Heboh Kiswah Ka'bah Diduga Dibeli Jeffrey Epstein, Ada Di Dokumen Epstein Files
Publik internasional kembali dihebohkan oleh temuan terbaru dalam dokumen hukum yang dikenal sebagai Epstein files. Kali ini, sorotan tertuju pada dugaan pemesanan dan pengiriman potongan Kiswah Ka'bah dari Mekkah, Arab Saudi, ke Amerika Serikat atas permintaan Jeffrey Epstein pada 2017.
Fakta ini mencuat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat membuka jutaan halaman arsip tambahan terkait kasus Epstein. Isu tersebut memantik kegelisahan publik karena menyangkut kain suci penutup Ka'bah.
Kiswah Ka'bah dan Nilai Sakralnya bagi Umat Islam
Kiswah adalah kain penutup Ka'bah yang terbuat dari sutra hitam dan dihiasi bordiran ayat Al-Qur’an dengan benang emas dan perak. Pembuatan, perawatan, serta distribusinya berada sepenuhnya di bawah kewenangan resmi Kerajaan Arab Saudi.
Setiap tahun, Kiswah Ka'bah diganti pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan keberangkatan jemaah haji menuju Padang Arafah. Tradisi ini telah berlangsung berabad-abad.
Setelah dilepas, kiswah lama tidak dibuang, melainkan dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan diberikan secara terbatas kepada tokoh tertentu, lembaga resmi, atau museum sebagai simbol kehormatan dan nilai spiritual.
Rilis Dokumen Epstein Files oleh Departemen Kehakiman AS
Kontroversi ini mencuat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen tambahan terkait kasus Jeffrey Epstein pada akhir Januari. Publikasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 19 November 2025.
Melalui rilis tersebut, DOJ membuka lebih dari 3 juta halaman dokumen tambahan. Hingga kini total arsip yang kini dapat diakses publik mencapai hampir 3,5 juta halaman.
Selain dokumen tertulis, arsip ini juga mencakup ribuan video dan ratusan ribu gambar, menjadikannya salah satu pengungkapan arsip hukum terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Di antara jutaan halaman inilah muncul korespondensi yang menyebut pengadaan dan pengiriman Kiswah Ka'bah, yang kemudian memicu polemik luas.
Rincian Pemesanan dan Pengiriman Kiswah dalam Epstein Files
Berdasarkan dokumen Epstein files, korespondensi email bertanggal Februari hingga Maret 2017 mengungkap detail pemesanan tiga potong kain yang berkaitan langsung dengan kiswah. Proses pengadaan dan pengiriman disebut diatur oleh Aziza Al-Ahmadi, seorang pengusaha perempuan asal Uni Emirat Arab, bekerja sama dengan seorang kontak di Arab Saudi bernama Abdullah Al-Maari.
Keduanya menangani proses pengadaan, pengemasan, hingga pengiriman kain dari Arab Saudi ke Amerika Serikat. Dokumen internal menunjukkan bahwa Epstein menjadi penerima akhir kiriman tersebut, meskipun sebagian besar komunikasi teknis dilakukan melalui asistennya.
Dalam korespondensi tersebut, tidak dijelaskan secara rinci siapa pihak yang pertama kali menawarkan kain kiswah kepada Epstein. Namun, isi dokumen menempatkan Epstein sebagai pihak yang secara sadar menunggu dan menerima pengiriman tersebut di kediamannya di Amerika Serikat.
Salah satu email yang tercantum dalam Epstein files memperlihatkan Aziza Al-Ahmadi secara langsung menjelaskan makna spiritual Kiswah Ka'bah kepada Epstein. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pengirim memahami kain tersebut dikirim secara khusus untuk Epstein, bukan sebagai hadiah umum atau koleksi anonim.
Dokumen yang sama merinci bahwa terdapat tiga jenis kain kiswah yang dikirim. Pertama, satu potong dari bagian dalam Ka'bah. Kedua, satu potong dari kiswah bagian luar yang sebelumnya pernah digunakan untuk menutupi Ka'bah. Ketiga, satu potong lain dari bahan yang sama, tetapi tidak pernah digunakan sebagai penutup Ka'bah.
Perincian yang disebutkan ini memperkuat kesan bahwa kain yang dikirim bukan sekadar replika atau dekorasi bertema Islami, melainkan potongan yang memiliki keterkaitan langsung dengan kiswah.
Jalur Pengiriman dan Kedatangan di Amerika Serikat
Pengiriman tiga potong kain tersebut dilakukan melalui jalur udara dari Arab Saudi ke Amerika Serikat menggunakan penerbangan maskapai British Airways. Dokumen Epstein files memuat detail pengaturan faktur, pengurusan kepabeanan, serta koordinasi transportasi hingga kain tersebut masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Kiriman tersebut tercatat tiba pada Maret 2017 dan dikirim ke kediaman Jeffrey Epstein di Amerika Serikat. Pada periode tersebut, Epstein telah lama menyelesaikan masa hukuman penjara dan telah terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

