Profil Airlangga Hartarto, Tokoh Ekonomi RI di Balik Kebijakan Strategis
Katadata Indonesia akan kembali menggelar Indonesia Data and Economic (IDE) Katadata Future Forum 2026 pada 15 April 2026 di The Ballroom, Djakarta Theater. Bertajuk "Adapting to What Comes Next", acara ini merupakan orum strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas arah kebijakan, ekonomi, dan inovasi berbasis data di Indonesia.
IDE Katadata Future Forum 2026 juga akan menjadi ruang diskusi untuk memahami tantangan dan peluang ke depan serta menyiapkan langkah strategis menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam acara ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akan menjadi pembicara mengenai "Empowering Indonesia’s Middle Class: Fiscal Innovation for Resilient Growth".
Airlangga Hartarto merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia periode 2024-2029 pada Kabinet Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo-Gibran. Sebelumnya, ia juga menjabat posisi yang sama periode 2019-2024 pada Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo-K.H Ma'ruf Amin.
Airlangga Hartarto pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Emiten Indonesia periode 2011-2014. Airlangga juga adalah Ketua Komisi VII DPR RI (2006-2009) membidangi energi, lingkungan hidup dan ristek dari Fraksi Partai Golkar.
Secara lebih lengkap, berikut rincian profil Airlangga Hartarto:
Profil Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto lahir pada 1 Oktober 1962 di Surabaya Jawa Timur. Ia dikenal sebagai tokoh politikus sekaligus pengusaha asal Indonesia.
Airlangga Hartarto merupakan anak dari Hartarto Sastrosoenarto dan Hartini Hartarto. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1981, dan kemudian meraih gelar di jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada tahun 1987.
Selama kuliah, ia aktif sebagai Wakil Ketua OSIS di SMA Kanisius, dan terpilih sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM, serta menjabat sebagai Ketua Barisan Muda KOSGORO 1957. Ia melanjutkan studi di AMP Wharton School, Universitas Pennsylvania, dan lulus pada tahun 1993.
Selanjutnya, ia memperoleh gelar MBA dari Universitas Monash, Australia, pada tahun 1996, dan Master of Management Technology (MMT) dari Universitas Melbourne, Australia, pada tahun 1997. Pada 2019, ia dianugerahi gelar Doktor Kehormatan dalam Kebijakan Pembangunan dari The Korea Development Institute (KDI) School of Public Policy and Management di Korea Selatan.
Pada tahun 2020, ia mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa di bidang Manajemen Olahraga dari Universitas Negeri Semarang. Airlangga menikah dengan Yanti K. Isfandiary dan memiliki anak bernama Adanti, Ravindra, Audi, Dines, Bianda, Latascha, Maisara dan Natalie.
Mengutip Katadata, Airlangga mengagumi ajaran Mahatma Gandhi menyangkut tujuh hal yang harus dihindari, yakni kaya tanpa bekerja, kesenangan tanpa kesadaran, pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moral, ilmu tanpa kemanusiaan, penghargaan tanpa pengorbanan, dan politik tanpa prinsip.
Karir Politik Airlangga Hartarto
Karier politik Airlangga dimulai ketika masuk ke DPR tahun 2004. Tiga periode telah dilewati sebagai anggota DPR, yaitu pada 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019. Pada periode 2009-2014, ia bertugas sebagai Ketua Komisi VI DPR-RI membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM, dan BUMN.
Namun, kiprah Airlangga di Golkar mulai naik sejak menjabat sebagai Wakil Bendahara DPP Golkar tahun 2004-2009. Sebelum resmi mengundurkan diri, Airlangga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2017-2024.
Karier politik Airlangga dimulai ketika masuk ke DPR tahun 2004. Tiga periode telah dilewati sebagai anggota DPR, yaitu pada 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019.
Pada periode 2009-2014, ia bertugas sebagai Ketua Komisi VI DPR-RI membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM, dan BUMN. Sedangkan, pada tahun 2014-2019, Airlangga bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan riset teknologi.
Pada tahun 2007, ia terpilih menjadi Ketua Umum Golkar. Airlangga kini menjabat sebagai menteri di Kabinet Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sebelumnya, pada masa pemerintahan Jokowi periode 2014-2019, Airlangga juga sempat menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada tahun 2016-2019.
Tidak hanya itu, Airlangga juga sempat menjabat sebagai komisaris di beberapa perusahaan besar. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar.
Selain bergelut di dunia politik, Airlangga juga pernah menjabat Ketua Dewan Insinyur PII, Ketua Umum Asoiasi Emiten Indonesia (AEI), Ketua Umum Pengurus Besar Wushu hingga Ketua Dewan Pertimabngan Bapera. Meski mundur dari kursi Ketua Umum Partai Golkar, tidak menyurutkan sosok Airlangga yang sebenarnya.
Airlangga Hartarto menulis buku Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia (terbitan Andi Offset, Yogyakarta, 2004). Airlangga adalah putra dari Ir. Hartarto yang pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).
Demikian informasi mengenai profil Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yang akan menjadi menjadi salah satu narasumber IDE Katadata Future Forum 2026.

