Manulife Targetkan 2023 IHSG di Level 8.040 Karena Faktor Ini

Sektor energi hijau, sektor keuangan dan sektor consumer discretionary diyakini bisa menopang laju pertumbuhan IHSG di tahun ini.
 Zahwa Madjid
17 Januari 2023, 14:48
Manulife Targetkan 2023 IHSG di Level 8.040 Karena Faktor Ini
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/1/2023). Pada pembukaan perdagangan saham di awal tahun 2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 8,51 poin atau 0,12 persen ke 6.842,11.

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa berada di level 8.040 hingga akhir 2023. 

Hal tersebut didasari oleh kondisi fundamental Indonesia yang diyakini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang menopang peningkatan IHSG.

Senior Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Samuel Kesuma mengatakan, kontribusi angka konsumsi domestik Indonesia akan lebih besar bagi peningkatan IHSG. 

“Karena ada faktor kenaikan upah minimum regional atau UMR yang lebih tinggi tahun ini sehingga angka konsumsi akan lebih tinggi,” kata Samuel dalam acara 2023 Market Outlook  Manulife Investment Management, Selasa (17/1).

Samuel juga menilai telah terjadi perubahan selera investasi yang lebih positif terhadap pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia. 

“Hal ini akibat The Fed mengurangi agresivitasnya, didukung oleh pembukaan kembali ekonomi Cina. Dampaknya di bulan November 2022 negara berkembang membukukan rekor tertinggi arus masuk dana asing,” kata Samuel

Mendekati tahun demokrasi, hal itu menurut Samuel dapat menopang posisi IHSG. Apalagi dana Pemilu 2024 disebut mencapai Rp 110,4 triliun. Angka tersebut naik 2,5 kali lipat dibanding Pemilu sebelumnya tahun 2019.

Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih relatif stabil dan cukup jauh dari kemungkinan resesi yang mengancam negara-negara maju. 

“Ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi domestik yang terjaga. Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 50% pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Katarina.

Manulife pun merekomendasikan tiga sektor diantaranya sektor energi hijau, sektor keuangan dan sektor consumer discretionary.

Investasi di industri terkait electronic vehicle secara organik akan meningkatkan permintaan bahan mineral. Dalam jangka pendek, harga spot akan mendapat manfaat dari sinyal perlambatan kenaikan bunga The Fed  dan pembukaan kembali Cina. 

“Investasi di industri terkait EV secara organik akan meningkatkan permintaan bahan mineral. Dalam jangka pendek, harga spot mendapatkan manfaat dari sinyal perlambatan kenaikan Fed Funds rate dan pembukaan kembali pasar Cina,” kata Samuel. 

Selain itu, sektor keuangan  juga akan diuntungkan oleh ekonomi Indonesia yang kuat dan likuiditas yang masih cukup tinggi. Hal ini memungkinkan perbankan untuk meningkatkan marjin sambil menjaga kualitas kredit. 

Sektor lainnya yaitu consumer discretionary  direkomendasikan karena konsumsi domestik diperkirakan akan meningkat di tahun ini. Kenaikan itu ditopang oleh belanja pemerintah terkait Pemilu 2024.

“Ketiga yaitu sektor konsumsi yang akan sangat diuntungkan dari peningkatan daya beli masyarakat,” ujar dia.

Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lona Olavia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait