 200 rumah warga yang terendam banjir bandang.

Air di daerah tersebut sudah merendam daratan dengan ketinggian hampir 2 meter. Oleh sebab itu, warga melakukan langkah evakuasi dengan menggunakan rakit dan perahu darurat.

Selain di Deliserdang, berikut sejumlah lokasi banjir Medan hari ini:

  • Jl. SM Raja (bagian depan Tamora)
  • Jl. Danau Singkarak
  • Jl. Bhayangkara, Pancing
  • Jl. Dr Mansyur, USU
  • Jl. Ayahanda
  • Jl. Gatot Subroto, di depan Rumah Sakit Advent
  • Jl. Brigjend Katamso
  • Simpang Sicanang, Belawan
  • Simpang Manhattan
  • Simpang Kantor
  • Simpang Kampung Lalang
  • Kawasan Gaharu, Bambu
  • Kawasan depan Unimed-UIN
  • Kawasan Yos Sudarso, Brayan
  • Marelan Raya Pasar 3, 4, dan 5.

Dampak Banjir Medan

Jalan lintas nasional terendam banjir
Jalan lintas nasional terendam banjir (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.)

 

Banjir ini telah merendam lima kecamatan di Kota Medan. Di antaranya Medan Sunggal, Medan Maimun, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Tuntungan.

Para warga di daerah tersebut sudah pindah ke sejumlah titik pengungsian. Dalam evakuasi tersebut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas berperan aktif dalam membantu proses pemindahannya.

Kedua pihak ini membantu proses evakuasi warga sekaligus menunggu bantuan dari pihak BPBD maupun SAR setempat. Selain banjir Medan di atas, terdapat berbagai wilayah Sumatra Utara lainnya yang mengalami bencana alam banjir dan longsor.

Dampak banjir medan hari ini menyebabkan terputusnya akses jalur darat menuju Kota Medan akibat banjir dan longsor di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah. Kondisi jaringan komunikasi di wilayah terdampak juga terganggu, sehingga tim menggunakan perangkat Starlink untuk koordinasi lapangan.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu menyatakan bahwa wilayahnya berada dalam status siaga bencana akibat cuaca ekstrem berhari-hari di pesisir barat Sumatera Utara yang memicu banjir dan longsor di sejumlah titik.

Tujuh kabupaten/kota telah terdampak sejak 24–25 November, termasuk Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, dan Nias Selatan.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 17 warga dilaporkan meninggal dunia dan 58 lainnya luka-luka akibat bencana di kawasan tersebut.

BMKG Prediksi Medan Diguyur Hujan Lebat

Banjir Medan hari ini disebabkan curah hujan dengan intensitas sangat tinggi akibat kombinasi eks-Siklon Tropis Senyar dan aktivitas gelombang atmosfer. Meski Siklon Senyar kini melemah setelah memasuki wilayah Malaysia, sisa sistemnya masih berdampak langsung dengan membawa potensi hujan sedang hingga ekstrem serta angin kencang di Sumatera Utara.

Peningkatan curah hujan di Medan juga dipengaruhi Gelombang Rossby Ekuator yang aktif, serta dinamika atmosfer global seperti Dipole Mode negatif, La-Nina lemah, dan penguatan Monsun Asia, yang semuanya meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah barat Indonesia. Kondisi kelembapan udara yang sangat tinggi turut memperkuat potensi hujan lebat di Medan dan sekitarnya. BMKG memperkirakan cuaca basah akan berlanjut hingga sepekan ke depan.

Pada periode 28–30 November 2025, Sumatera Utara masuk kategori Siaga hingga Awas untuk potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir, genangan, dan longsor, serta memantau informasi cuaca resmi BMKG dan menghindari area rawan saat hujan deras terjadi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan