Perjanjian Dagang Dengan Uni Eropa Bisa Lipatgandakan PDB Indonesia

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diharapkan meningkat 4,6 miliar sampai 5,2 miliar euro pada tahun 2032.
Image title
21 September 2021, 19:18
Uni Eropa, Eropa, perdagangan
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/11/2019)

Perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) diperkirakan mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 4,6 miliar sampai 5,2 miliar euro pada tahun 2032.  Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket dalam acara ‘Attracting Investment through Structural Reform’, Selasa (21/9).

“Negosiasi CEPA ini diperkirakan dapat meningkatkan PDB Indonesia sebesar 4,6 miliar - 5,2 miliar euro pada tahun 2032 nanti. Oleh karena itu, kami menantikan pemulihan pasca pandemi dan saya harap ini semua berjalan dengan baik,” kata Vincent.

Selain itu, perjanjian I-EU CEPA ini merupakan sarana pemulihan ekonomi baik untuk Indonesia maupun Uni Eropa. Perjanjian ini juga memberikan potensi yang besar bagi pendapatan dan penciptaan lapangan kerja di kedua negara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB Indonesia patas dasar harga berlaku pada tahun 2020 mencapai Rp 15.434,2 triliun atau 0,92 miliar euro.

 Saat ini, perjanian I-EU CEPA sudah menyelesaikan putaran perundingan yang ke-10, Vincent mengatakan bahwa perkembangan dari 10 putaran perundingan tersebut cukup baik dan stabil. Adapun, putaran ke-11 akan dilaksanakan pada musim gugur mendatang.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini investor-investor Eropa menilai peluang investasi di Indonesia sangat menjanjikan dan sejumlah perusahaan Eropa berencana akan beroperasi di Indonesia untuk waktu yang lama.

“Delegasi Eropa akan terus memberikan dukungan dan berupaya untuk mengembangkan iklim investasi yang mendukung,” katanya.

Ia menyebut bahwa Indonesia akan terus menjadi mitra yang baik bagi perusahaan-perusahaan Eropa seiring dengan berkembangnya perekonomian Indonesia.

Peluang bagi indonesia dan Eropa akan semakin  baik dengan terbukanya pasar, tidak hanya industri manufaktur berskala besar tapi juga industri berskala kecil lainnya seperti jasa dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 I-EU CEPA adalah skema kerja sama komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa dengan tujuan untuk meningkatkan kerja sama dagang di antara kedua negara. Hal itu mulai dari membuka akses pasar, mendorong investasi dari perusahaan-perusahaan negara anggota Uni Eropa, hingga meningkatkan perdagangan dari Indonesia ke Eropa.

Perundingan I-EU CEPA sempat terganggu oleh pandemi Covid-19. Namun, seiring dengan krisis ekonomi yang dialami oleh keduanya akibat pandemi, maka Indonesia dan Uni Eropa berupaya untuk tetap melanjutkan perundingan yang ada.

 Selain dengan Uni Eropa, Indonesia juga terus melakukan upaya peningkatan ekspor ke Eropa lainya, seperti Eropa Timur dan Tengah. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indonesia akan mengadakan forum bertema "Doing Business with Indonesia: Asia's Economic Powerhouse" pada 7 Oktober mendatang.

Setidaknya sudah ada 19 negara yang akan mengikuti forum tersebut di antaranya Turki, Ukraina, Bulgaria, Ceko, Polandia, dan Belarusia.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait