Apa itu Saham Gorengan? Ini Ciri-ciri, Risiko dan Tipsnya bagi Investor
Apa itu saham gorengan? Investasi dan trading saham semakin diminati di Indonesia. Namun, tidak semua saham yang beredar di bursa memiliki kualitas yang layak.
Salah satu jenis saham yang perlu diwaspadai yaitu saham gorengan, saham yang pergerakan harganya lebih dipengaruhi oleh spekulasi pasar dibandingkan kinerja dan fundamental perusahaan.
Bagi investor pemula, memahami karakteristik saham seperti ini sangat penting agar tidak terjebak potensi kerugian yang besar. Berikut pengertian saham gorengan, ciri-ciri, berbagai risikonya, hingga tips praktis untuk menghindarinya.
Apa itu Saham Gorengan?
Apa itu saham gorengan? Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa saham gorengan adalah jenis saham yang pergerakan harganya tidak mencerminkan keseimbangan supply dan demand yang wajar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Pergerakan harga saham gorengan lebih banyak dipengaruhi oleh manipulasi pasar,” ujar Nafan saat diwawancarai pada Rabu, 4 Februari 2026.
Dengan kata lain, saham gorengan bukan sekadar saham dengan fundamental buruk. Saham ini biasanya dikendalikan oleh pihak tertentu yang ingin meraup keuntungan dari investor lain yang tidak menyadari adanya manipulasi. Istilah “gorengan” sendiri cukup tepat sebagai analogi makanan gorengan yang dimasak dengan minyak panas hingga mengembang, harga saham ini juga “dipanaskan” atau dinaikkan secara artifisial.
Setelah harganya melonjak tinggi, pihak yang mengendalikan saham akan mulai menjualnya, sehingga harga langsung jatuh. Investor yang terlambat keluar pun berisiko menanggung kerugian besar.
Pergerakan harga saham gorengan tidak mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan. Nilainya dapat melonjak atau merosot drastis dalam waktu singkat karena adanya pihak tertentu yang sengaja “memainkan” harga demi meraih keuntungan cepat.
Saham gorengan umumnya ditandai oleh aktivitas perdagangan yang tidak normal serta fluktuasi harga yang jauh lebih ekstrem dibandingkan saham lain dalam sektor yang sama. Kondisi inilah yang menjadikan saham gorengan sebagai instrumen investasi dengan tingkat risiko tinggi.pahami
Ciri-ciri Saham Gorengan
Memahami ciri-ciri saham gorengan merupakan langkah awal yang penting dipahami untuk menjaga portofolio investasi. Berikut tanda-tanda saham gorengan yang dapat dikenali:
1. Likuiditas Rendah dan Volume Tidak Wajar
Saham gorengan biasanya memiliki likuiditas rendah saat kondisi pasar normal, artinya aktivitas transaksi harian sedikit dan investor institusi jarang tertarik. Namun, secara tiba-tiba volume perdagangan bisa melonjak drastis tanpa adanya berita atau aksi korporasi yang mendasari. Lonjakan ini sering disertai kenaikan harga yang tidak wajar. Beberapa indikator likuiditas yang perlu diperhatikan antara lain:
• Rata-rata volume perdagangan harian sangat kecil (di bawah 1 juta lembar).
• Bid-ask spread lebar, yaitu selisih harga jual dan beli tinggi.
• Jumlah pemegang saham publik terbatas.
• Kapitalisasi pasar relatif kecil (small cap).
2. Pergerakan Harga Tidak Mencerminkan Fundamental
Ciri kedua yaitu ketidaksesuaian antara pergerakan harga dan kinerja fundamental perusahaan. Harga saham bisa melonjak 20–30% dalam sehari meski tidak ada laporan keuangan positif, kontrak baru, atau berita penting lainnya.
Sebaliknya, ketika muncul kabar buruk, harganya sering tidak menunjukkan perubahan berarti. Hal ini menandakan bahwa pergerakan harga lebih dikendalikan oleh pihak tertentu daripada mekanisme pasar yang sehat.
