Apa Fungsi AI Data Center di Jawa Barat? Ini Peran dan Kegunaannya
Apa fungsi AI Data Center di Jawa Barat? Pertanyaan ini menjadi perhatian setelah pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendapat sorotan.
Proyek tersebut dikembangkan dengan kapasitas daya listrik yang direncanakan mencapai 640 megawatt (MW). Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada akhir September 2026 menghentikan sementara pembangunan proyek tersebut karena belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Secara umum, AI Data Center merupakan fasilitas infrastruktur digital yang dirancang untuk menyediakan kemampuan komputasi dalam jumlah besar bagi pengembangan, dan pengoperasian teknologi kecerdasan buatan. Kebutuhan infrastrukturnya berbeda dari pusat data konvensional karena AI membutuhkan daya komputasi tinggi, terutama untuk menjalankan prosesor grafis atau GPU, penyimpanan data, jaringan berkecepatan tinggi, serta sistem pendingin khusus.
Kenapa Pembangunan AI Data Center di Jawa Barat Dihentikan?
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara pembangunan data center AI BDX di Jatiluhur, Purwakarta. Dalam keterangannya di Bandung pada Jumat (2/10), Dedi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meresmikan proyek tersebut. Proyek dihentikan karena pihak konsultan masih belum menyelesaikan dokumen dan perizinan, termasuk AMDAL serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Melansir Antara, Institute for Essential Services Reform (IESR) mendukung keputusan Gubernur Jawa Barat, untuk menghentikan sementara pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Center di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
"Pembangunan harus tetap berjalan dengan menghormati keberlanjutan sumber daya air, keandalan listrik, dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi," kata Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Fabby menilai pembangunan proyek yang membutuhkan pasokan air dan listrik dalam jumlah besar seharusnya tidak dilakukan sebelum seluruh izin lingkungan dan perizinan bangunan dipenuhi. Selain itu, dampak pembangunan juga perlu diketahui oleh masyarakat secara terbuka.
Ia menegaskan dukungannya terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menghentikan sementara pembangunan data center tersebut karena masih terdapat sejumlah perizinan yang belum dipenuhi.
Fabby mengatakan proyek tersebut perlu mendapat perhatian dan kehati-hatian khusus, terutama karena kebutuhan airnya diproyeksikan cukup besar pada tahap pengembangan selanjutnya. Kebutuhan air diperkirakan mencapai 384 liter per detik atau sekitar 33 ribu meter kubik per hari.
Apabila dihitung dalam setahun, jumlahnya mencapai lebih dari 12 juta meter kubik. Sumber air tersebut berasal dari Waduk Jatiluhur yang memiliki peran penting dalam mendukung sistem irigasi persawahan di Jawa Barat.
"Beban 640 MW, bila beroperasi penuh sepanjang tahun, setara dengan konsumsi listrik hingga sekitar 5,6 terawatt-jam (TWh) per tahun," katanya menambahkan.
Apa Fungsi AI Data Center di Jawa Barat?
Apa fungsi AI Data Center di Jawa Barat? Salah satu fungsi utamanya adalah menyediakan infrastruktur komputasi berkapasitas besar untuk menjalankan berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Berikut beberapa fungsi AI Data Center di Jawa Barat:
1. Mendukung Pengembangan Teknologi AI
Fungsi utama AI Data Center di Jawa Barat yaitu menjadi tempat untuk menjalankan komputasi yang dibutuhkan dalam pengembangan kecerdasan buatan. Model AI memerlukan pemrosesan data dalam jumlah besar, sehingga membutuhkan infrastruktur yang jauh lebih kuat dibandingkan komputer biasa.
Dengan dukungan GPU dan sistem komputasi berkapasitas besar, data center dapat digunakan untuk melatih, menguji, dan menjalankan model AI.
2. Mengolah Data Dalam Jumlah Besar
AI membutuhkan data sebagai salah satu komponen utama dalam proses pengembangan maupun pengoperasiannya. Karena itu, pusat data menyediakan penyimpanan dan kemampuan pemrosesan untuk menangani data dalam skala besar. Data tersebut dapat digunakan oleh berbagai layanan digital, perusahaan teknologi, lembaga penelitian, hingga sektor industri yang menerapkan AI.
3. Mendukung Layanan Digital dan Komputasi Awan
AI Data Center juga dapat menjadi infrastruktur untuk layanan digital yang membutuhkan komputasi intensif. Pengembangan pusat data dan cloud computing menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan AI di berbagai sektor.
Komdigi menyebut kebutuhan komputasi, perkembangan AI, konektivitas, pusat data, energi, keamanan, dan sumber daya manusia sebagai bagian yang perlu dikembangkan secara terintegrasi untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia.
4. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
Keberadaan pusat data tidak hanya berkaitan dengan teknologi. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu fondasi ekonomi digital karena memungkinkan perusahaan mengembangkan, dan menjalankan berbagai layanan berbasis teknologi.
Mengapa AI Data Center Membutuhkan Energi dan Pendinginan Besar?
AI Data Center memiliki kebutuhan energi yang tinggi karena harus menjalankan perangkat komputasi dengan performa besar. Beban kerja AI, terutama yang menggunakan GPU dalam jumlah banyak, menghasilkan panas sehingga fasilitas tersebut membutuhkan sistem pendinginan yang mampu menjaga perangkat tetap bekerja secara optimal.
Selain listrik, sistem pendinginan dapat membutuhkan air atau teknologi pendingin lainnya. Karena itu, pembangunan data center perlu memperhitungkan ketersediaan energi, air, lingkungan, jaringan telekomunikasi, dan tata ruang.
Kondisi tersebut, menjadi salah satu alasan mengapa proyek AI Data Center di Jatiluhur mendapat perhatian publik. Pemerintah daerah menyoroti kebutuhan air dan meminta agar dampak terhadap masyarakat, serta kegiatan pertanian diperhitungkan dalam kajian proyek.
Apa fungsi AI Data Center di Jawa Barat pada dasarnya adalah menyediakan infrastruktur komputasi berkapasitas besar untuk pengembangan dan pengoperasian AI, pengolahan data, layanan digital, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Meski memiliki potensi besar, pembangunan fasilitas tersebut tetap perlu memperhatikan perizinan, kebutuhan energi dan air, serta dampak lingkungan agar manfaat teknologi dapat berjalan seimbang dengan kepentingan masyarakat.

