Bayang-Bayang PHK Massal di 2023, Begini Kondisi Saham Emiten Tekstil

Patricia Yashinta Desy Abigail
22 Desember 2022, 16:23
Bayang-Bayang PHK Massal di 2023, Begini Kondisi Saham Emiten Tekstil
ANTARA FOTO/Fauzan/hp.
Seorang pedagang menata kain tekstil dagangannya di Cipadu, Kota Tangerang, Banten, Selasa (22/2/2022). Kementerian Perindustrian memprediksi pertumbuhan industri garmen dan tekstil pada kuartal I 2022 akan tumbuh di level 10,44 persen akibat lonjakan permintaan pada Ramadhan 2022.

Industri padat karya masih akan dibayangi pemutusan hubungan kerja atau PHK massal pada tahun depan. PHK tersebut dipicu oleh keadaan pasar global yang sedang krisis. Lalu bagaimana kondisi saham sektor industri padat karya saat ini?

Saat ini, saham emiten tekstil mengalami tekanan. Dalam enam bulan saham-saham tekstil bahkan terpantau merosot. Jika dilihat dari data year to date, saham PT Pan Brothers Tbk (PBRX) merosot 27,52%, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) jatuh hingga 72,36%, PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) anjlok 45,33%, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) turun tajam 44,67%.

Hingga akhir perdagangan hari ini, Pan Brother alami auto reject bawah atau ARB menjadi Rp 108 per saham, padahal sahamnya sempat mengalami auto reject atas atau ARA Rp 111 per saham. Adapun, total frekuensi perdagangan tercatat 1.256 kali dengan volume perdagangan 12,37 juta saham. Nilai transaksi harian saham tercatat mencapai Rp 1,37 miliar.

Trisula Textile Industries ditutup stagnan di level Rp 141 per saham dan sempat mengalami ARB beberapa kali dalam perdagangan hari ini di level Rp 137 per saham. Total frekuensi perdagangan tercatat 3.488 kali dengan volume perdagangan 45,04 juta saham. Nilai transaksi harian saham tercatat mencapai Rp 6,26 miliar.

Sementara saham Indo Rama Synthetics terpantau naik Rp 5.850 per saham dengan total frekuensi perdagangan 144 kali. Lalu volume perdagangan 93,30 ribu saham dan nilai transaksi harian saham tercatat mencapai Rp 540,77 miliar.

Namun, saham Golden Flower jatuh 6,92% ke level Rp 292 per saham. Total frekuensi perdagangan tercatat 62 kali dengan volume perdagangan 68,50 ribu saham. Nilai transaksi harian saham tercatat mencapai Rp 20,37 miliar.

Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo sebelumnya menyatakan bahwa ada tiga jenis industri yang akan melakukan PHK massal di 2023,  yaitu tekstil, alas kaki, dan furnitur.

Wakil Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa tiga industri tersebut bahkan sudah mulai melakukan PHK tahun ini. BPJS Ketenagakerjaan mencatat telah terjadi PHK terhadap 919.071 pekerja yang mencairkan dana Jaminan Hari Tua atau JHT akibat PHK dari Januari hingga 1 November 2022. Sedangkan, data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat selama periode Januari-September 2022 ada sekitar 10 ribu orang yang terkena PHK di Indonesia.

 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Editor: Lona Olavia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait