Bagaimana Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1% BBCA?
Bagaimana struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBCA atau PT Bank Central Asia Tbk? Otoritas pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan data ini secara resmi.
BEI dan KSEI mempublikasikan data kepemilikan saham perusahaan yang tercatat melebihi 1 persen kepada masyarakat. Kebijakan ini berdasarakan Keputusan Dewan Komisioner Nomor 1/KDK.04/2026 yang menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Berdasarkan keputusan tersebut, KSEI akan mulai mempublikasikan informasi kepemilikan saham perusahaan di atas 1 persen setiap bulan. Nantinya, masyarakat luas dapat mengakses informasi daftar pemilik saham di atas 1 persen berbagai perusahaan melalui laman resmi BEI, termasuk saham BBCA.
Hal ini bagian dari upaya meningkatkan transparansi di pasar modal Indonesia. Lantas seperti apa struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBCA?
Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen BBCA
Informasi mengenai kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen BBCA dapat diakses secara mudah melalui situs resmi BEI. Berikut struktur kepemilikan saham di atas 1 Persen BBCA:
PT Dwimuria Investama Andalan
PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) asal Indonesia adalah perusahaan holding investasi milik Hartono bersaudara, Robert Budi Hartono & Bambang Hartono. Perusahaan ini bertindak sebagai pemegang saham mayoritas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Dalam informasi yang dirilis KSEI, PT Dwimuria Investama Andalan memiliki total holding share atau total kepemilikan saham BBCA sebanyak 54,94 persen atau sebesar 67.729.950.000 menjadikannya pengendali utama BCA.
Anthoni Salim
Anthoni Salim juga masuk dalam struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBCA. Pengusaha asal Indonesia ini juga memegang 1,15 persen atau sekitar 1.416.306.835 saham BCA.
PT Tricipta Mandhala Gumilang
Struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBCA selanjutnya dipegang oleh PT Tricipta Mandhala Gumilang. Perusahaan asal Indonesia ini merupakan perusahaan investasi yang terafiliasi dengan Grup Djarum.
Pemilik perusahaan ini juga berasal dari generasi ketiga dan keempat keluarga Hartono. PT Tricipta Mandhala Gumilang memiliki total holding share 1,07 persen saham BBCA atau sebesar 1.313.250.000.
PT Caturguwiratna Sumapala
PT Caturguwiratna Sumapala menjadi pemegang saham BBCA di atas 1 persen selanjutnya. Perusahaan asal Indonesia ini juga merupakan perusahaan holding atau entitas investasi yang terafiliasi dengan Grup Djarum.
Perusahaan ini dikelola oleh generasi ketiga dan keempat keluarga Hartono. Dalam informasi yang dirilis KSEI, PT Caturguwiratna Sumapala memiliki total holding share saham BCA sebanyak 1,02 persen atau sebesar 1.261.750.000.
BEI dan KSEI Akan Menyediakan Data Kepemilikan Saham Perusahaan
OJK menetapkan BEI dan KSEI sebagai pihak yang bertugas menyediakan data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik. Dengan adanya kebijakan ini, investor dan para pemangku kepentingan dapat mengakses informasi mengenai struktur kepemilikan saham emiten secara lebih teratur dan sistematis.
BEI dan KSEI juga menegaskan bahwa data tersebut akan disajikan secara terstruktur agar memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai komposisi pemegang saham yang memiliki porsi di atas 1 persen. Informasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham perusahaan yang tercatat di BEI.
Dengan publikasi rutin data kepemilikan saham di atas 1 persen, investor diharapkan memperoleh referensi yang lebih akurasi untuk pengambilan keputusan investasi. Kebijakan ini juga bertujuan memperkokoh kepercayaan, integritas, dan kredibilitas pasar modal domestik.
Mengapa Informasi Kepemilikan Saham Perusahaan Penting?
Mengapa informasi mengenai struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBCA dan perusahaan lain penting? Mengutip laman OJK, Mengetahui siapa saja pemegang saham di atas 1 persen penting bagi investor karena pemegang saham besar biasanya memiliki pengaruh signifikan terhadap arah kebijakan perusahaan.
1. Pengaruh Terhadap Kebijakan Perusahaan
Pemegang saham lebih dari 1 persen memiliki peran penting dalam menentukan keputusan strategis, seperti dividen atau aksi korporasi. Informasi ini membantu investor memahami bagaimana perubahan kepemilikan dapat memengaruhi arah kebijakan perusahaan.
2. Informasi Free Float dan Likuiditas
Mengetahui pemegang saham besar membantu menghitung free float secara akurat, menilai likuiditas saham, dan memahami potensi pergerakan pasar. PT Bank Central Asia Tbk memiliki free float 45 persen, sementara sisanya dikuasai pengendali, memberi gambaran jelas mengenai distribusi saham dan peluang perdagangan publik.
3. Deteksi Manipulasi Pasar
Transparansi kepemilikan saham utama memungkinkan investor dan regulator mengidentifikasi transaksi mencurigakan lebih awal. Kasus IPO PT Sriwahana Adityakarta Tbk menunjukkan pentingnya data pemegang saham besar untuk mendeteksi potensi manipulasi harga.
Itulah ulasan lengkap mengenai struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBCA yang dirilis KSEI.