Berdasarkan data BEI, saham dengan fundamental yang kuat biasanya menunjukkan korelasi positif antara kinerja keuangan dan pergerakan harga dalam jangka menengah hingga panjang.
3. Sering Muncul di Grup Pompom Saham
Di era media sosial, saham gorengan sering dipromosikan secara masif melalui grup Telegram, WhatsApp, atau forum investasi online. Fenomena ini dikenal dengan istilah “pompom saham.”
Caranya cukup sederhana, sekelompok orang menyebarkan rekomendasi beli dengan target harga yang sangat tinggi. Ketika banyak investor ritel ikut membeli, harga saham naik, lalu pihak yang sudah membeli lebih dulu menjual sahamnya untuk meraih keuntungan. Beberapa tanda saham sedang dipompom antara lain:
• Target harga yang diunggulkan tidak realistis.
• Tidak ada analisis fundamental yang jelas atau mendalam.
• Menggunakan bahasa provokatif seperti “auto cuan,” “pasti naik,” atau “buruan sebelum terlambat.”
• Admin grup tidak memiliki kredensial resmi sebagai analis bersertifikat.
Kenapa Saham Gorengan Berisiko Tinggi?
Beberapa faktor yang membuat saham gorengan memiliki risiko tinggi:
• Harga Mudah Dimanipulasi: Pergerakan harga sering dikendalikan oleh “bandar” atau pihak tertentu, bukan oleh mekanisme supply dan demand yang alami.
• Sulit Dianalisis: Harga tidak mencerminkan kinerja fundamental perusahaan, metode analisis seperti rasio keuangan atau valuasi sering kurang relevan.
• Likuiditas Palsu: Meski terlihat ramai diperdagangkan, likuiditas bisa hilang mendadak saat “bandar” berhenti bermain.
• Risiko Kerugian Besar: Investor ritel sering terjebak membeli di harga tinggi, lalu harga tiba-tiba turun sebelum mereka sempat menjual.
Tips Menghindari Saham Gorengan
Untuk menghindari jebakan saham gorengan, investor pemula bisa menerapkan beberapa langkah berikut:
• Periksa Fundamental Perusahaan: Teliti laporan keuangan, laba bersih, arus kas, dan utang. Jika kinerjanya lemah, tetapi harga saham melonjak tajam, itu pertanda waspada.
• Perhatikan Kapitalisasi Pasar: Saham dengan market cap kecil cenderung lebih mudah digoreng.
• Pantau Volume Perdagangan: Waspadai saham yang tiba-tiba ramai diperdagangkan tanpa alasan jelas.
• Ikuti Informasi Resmi: Pastikan kenaikan harga didukung oleh corporate action, seperti akuisisi atau ekspansi.
• Bandingkan dengan Saham Sejenis: Apabila saham lain di sektor sama stabil, sementara satu saham melonjak tanpa alasan, kemungkinan itu saham gorengan.
• Gunakan Platform Terpercaya: Pilih aplikasi investasi dengan reputasi baik dan akses ke saham global.
• Pelajari Pola Historis: Saham gorengan biasanya memiliki riwayat pergerakan harga yang ekstrem, lihat data masa lalu sebelum memutuskan.
• Fokus Pada Perusahaan Mapan: Daripada berspekulasi pada saham gorengan, lebih aman membangun portofolio dengan saham blue chip yang prospeknya jelas.
Memahami apa itu saham gorengan sangat penting bagi investor, terutama pemula. Saham jenis ini memiliki pergerakan harga yang tidak mencerminkan kinerja fundamental perusahaan dan sering dimanipulasi oleh pihak tertentu demi keuntungan cepat.
Karena risikonya tinggi, investor sebaiknya berhati-hati, memeriksa fundamental, memantau volume perdagangan, dan lebih memilih saham dengan prospek jelas daripada tergiur lonjakan harga sesaat.

