Cha Eun Woo Rilis Permohonan Maaf Terkait Dugaan Penggelapan Pajak

Izzul Millati
2 Februari 2026, 16:17
cha eun woo kasus pajak
https://www.instagram.com/eunwo.o_c/
cha eun woo kasus pajak
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nama Cha Eun Woo kembali menjadi sorotan publik internasional setelah sang aktor sekaligus idola K-pop tersebut akhirnya menyampaikan pernyataan pribadi terkait kontroversi pajak yang menyeret namanya. 

Cha Eun Woo diduga menggelapkan pajak dengan nilai sekitar 20 miliar won atau setara Rp230 miliar. Dugaan ini muncul di tengah proses pemeriksaan pajak oleh otoritas Korea Selatan dan memicu perubahan sentimen publik terhadap figur yang selama ini dikenal memiliki citra bersih.

Pernyataan Pribadi Cha Eun Woo Soal Kasus yang Menyeret Namanya

pernyataan cha eun woo
pernyataan cha eun woo (https://www.instagram.com/eunwo.o_c/)

 

Untuk pertama kalinya sejak isu ini mencuat ke ruang publik pada 22 Januari 2026, Cha Eun Woo menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara langsung melalui unggahan panjang di akun Instagram pribadinya. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 26 Januari 2026, saat ia tengah menjalani wajib militer.

Dalam pernyataannya, Cha Eun Wo mengakui kekhawatiran dan kekecewaan publik akibat kontroversi pajak yang menyeret namana. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, penggemar, serta pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya selama lebih dari satu dekade. 

Klarifikasi Soal Tuduhan Penghindaran Kasus Penggelapan Pajak

Salah satu isu utama yang banyak dibahas publik Korea Selatan adalah spekulasi bahwa keputusan Cha Eun Woo untuk menjalani wajib militer dilakukan sebagai upaya menghindari kontroversi pajak. Dalam pernyataannya, ia secara tegas membantah spekulasi tersebut.

Cha Eun Woo menjelaskan bahwa dirinya tidak lagi dapat menunda wajib militer pada tahun sebelumnya, terlepas dari kenyataan bahwa proses investigasi pajak belum sepenuhnya selesai.

Ia bahkan menyampaikan bahwa apabila tidak sedang berstatus sebagai prajurit aktif, dirinya ingin secara langsung menemui pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk menyampaikan permintaan maaf secara personal. 

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang tetap memberikan dukungan selama 11 tahun perjalanan kariernya. Namun, ia mengaku merasa bersalah karena belum mampu membalas kepercayaan tersebut dan justru menimbulkan kekecewaan bagi banyak pihak.

Dugaan Penggelapan Pajak Cha Eun Woo

Berdasarkan laporan media, Cha Eun Woo diduga menggelapkan pajak dengan nilai sekitar 20 miliar won. Angka tersebut mencakup pajak pokok yang dinilai belum dibayarkan beserta komponen denda administratif. Besarnya nilai ini disebut-sebut sebagai salah satu kasus pajak terbesar yang pernah melibatkan figur publik di industri hiburan Korea Selatan.

Sejumlah laporan memperkirakan bahwa dalam periode 2022 hingga 2024, Cha Eun Woo memperoleh pendapatan setidaknya 80 miliar won dari berbagai aktivitas profesional, termasuk akting, iklan, dan proyek hiburan lainnya. Pendapatan tersebut dilaporkan dibagi antara Cha Eun Woo, agensinya Fantagio, serta perusahaan keluarga yang dimiliki oleh ibunya.

Para ahli pajak menyoroti struktur badan usaha yang digunakan untuk mengelola sebagian pendapatan Cha Eun Woo. Akuntan pajak Moon Bora menilai pendaftaran restoran belut milik keluarga sebagai badan usaha yang mengelola pendapatan sang artis sebagai hal yang tidak lazim.

Menurut Moon Bora, terdapat kesenjangan besar antara skala bisnis restoran tersebut dan profil Cha Eun Woo sebagai bintang hiburan papan atas berpenghasilan tinggi. Selain itu, restrukturisasi hukum perusahaan pada 2024, ketika entitas tersebut beralih dari korporasi menjadi perseroan terbatas, juga dinilai sebagai sinyal peringatan serius. 

Para ahli menilai bahwa pola tersebut dapat memicu kecurigaan otoritas pajak, terutama jika tidak disertai aktivitas bisnis nyata yang sebanding. Hal inilah yang memperkuat dugaan bahwa Cha Eun Woo diduga menggelapkan pajak dan bekerjasama dengan keluarganya untuk mengalihkan dana ke perusahaan fiktif. 

Kasus ini ditangani oleh Biro Investigasi 4 Kantor Pajak Seoul, unit yang dikenal luas sebagai “malaikat maut korporasi”. Unit ini biasanya menangani perkara pajak perusahaan besar dan jarang terlibat langsung dalam kasus individu. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan