Daftar Lengkap Saham RI yang Ditendang MSCI, Apa Pengaruhnya Bagi IHSG?

Izzul Millati
14 Mei 2026, 15:49
Daftar Lengkap Saham RI yang Ditendang MSCI
Katadata
Daftar Lengkap Saham RI yang Ditendang MSCI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali melakukan penyesuaian indeks atau rebalancing terhadap saham-saham global pada Mei 2026. Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa (13/5) dan langsung menjadi perhatian pelaku pasar modal Indonesia karena sejumlah emiten domestik dikeluarkan dari indeks acuan investasi global tersebut.

MSCI merupakan perusahaan penyedia indeks saham global yang kerap dijadikan acuan oleh investor institusi, manajer investasi, hingga produk investasi pasif seperti exchange traded fund (ETF). Karena itu, perubahan komposisi indeks MSCI dapat mempengaruhi arus modal asing dan pergerakan harga saham di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam peninjauan kali ini, MSCI resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index. Selain itu, terdapat 13 saham domestik lain yang dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index. Penyesuaian tersebut akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026.

Keputusan MSCI ini menjadi sorotan karena menyangkut posisi Indonesia di mata investor global. Sejumlah analis menilai keluarnya beberapa saham besar dari indeks MSCI dapat memicu tekanan jual asing dalam jangka pendek, terutama pada saham yang terdampak langsung.

Fenomena tersebut membuat daftar Saham RI yang Ditendang MSCI menjadi perhatian investor dan pelaku pasar. Pasalnya, saham yang keluar dari indeks global biasanya akan mengalami penyesuaian kepemilikan oleh investor institusi yang mengikuti komposisi MSCI.

Saham RI yang Ditendang MSCI dari Indeks Utama

Saham RI yang Ditendang MSCI dari Indeks Utama
Saham RI yang Ditendang MSCI dari Indeks Utama (Katadata)

 

Dalam evaluasi terbaru, MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia berkapitalisasi besar dan menengah dari MSCI Global Standard Index. Penghapusan tersebut dilakukan setelah MSCI menilai sejumlah saham tidak lagi memenuhi kriteria indeks, terutama terkait likuiditas dan tingkat saham publik atau free float.

Enam saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index tersebut meliputi:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Dari keenam emiten tersebut, saham AMRT masih dipertahankan MSCI dengan dipindahkan ke MSCI Global Small Cap Indexes atau kategori saham berkapitalisasi kecil. Sementara lima saham lainnya tidak masuk ke indeks lain dalam peninjauan kali ini.

Daftar Saham RI yang Ditendang MSCI tersebut langsung memicu reaksi pasar. Sejumlah saham tercatat mengalami tekanan jual setelah pengumuman resmi MSCI dirilis. Investor asing dinilai mulai melakukan penyesuaian portofolio untuk mengikuti komposisi indeks terbaru.

Analis pasar modal menilai langkah MSCI berkaitan dengan evaluasi terhadap kualitas pasar saham Indonesia. MSCI sebelumnya menyoroti persoalan konsentrasi kepemilikan saham dan minimnya saham beredar di publik pada sejumlah emiten domestik.

Saham Indonesia yang Keluar dari MSCI Small Cap

Selain menghapus enam saham dari indeks utama, MSCI juga mengeluarkan 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Index. Penyesuaian tersebut menambah daftar emiten domestik yang terdampak rebalancing MSCI pada Mei 2026.

Adapun saham yang dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index meliputi:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  • PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  • PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Keluarnya sejumlah emiten dari MSCI Small Cap diperkirakan turut mempengaruhi pergerakan harga saham dalam jangka pendek. Investor institusi global yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan umumnya akan melakukan penyesuaian kepemilikan saham sesuai komposisi terbaru.

Meski demikian, sejumlah analis menilai dampak dari keluarnya saham dari indeks MSCI biasanya bersifat sementara. Pergerakan saham dalam jangka panjang tetap ditentukan oleh fundamental perusahaan, kinerja keuangan, serta kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Mengapa MSCI Menghapus Sejumlah Saham Indonesia?

MSCI melakukan evaluasi indeks secara berkala untuk memastikan saham yang masuk dalam indeks memenuhi standar tertentu. Penilaian dilakukan berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas perdagangan, serta tingkat kepemilikan saham publik.

Dalam beberapa tahun terakhir, MSCI menaruh perhatian terhadap kondisi pasar modal Indonesia, terutama terkait konsentrasi kepemilikan saham pada sejumlah emiten. Tingginya kepemilikan oleh kelompok tertentu dinilai dapat memengaruhi mekanisme pembentukan harga saham secara wajar.

Selain itu, MSCI juga menyoroti transparansi data kepemilikan saham dan kualitas likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi terhadap saham Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya telah merespons perhatian MSCI melalui sejumlah langkah reformasi pasar modal. Salah satunya dengan mendorong peningkatan ketentuan minimum free float agar lebih banyak saham beredar di publik.

Pembenahan tersebut dinilai penting untuk menjaga daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global. Sebab, posisi Indonesia dalam indeks MSCI dapat mempengaruhi aliran modal asing ke pasar domestik.

Di tengah keluarnya sejumlah emiten, MSCI masih mempertahankan puluhan saham Indonesia lain dalam indeks global. Saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI tetap menjadi konstituen utama MSCI Indonesia.

Dampak Rebalancing MSCI terhadap IHSG

Penyesuaian indeks MSCI biasanya berdampak langsung terhadap pasar saham domestik. Ketika sebuah saham dikeluarkan dari indeks, investor global cenderung melakukan aksi jual agar portofolio tetap sesuai dengan komposisi indeks terbaru.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan volatilitas perdagangan dan menekan harga saham dalam jangka pendek. Pada perdagangan setelah pengumuman MSCI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak fluktuatif akibat aksi jual investor asing pada sejumlah saham terkait.

Keberadaan Saham RI yang Ditendang MSCI juga dinilai dapat mempengaruhi bobot Indonesia dalam indeks pasar berkembang atau emerging market. Jika bobot Indonesia turun, potensi aliran dana asing ke pasar saham domestik juga dapat ikut berkurang.

Meski begitu, sejumlah analis melihat keputusan MSCI sebagai momentum bagi Indonesia untuk memperbaiki kualitas pasar modal. Reformasi yang dilakukan regulator diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas pasar domestik dalam jangka panjang.

Ke depan, investor diperkirakan akan lebih selektif memilih saham dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan tata kelola yang baik. Faktor tersebut menjadi penting agar emiten dapat bertahan dalam indeks global dan tetap menarik bagi investor asing.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan