Profil Harry Kane: Pencetak Gol Terbanyak Inggris di Piala Dunia 2026

Izzul Millati
29 Juni 2026, 15:59
Profil Harry Kane: Pencetak Gol Terbanyak Inggris di Piala Dunia 2026
independent.co.uk
Profil Harry Kane: Pencetak Gol Terbanyak Inggris di Piala Dunia 2026
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pergelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara tidak hanya menyajikan persaingan antar tim raksasa, melainkan juga catatan rekor baru yang masuk dalam lembaran sejarah sepak bola dunia.

Salah satu spotlight utama dalam turnamen edisi kali ini adalah penampilan gemilang dari kapten sekaligus penyerang andalan Timnas Inggris, Harry Kane

Pemain depan yang kini merumput di Jerman tersebut berhasil mengantarkan dirinya sebagai penyerang paling produktif sepanjang masa untuk negaranya di kancah turnamen empat tahunan paling bergengsi ini.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Inggris melakoni laga krusial dalam babak penyisihan Grup L. Pada pertandingan penentu yang digelar di Stadion New Jersey, Amerika Serikat, skuad berjuluk The Three Lions tersebut berhasil memetik kemenangan penting atas Panama dengan skor akhir 2-0 pada Minggu (28/6/2026) pagi WIB. 

Hasil positif ini tidak hanya mengunci posisi Inggris sebagai juara grup untuk melangkah ke babak 32 besar, tetapi juga menjadi momen pembuktian ketajaman bagi sang striker setelah sukses mengakhiri 'kutukan' kebuntuan di laga-laga sebelumnya.

Perjuangan Menundukkan Panama di New Jersey

Persaingan di putaran final turnamen akbar selalu menghadirkan tensi tinggi dan membutuhkan ketahanan mental yang luar biasa. Hal tersebut terlihat jelas ketika Inggris sempat mengalami kesulitan besar untuk membongkar lini pertahanan rapat Panama sepanjang babak pertama pertandingan pamungkas Grup L. 

Meskipun skuad Inggris tampil sangat dominan dengan menguasai jalannya permainan hingga 75 persen penguasaan bola, mereka tetap gagal membobol gawang lawan sebelum turun minum. 

Di sisi lain, Panama yang menerapkan formasi bertahan 5-4-1 beberapa kali sempat memberikan ancaman berbahaya ke lini pertahanan Inggris melalui skema serangan balik cepat yang dimotori oleh Jose Luis Rodriguez dan kawan-kawan.

Memasuki babak kedua, pelatih Thomas Tuchel mengambil keputusan taktis untuk tetap mempertahankan 11 pemain utamanya di lapangan tanpa melakukan pergantian satu pun. Strategi ini mulai menunjukkan hasil positif ketika pada menit ke-52 terjadi situasi kemelut berbahaya di depan gawang Panama yang melibatkan Harry Kane, meskipun barisan pertahanan lawan masih sigap menyelamatkan bola dari garis gawang. Tiga menit berselang, gelombang serangan Inggris kembali datang lewat sepakan keras Marcus Rashford, tetapi bola hanya menerpa sisi luar jaring gawang Panama.

Gol yang ditunggu-tunggu oleh publik Inggris akhirnya pecah pada menit ke-62 berkat aksi Jude Bellingham. Berawal dari eksekusi sepak pojok yang dilepaskan oleh Bukayo Saka, Bellingham sukses menyambar bola tepat di depan muka gawang untuk membawa Inggris unggul 1-0. Gol pemecah kebuntuan dari Bellingham tersebut seolah mengangkat beban berat dari pundak para pemain Inggris.

Hanya berselang lima menit kemudian, tepatnya pada menit ke-67, Inggris berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Bellingham yang bergerak aktif di sisi kiri mengirimkan umpan silang matang ke depan gawang, yang langsung disambut oleh Harry Kane lewat sundulan kepala akurat untuk menyegel kemenangan. Guna mengamankan keunggulan di sisa waktu, Tuchel menyuntikkan tenaga baru dengan memasukkan pemain seperti Eberechi Eze, Djed Spence, Noni Madueke, Jordan Henderson, hingga Ollie Watkins hingga peluit panjang berbunyi.

Ancaman Mistis Nana Kwaku Bonsam di Stadion Boston

Sebelum merayakan kelolosan di New Jersey, tensi panas sudah menyelimuti langkah Inggris sejak laga kedua Grup L yang berlangsung di Stadion Boston, Massachusetts, Amerika Serikat pada 24 Juni 2026. Laga melawan Ghana tersebut bernilai sangat penting bagi kedua tim demi mengamankan tiket menuju fase gugur. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh seorang dukun terkenal asal Ghana bernama Nana Kwaku Bonsam untuk melancarkan perang urat syaraf bernuansa supranatural.

Melalui pernyataannya kepada media yang dikutip dari Kompas.com pada 23 Juni 2026, Bonsam secara terbuka mengklaim bahwa ia tengah mengarahkan kemampuan spiritualnya secara khusus untuk mengunci pergerakan sang penyerang utama Inggris agar tidak mampu mencetak gol ke gawang negaranya. Bonsam menegaskan bahwa ia tidak berniat membuat kapten Inggris tersebut mengalami cedera serius, melainkan hanya ingin melumpuhkan ketajamannya di atas lapangan hijau demi membantu kemenangan Ghana. Meskipun ancaman mistis ini sempat memicu perbincangan hangat di media internasional, taktik non-teknis tersebut terbukti gagal menggoyahkan fisik maupun mental sang pemain. Walaupun pertandingan ketat melawan Ghana itu berakhir imbang dengan skor 0-0, Harry Kane tetap tampil penuh memimpin lini serang dan berada dalam kondisi kebugaran yang prima.

Pemecahan Rekor Gol Legendaris Gary Lineker

Satu gol berharga yang dilesakkan ke gawang Panama tidak hanya memastikan kemenangan Inggris, tetapi juga membawa sang kapten resmi melampaui rekor gol yang telah bertahan selama puluhan tahun di Timnas Inggris. 

Sebelum kompetisi tahun ini dimulai, rekor pencetak gol terbanyak The Three Lions di putaran final Piala Dunia dipegang oleh striker legendaris Gary Lineker dengan koleksi 10 gol. Catatan emas milik Lineker yang bertahan selama 36 tahun sejak Piala Dunia 1990 akhirnya resmi terlewati di New Jersey.

Kini, Harry Kane telah mengoleksi total 11 gol sepanjang keikutsertaannya dalam tiga edisi Piala Dunia yang berbeda, mulai dari edisi Rusia 2018, Qatar 2022, hingga edisi Amerika Utara 2026.

Pada turnamen tahun ini, ia telah mengemas 3 gol, yang lahir dari sepasang gol (brace) kala menumbangkan Kroasia 4-2 dan satu gol penentu ke gawang Panama. Keberhasilan ini menempatkan namanya sendirian di puncak daftar penyerang tersubur Inggris di turnamen antarklub dunia tersebut, mengungguli deretan legenda sepak bola Inggris lainnya.

Berikut adalah daftar pemain dengan torehan gol terbanyak untuk Timnas Inggris di putaran final Piala Dunia sepanjang sejarah hingga akhir fase grup edisi 2026:

  • Harry Kane: 11 gol (14 pertandingan)

  • Gary Lineker: 10 gol (12 pertandingan)

  • Sir Geoff Hurst: 5 gol (6 pertandingan)

  • Bobby Charlton: 4 gol (14 pertandingan)

  • Michael Owen: 4 gol (12 pertandingan)

  • Marcus Rashford: 4 gol (13 pertandingan)

Dengan total 11 gol tersebut, ia kini berada di jajaran sembilan besar pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia secara global. Jumlah gol tersebut bahkan melampaui koleksi mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo, yang mencatatkan 10 gol sepanjang karier internasionalnya di putaran final turnamen ini namun dengan jumlah penampilan yang jauh lebih banyak, yakni 25 pertandingan.

Jejak Karier dan Profil Harry Kane di Level Klub

Konsistensi luar biasa di panggung internasional merupakan buah dari perjalanan panjang yang telah ia tunjukkan sejak awal meniti karier profesional. Lahir di London, Inggris, pada 28 Juli 1993 dengan nama lengkap Harry Edward Kane, ia tumbuh menjadi salah satu penyerang modern terbaik di dunia berkat kemampuan mencetak gol yang lengkap, visi permainan yang luas, serta karakter kepemimpinan yang kuat.

Perjalanan karier sepak bolanya dimulai dari tim junior lokal, Ridgeway Rovers FC, sebelum akhirnya bakat besarnya mulai melejit secara signifikan saat berada di bawah asuhan manajer Mauricio Pochettino di Tottenham Hotspur pada musim 2014-2015. 

Di bawah bimbingan pelatih asal Argentina tersebut, ia menjelma menjadi penyerang yang sangat ditakuti di kompetisi Premier League. Profil Harry Kane semakin berkilau setelah ia sukses memenangkan gelar pencetak gol terbanyak Liga Inggris sebanyak tiga kali, yakni pada musim 2015-2016 (25 gol), 2016-2017, dan 2020-2021. Kendati tampil tajam bersama Tottenham, ia sempat mengalami kekecewaan besar saat timnya kalah 0-2 dari Liverpool pada final UEFA Champions League tahun 2019.

Ambisi besar untuk meraih trofi utama dalam karier profesionalnya akhirnya terwujud setelah ia mengambil langkah besar dengan hijrah ke kompetisi Jerman untuk bergabung bersama Bayern Munich. Pada musim 2024-2025, ia akhirnya berhasil meraih trofi utama pertama dalam kariernya dengan membantu Bayern Munich menjuarai Bundesliga. Ia tampil sangat impresif sepanjang musim dengan mencatatkan dominasi domestik lewat torehan 26 gol dan delapan assist.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan