Inilah Arti Kimpul, Bahasa yang Sedang Viral di Kalangan User Tiktok

Izzul Millati
31 Agustus 2026, 08:42
Arti Kimpul
pexels.com
Arti Kimpul
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dinamika media sosial belakangan ini kembali memunculkan perbincangan hangat di kalangan masyarakat, khususnya para pengguna platform pembuatan video pendek TikTok. Berbagai istilah yang sebelumnya kurang populer mendadak menjadi viral setelah diunggah oleh para kreator konten. Fenomena kosa kata baru ini memicu rasa penasaran warganet yang berusaha mencari tahu asal-usul serta makna di balik kata yang sedang hangat dibicarakan di linimasa for you page (FYP).

Fenomena tersebut bermula ketika sebuah akun kreator kuliner TikTok @black.sheep8208 mengunggah video memasak pada awal Agustus 2026. Dalam unggahan berdurasi singkat itu, sang pemilik akun mengucapkan kalimat parodi saat hendak membuat mashed potato, namun ia mengganti bahan utamanya dengan menyebut kalimat "saya ganti kimpul". Ungkapan sederhana tersebut kemudian dikutip berulang kali oleh jutaan pengguna internet hingga dianggap sebagai bahasa gaul baru. Oleh karena itu, ulasan mengenai Arti Kimpul menjadi banyak dicari-cari oleh pengguna internet.

Apa Arti Kimpul?

Secara kebahasaan dan agrikultur, kimpul bukan merupakan bahasa gaul atau istilah humor baru. Melansir dari KBBI Kemdikbud, kimpul merupakan nama asli dari jenis tanaman umbi-umbian suku talas-talasan (Araceae) dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium.

Melansir dari CNN Indonesia, tanaman yang di berbagai daerah dikenal dengan sebutan talas belitung, bentul, maupun mbote ini memiliki peran penting sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti beras. Kepopulerannya yang meroket di media sosial membuat masyarakat Gen Z semakin tertarik untuk mengenal keanekaragaman komoditas pertanian lokal.

Karakteristik Botanis dan Asal-Usul Tanaman Kimpul

Apa arti kimpul

Apa arti kimpul (Katadata)

Tanaman umbi ini merupakan tumbuhan herbal menahun yang memiliki daun lebar berbentuk hati atau mata panah. Tumbuhan pangan ini mampu tumbuh subur di wilayah tropis dengan kondisi tanah yang lembab serta cukup mendapat paparan sinar matahari. Dalam peta pertanian lokal, komoditas ini kerap dibudidayakan di pekarangan rumah maupun ladang sebagai tanaman sampingan masyarakat pedesaan di wilayah Jawa dan Sumatra.

Masyarakat urban yang menyimak pembahasan Arti Kimpul perlu mengetahui ciri fisik mendasar dari umbi tradisional ini agar dapat membedakannya dengan jenis talas biasa.

Tanaman ini memiliki umbi induk yang dikelilingi oleh cangkul atau anak umbi berukuran lebih kecil dengan bentuk silindris maupun membulat. Daging bagian dalam umbi umumnya berwarna putih atau krem, serta memiliki tekstur yang pulen, lembut, dan sedikit masir setelah melalui proses pemanasan.

Pemanfaatan dan Cara Pengolahan Kimpul

Sebelum menjadi tren perbincangan di media sosial, umbi ini telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat tradisional sebagai bahan baku berbagai hidangan lezat. Pengolahan yang tepat sangat diperlukan untuk menghilangkan kandungan kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan saat dikonsumsi. Proses perendaman dalam air garam serta perebusan hingga matang sempurna menjadi tahap krusial sebelum olahan pangan ini siap disantap oleh masyarakat.

Pemahaman mengenai Arti Kimpul menjadi semakin lengkap saat melihat tingginya kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal ini. Pemanfaatan paling sederhana dilakukan dengan merebus atau mengukus umbi segar yang disajikan bersama parutan kelapa gurih sebagai camilan tradisional. Selain itu, irisan tipis umbi kerap digoreng garing menjadi keripik renyah beraneka rasa, atau dihaluskan menjadi adonan getuk. Di era modern, komoditas ini juga diolah menjadi tepung umbi alternatif bebas gluten (gluten-free) yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti dan kue kering.

Manfaat Kesehatan dari Mengkonsumsi Kimpul

Selain kaya akan nilai sejarah kuliner, tanaman umbi tradisional ini menyimpan potensi nutrisi yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Kandungan karbohidrat kompleks serta serat pangan di dalamnya menjadikan bahan makanan ini sangat cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang menjalankan program diet atau menjaga stabilitas gula darah.

Kandungan serat yang tinggi di dalam umbi ini bermanfaat untuk memperlancar sistem pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Indeks glikemik yang relatif rendah juga efektif mencegah lonjakan kadar gula darah secara mendadak. Di samping itu, komoditas lokal ini kaya akan vitamin C serta mineral esensial seperti kalium dan fosfor yang dibutuhkan tubuh.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan