25 Daftar Beras Fortifikasi Abal-Abal yang Diungkap Mentan Amran
Daftar beras fortifikasi abal-abal menjadi sorotan usai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar praktik beras fortifikasi palsu. Amran turut menunjukkan sejumlah merek beras fortifikasi yang masuk dalam pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan 25 dari total 27 merek beras fortifikasi dinyatakan tidak memenuhi syarat, sedangkan dua merek lainnya memenuhi ketentuan. Ketidaksesuaian tersebut berkaitan dengan kandungan gizi pada beras yang ditemukan tidak sesuai dengan klaim produsen.
Peredaran beras fortifikasi abal-abal diduga menimbulkan kerugian hingga puluhan triliun rupiah. Amran juga menyoroti harga beras fortifikasi yang mencapai Rp 57.000 per kilogram (kg).
Padahal, berdasarkan perhitungannya, harga beras tersebut seharusnya sekitar Rp 13.000/kg, sementara tambahan biaya untuk proses fortifikasi diperkirakan hanya Rp 1.000. Berikut daftar fortifikasi beras abal-abal yang perlu diwaspadai:
Daftar Beras Fortifikasi Abal-Abal
Berikut daftar beras fortifikasi abal-abal yang diungkap Mentan Andi Amran:
1. Idola Fortifikasi
2. Idola High Quality Whole Grain Rice
3. Idola Long Grain Rice
4. Ikan Mas Cupang
5. AAA Wijaya Kusuma
6. Cantik Manis
7. Penari Bangkok
8. Topi Koki Short Grain
9. Topi Koki Setra Royale
10. Topi Koki Long Grain Crystal
11. HOK-1 Gohan
12. Maknyuss Pulen Gizi
13. Anak Raja Fortifikasi
14. Anak Raja Nusantara
15. Top Anak Raja
16. PMS Induk Ayam
17. Sumo
18. Rasvit
19. FS Nutri Rice
20. Pelikan
21. Rice Rojolele
22. Super Kepala Beras Premium 111
23. 111 Golden Number
24. Putri Koki
25. Wellfarm Beras Diabetes.
Apa Itu Beras Fortifikasi
Melansir laman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Bali, beras fortifikasi adalah beras yang sengaja ditambahkan zat gizi mikro melalui proses teknologi pangan. Proses tersebut umumnya dilakukan setelah padi digiling menjadi beras.
Sejumlah vitamin dan mineral kemudian ditambahkan untuk meningkatkan kandungan gizi beras yang dikonsumsi masyarakat. Beberapa zat gizi yang dapat ditambahkan dalam beras fortifikasi antara lain zat besi, asam folat, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, dan zinc.
Salah satu cara pembuatannya adalah dengan mencampurkan butiran beras khusus yang telah diberi vitamin dan mineral ke dalam beras biasa. Dengan demikian, beras yang dikonsumsi diharapkan tidak hanya menjadi sumber karbohidrat, tetapi juga memberikan tambahan zat gizi mikro.
Ciri-Ciri Beras Fortifikasi Asli atau Palsu
Beras fortifikasi sulit dibedakan secara visual dari warna, bentuk, maupun rasa. Sebagian diproduksi dengan teknologi hot extrusion, yaitu menggiling beras patah jadi tepung, mencampurnya dengan air dan nutrisi, lalu mencetaknya kembali menyerupai butiran beras utuh (kernel).
Kernel fortifikan ini kemudian dicampur ke beras biasa. Metode ekstrusi menghasilkan butiran yang tampak, terasa, dan matang serupa beras reguler. Karena itu, konsumen tidak bisa hanya mengandalkan bentuk fisik untuk mengenali beras fortifikasi.
Salah satu cara mengidentifikasinya yakni melalui label kemasan. Konsumen perlu memeriksa informasi produk, komposisi, tabel nilai gizi, serta sertifikasi SNI resmi dari produsen.
Berapa Harga Beras Fortifikasi?
Pemerintah menetapkan harga ideal beras fortifikasi berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram. Namun, inspeksi Kementan menemukan produk bermasalah yang dipasarkan dengan harga sampai Rp57.000 per kg. Terdapat selisih hingga Rp44.000 per kilogram dari harga acuan.
Angka Rp57.000 per kilogram merupakan harga tertinggi hasil temuan pengawasan, bukan patokan resmi seluruh beras fortifikasi.
Itulah rincian lengkap daftar beras fortifikasi abal-abal yang diungkap Mentan Andi Amran.

