Apa Itu Covid Cicada? Varian Covid Baru yang Telah Merebak di 25 Negara

Izzul Millati
31 Maret 2026, 08:30
Apa itu covid Cicada?
unsplash.com
Apa itu covid Cicada?
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Peningkatan kasus baru Covid-19 varian Cicada kembali terjadi di berbagai negara, setelah jenis baru covid ini telah terdeteksi di sedikitnya 23 hingga lebih dari 25 negara di dunia.

Varian ini awalnya teridentifikasi di Afrika Selatan, kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan menjangkau kawasan Eropa. Lonjakan kasus di sejumlah wilayah membuat para ahli kesehatan memberikan perhatian serius terhadap potensi dampaknya terhadap kesehatan.

Apa Itu Covid Cicada?

Apa itu covid Cicada?
Apa itu covid Cicada? (unsplash.com)

 

Covid cicada merupakan subvarian virus SARS-CoV-2 turunan Omicron dengan kode ilmiah BA.3.2. Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), varian ini pertama kali terdeteksi pada November 2024 di Afrika Selatan.

Setelah kemunculan awal tersebut, varian ini sempat tidak terdeteksi secara luas. Namun, sejak akhir 2025 hingga 2026, kasusnya mulai meningkat dan menyebar ke berbagai negara.

Dalam dunia epidemiologi, kondisi tersebut dikenal sebagai cryptic circulation atau peredaran tersembunyi. Artinya, virus tetap beredar di masyarakat dalam tingkat rendah sehingga tidak terpantau secara signifikan, sebelum akhirnya kembali muncul dalam jumlah besar.

Varian Cicada merupakan turunan dari Omicron dengan jumlah mutasi yang sangat tinggi, yakni sekitar 70 hingga 75 mutasi pada bagian spike protein. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan varian seperti JN.1 dan LP.8.1 yang hanya memiliki sekitar 30 hingga 40 mutasi. 

Selain itu, varian ini juga termasuk dalam kategori variant under monitoring oleh WHO serta memiliki potensi kemampuan immune escape atau menghindari sistem kekebalan tubuh.

Jumlah mutasi yang lumayan tinggi membuat varian ini secara genetik cukup berbeda. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena dapat memengaruhi cara virus berinteraksi dengan sistem imun manusia.

Asal Usul Nama Cicada

Istilah cicada bukan merupakan nama resmi dari World Health Organization (WHO), melainkan hanya nickname yang berkembang di berbagai media. Epidemiolog dari Griffith University Australia, dr Dicky Budiman, menjelaskan bahwa nama tersebut terinspirasi dari karakter serangga cicada atau tonggeret.

Serangga ini memiliki siklus hidup unik, yakni bersembunyi di dalam tanah dalam waktu lama sebelum muncul ke permukaan secara serentak. Pola ini dianggap mirip dengan varian BA.3.2.

Varian ini diketahui sudah ada sejak 2024, kemudian mengalami fase cryptic circulation sehingga tidak terdeteksi dalam periode tertentu. Akan tetapi, pada akhir 2025 varian Cicada kembali muncul dan menyebar ke berbagai negara.

Dr Dicky menggambarkan karakter varian ini bukan lebih mematikan, melainkan lebih “licin” secara imunologis. Artinya, virus memiliki kemampuan lebih baik dalam menghindari sistem kekebalan tubuh dan cepat menyebar. 

Penyebaran Varian Cicada

Penyebaran varian cicada terjadi dalam waktu relatif singkat dan menjangkau banyak wilayah. Setelah pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, varian ini menyebar ke berbagai negara.

Hingga saat ini, varian tersebut telah ditemukan di sedikitnya 23 negara, bahkan dilaporkan telah menjangkau lebih dari 25 negara di berbagai kawasan.

Beberapa fakta terkait penyebaran varian ini menunjukkan bahwa virus telah terdeteksi di Afrika Selatan, Amerika Serikat, hingga kawasan Eropa, kemudian menyebar ke lebih dari 20 negara secara global. 

Peningkatan kasus mulai terlihat sejak akhir 2025 dan hingga kini varian tersebut masih berada dalam pemantauan oleh WHO karena berpotensi memicu lonjakan kasus jika tidak dikendalikan.

Apakah Varian Covid Cicada Mematikan?

Meski memiliki jumlah mutasi yang tinggi, hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat bahwa varian ini menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan varian sebelumnya.

Beberapa karakteristik penting dari varian ini meliputi kemampuan immune escape yang membuatnya lebih mudah menghindari sistem kekebalan tubuh, potensi penularan yang lebih tinggi, namun tidak terbukti meningkatkan angka kematian. 

Gejala yang ditimbulkan cenderung ringan hingga sedang, dan vaksin yang tersedia saat ini masih efektif dalam mencegah gejala berat.

Laporan awal juga menunjukkan bahwa varian ini tidak berkaitan dengan peningkatan signifikan pada tingkat keparahan penyakit maupun angka kematian. Namun, potensi risiko tetap ada jika virus terus berkembang.

Gejala Covid Cicada yang Perlu Diwaspadai

Dari sisi gejala, varian cicada tidak menunjukkan perbedaan mencolok dibandingkan varian Covid-19 lainnya. Gejala yang muncul umumnya berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atas.

Penting untuk mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Berikut gejala yang sering muncul setelah terkena virus ini:

  • Demam
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Penurunan indera penciuman atau perasa

Upaya Pencegahan Covid Cicada

Kemunculan varian baru seperti cicada menunjukkan bahwa pandemi belum sepenuhnya berakhir. Oleh karena itu, langkah pencegahan tetap menjadi hal penting.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mencuci tangan secara rutin
  • Menggunakan masker saat sakit atau di keramaian
  • Menjaga jarak fisik bila diperlukan
  • Melengkapi vaksinasi dan booster
  • Menghindari aktivitas saat kondisi tubuh tidak fit
  • Melakukan tes jika mengalami gejala

Vaksinasi tetap menjadi perlindungan utama karena terbukti mampu mengurangi risiko gejala berat, kebutuhan rawat inap, hingga kematian.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan