Profil John Ternus CEO Apple yang Baru, Gantikan Tim Cook
John Ternus resmi menjabat sebagai CEO Apple yang baru per 1 September 2026. Ia menggantikan Tim Cook yang beralih ke posisi Executive Chairman.
Sebelum naik sebagai CEO Apple yang baru, John Ternus menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering Apple. Namanya ada di balik hampir setiap produk besar Apple, dari iPad hingga Apple Silicon, dari AirPods hingga Apple Vision Pro.
Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru bagi perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut setelah lebih dari satu dekade dipimpin Cook. Lantas, siapa sebenarnya John Ternus, bagaimana perjalanan kariernya di Apple, dan apa saja produk besar yang pernah berada di bawah kepemimpinannya?
Profil John Ternus CEO Apple
Mengutip laman resmi Apple, John Ternus lahir dan besar di California, Amerika Serikat. Ia kemudian menempuh pendidikan di University of Pennsylvania dan meraih gelar Bachelor of Science di bidang Teknik Mesin pada 1997.
JohnTernus bergabung dengan Apple pada 2001 sebagai anggota tim Product Design. Setelah lebih dari dua dekade berkarier di perusahaan tersebut, ia dipercaya menduduki posisi Vice President of Hardware Engineering sebelum kemudian naik menjadi Senior Vice President of Hardware Engineering.
Dalam posisi tersebut, John Ternus bertanggung jawab atas pengembangan perangkat keras berbagai produk Apple, mulai dari iPhone, iPad, Mac, hingga AirPods. Ia juga terlibat dalam sejumlah proyek strategis yang memperkuat integrasi antara teknologi dan desain dalam ekosistem Apple.
Salah satu proyek terbesar yang berada di bawah kepemimpinannya adalah transisi Mac dari prosesor Intel ke chip buatan Apple, yang dikenal sebagai Apple Silicon. Langkah tersebut menjadi salah satu perubahan teknologi paling signifikan dalam sejarah Mac sekaligus memberikan Apple kendali yang lebih besar atas pengembangan perangkat dan sistem operasinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, JohnTernus juga semakin dikenal publik karena kerap tampil dalam acara peluncuran produk Apple. Ia menjadi salah satu eksekutif yang dipercaya untuk memperkenalkan sejumlah teknologi dan produk terbaru perusahaan.
Kedekatannya dengan Tim Cook juga membuat John Ternus mendapat tanggung jawab yang semakin besar di Apple. Kini, setelah resmi menggantikan Cook sebagai CEO, John Ternus menjadi orang yang akan menentukan arah perusahaan dan pengembangan produk Apple di tahun-tahun mendatang.
Dalam pernyataan resminya, John Ternus mengaku bersyukur dipercaya menjadi CEO Apple. Ia juga menyebut dirinya beruntung pernah bekerja bersama Tim Cook dan mendiang Steve Jobs, salah satu pendiri sekaligus mantan CEO Apple.
Gaji dan Kompensasi John Ternus sebagai CEO Apple
John Ternus sebagai CEO Apple yang baru akan menerima paket kompensasi dengan nilai target sekitar 58 juta dollar AS atau sekitar Rp1 triliun untuk tahun fiskal 2027. Besaran tersebut diungkap Apple melalui laporan yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada Selasa, bertepatan dengan hari pertama John Ternus menjabat sebagai CEO.
Dari total paket tersebut, John Ternus akan menerima gaji pokok sebesar 3 juta dollar AS atau sekitar Rp53,2 miliar per tahun. Ia juga mendapatkan hibah saham dengan nilai target mencapai 55 juta dollar AS atau sekitar Rp976 miliar untuk 2027.
John Ternus yang kini berusia 51 tahun sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering Apple. Apple tidak pernah mengungkap secara resmi besaran kompensasi yang diterimanya saat menduduki posisi tersebut.
Namun, eksekutif di level manajemen tersebut umumnya menerima kompensasi sekitar 25 juta dollar AS atau sekitar Rp444 miliar per tahun, yang terdiri dari gaji, saham, dan bonus. Paket kompensasi John Ternus sebagai CEO Apple juga tidak seluruhnya diberikan dalam bentuk gaji tunai.
Sebagian besar berasal dari penghargaan saham yang nilainya dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham Apple. Sebanyak 75 persen penghargaan saham John Ternus akan ditentukan berdasarkan kinerja Apple dibandingkan perusahaan lain yang tergabung dalam indeks S&P 500.
Sementara itu, 25 persen sisanya berupa unit saham berbasis waktu yang akan diberikan secara bertahap setiap enam bulan. Untuk tahun fiskal 2026 yang berakhir pada September, John Ternus juga akan menerima restricted stock units (RSU) secara prorata dengan nilai sekitar 2,5 juta dollar AS atau Rp44,4 miliar.
Apple belum mengungkap besaran bonus tunai yang berpotensi diterima John Ternus. Perusahaan biasanya memberikan bonus tunai dengan nilai sekitar dua kali gaji pokok.
Informasi lebih terperinci mengenai kompensasi para eksekutif Apple biasanya disampaikan menjelang rapat pemegang saham yang digelar pada awal tahun.

