Mitigasi Bencana Erupsi Gunung: ini Langkah yang Harus Dilakukan 

Anggi Mardiana
8 September 2026, 10:16
Mitigasi Bencana Erupsi Gunung
Unsplash
Mitigasi Bencana Erupsi Gunung
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Mitigasi bencana erupsi gunung menjadi hal penting yang perlu diketahui masyarakat, terutama mereka yang tinggal di sekitar kawasan gunung api aktif. Indonesia memiliki banyak gunung api aktif dengan karakteristik bahaya yang berbeda-beda.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga per 7 September 2026, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung. 

Mitigasi bencana tidak hanya dilakukan ketika gunung mulai erupsi. Kesiapsiagaan perlu dibangun sejak sebelum bencana melalui pemahaman mengenai zona rawan, jalur evakuasi, tempat pengungsian, sistem peringatan dini, hingga persediaan kebutuhan darurat.

Mitigasi Bencana Sebelum Erupsi

BNPB juga menekankan pentingnya kesiapan perangkat, sistem peringatan, tempat evakuasi, rencana kontinjensi dan persediaan kebutuhan dasar di daerah yang berpotensi terdampak erupsi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum erupsi gunung antara lain:

  • Kenali zona bahaya. Pahami kawasan yang tidak boleh dimasuki berdasarkan rekomendasi PVMBG.
  • Ketahui jalur evakuasi. Pastikan anggota keluarga mengetahui rute menuju tempat aman.
  • Kenali lokasi pengungsian. Ketahui tempat evakuasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
  • Siapkan tas siaga bencana. Isi dengan masker, obat-obatan pribadi, air minum, makanan siap santap, senter, pakaian, dokumen penting dan kebutuhan dasar lainnya.
  • Siapkan alat pelindung. Masker dan kacamata dapat membantu melindungi saluran pernapasan dan mata ketika terjadi hujan abu.
  • Ikuti simulasi evakuasi. Latihan membantu masyarakat memahami tindakan yang harus dilakukan ketika peringatan diberikan.
  • Pantau informasi resmi. Gunakan informasi dari PVMBG, Badan Geologi, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah.

Mitigasi Bencana Erupsi Gunung 

Mitigasi Bencana Erupsi Gunung
Mitigasi Bencana Erupsi Gunung (Unsplash )

Ketika erupsi terjadi, masyarakat harus mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan evakuasi dari petugas. Jangan mendekati kawah atau memasuki kawasan yang sudah dinyatakan sebagai zona berbahaya. Potensi bahaya yang diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat dan kemungkinan aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi. Apabila hujan abu terjadi, masyarakat sebaiknya:

  • Mengurangi aktivitas di luar rumah. Tetap berada di dalam ruangan selama kondisi abu vulkanik masih mengganggu.
  • Menggunakan masker. Masker digunakan untuk mengurangi paparan abu yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
  • Melindungi mata. Gunakan kacamata pelindung apabila harus keluar rumah.
  • Menutup pintu dan jendela. Langkah ini membantu mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.
  • Mengikuti arahan evakuasi. Apabila pemerintah daerah meminta warga mengungsi, segera menuju tempat yang telah ditentukan.
  • Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat perlu menghindari kepanikan akibat kabar palsu.

Mitigasi Setelah Erupsi Gunung Api

Mitigasi tidak berhenti setelah letusan mereda. Masyarakat harus tetap memperhatikan informasi resmi karena aktivitas gunung api dapat kembali meningkat.

Jangan terburu-buru kembali ke kawasan yang sebelumnya dievakuasi sebelum ada keputusan atau rekomendasi dari pihak berwenang. Kondisi gunung dapat berubah dan bahaya sekunder masih mungkin terjadi.

Abu vulkanik yang menumpuk di lingkungan juga perlu ditangani dengan hati-hati. Gunakan masker dan pelindung mata ketika membersihkan abu. Hindari menghirup debu yang beterbangan dan ikuti petunjuk pemerintah terkait penanganan lingkungan, serta kebutuhan air dan makanan.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi anggota keluarga, terutama anak-anak, lansia dan orang yang memiliki gangguan pernapasan. Apabila muncul keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, segera mencari bantuan layanan kesehatan.

Bahaya Erupsi Gunung Api

Bahaya erupsi Gunung Api perlu diwaspadai karena aktivitas vulkanik dapat menimbulkan berbagai ancaman bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung. Berikut di antaranya:

  • Awan Panas

Merupakan aliran material vulkanik bersuhu sangat tinggi yang terdiri atas gas, batuan, lava, dan material klastik. Aliran ini bergerak mengikuti pengaruh gravitasi dan umumnya mengarah melalui lembah. Suhu awan panas dapat mencapai sekitar 300–700 derajat Celsius, dengan kecepatan lebih dari 70 km/jam, sehingga sangat berbahaya bagi wilayah yang dilaluinya.

  • Aliran Lava

Merupakan magma yang keluar ke permukaan bumi melalui rekahan atau saluran saat terjadi aktivitas vulkanik. Material ini memiliki suhu yang sangat tinggi dan dapat menghancurkan maupun merusak infrastruktur serta berbagai objek yang berada di jalur alirannya.

  • Gas Beracun

Gas vulkanik tertentu dapat membahayakan kesehatan hingga menyebabkan kematian apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi. Beberapa jenis gas yang dapat dikeluarkan gunung api antara lain CO₂, SO₂, Rn, H₂S, HCl, HF, dan H₂SO₄. Sebagian gas tersebut sulit dikenali karena tidak selalu memiliki warna atau bau yang jelas.

  • Lontaran Material Pijar

Material vulkanik dapat terlontar ke udara ketika terjadi letusan magmatik. Material yang keluar dapat berupa batuan atau fragmen pijar dengan ukuran tertentu dan memiliki suhu tinggi. Jangkauan lontarannya dapat mencapai wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi.

  • Hujan Abu Vulkanik

Abu vulkanik merupakan material berukuran sangat halus yang dihasilkan saat erupsi. Setelah keluar dari kawah, abu dapat terbawa dan menyebar mengikuti arah serta kecepatan angin sehingga wilayah terdampaknya dapat berada cukup jauh dari gunung api.

  • Lahar Letusan

Bahaya ini dapat terjadi pada gunung api yang memiliki danau kawah. Saat erupsi berlangsung, air danau dapat bercampur dengan material vulkanik lepas kemudian mengalir ke wilayah yang lebih rendah sebagai banjir lahar.

Dengan memahami mitigasi bencana gunung erupsi, masyarakat dapat mengurangi risiko ketika menghadapi erupsi. Mulai dari menyiapkan kebutuhan darurat, mengenali jalur evakuasi, mematuhi zona bahaya, hingga menggunakan pelindung saat terjadi hujan abu. Kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap arahan PVMBG, BNPB, BPBD serta pemerintah daerah menjadi bagian penting dari mitigasi bencana gunung erupsi untuk melindungi keselamatan masyarakat.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan