Transaksi Trade Expo 2021 Capai Rp 12 Triliun, Ada Kopi-Sambal-Santan

Hingga hari kedelapan Trade Expo 2021, Kementerian Perdagangan telah memfasilitasi 58 penandatanganan MoU dengan 14 negara mitra dagang.
Image title
29 Oktober 2021, 09:42
trade expo, TEI 2021, perdagangan
Kementerian Perdagangan
Menteri Perdagangan M.Lutfi saat menghadiri Pembukaan Trade Expo Indonesia ke-36 Digital Edition yang berlangsung secara hibrida di Jakarta, Kamis (21 Okt). Acara ini secara resmi dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Capaian transaksi  Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) ke-36 terus bertambah. Hingga hari kedelapan, pameran perdagangan terbesar di Indonesia ini meraup transaksi sebesar US$ 870,16 juta atau sekitar Rp 12 triliun.

Nilai ini terealisasi setelahKementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) untuk produk biji kopi robusta, makanan ringan dan kopi instan, serta bumbu masakan, sambal, kelapa santan, kelapa serut dengan nilai US$ 8 juta atau sekitar Rp 113 miliar. 

Penandatanganan MoU dilakukan antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang asal Mesir. Hingga hari kedelapan, Kemendag telah memfasilitasi 58 penandatanganan MoU. Penandatangan tersebut dilakukan antara perusahaan Indonesia dengan 14 negara mitra dagang.

“Dengan terus bertambahnya jumlah transaksi dari penandatanganan MoU, diharapkan target sebanyak US$ 1,5 miliar (Rp 21 triliun dapat tercapai saat penutupan TEI-DE nanti," kata Direktur Pengembangan Promosi Dan CitraMerry Maryati dalam keterangan resminya, Kamis (28/10).

Salah satu mitra dagang yang mengalami peningkatan transaksi adalah Mesir. Pada periode Januari—Agustus 2021, total perdagangan Indonesia dan Mesir sebesar US$ 1,12 miliar, sekitar Rp 15,7 triliun. 

Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Mesir tercatat sebesar US$ 980,07 juta (Rp 13 triliun).  Sementara impor Indonesia dari Mesir tercatat US$ 142,52 juta (Rp 2 triliun). Dengan demikian, Indonesia surplus US$ 837,55 juta (Rp 11,7 triliun).

Sementara pada 2020, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 1,18 miliar (Rp 16 ribu triliun) dengan nilai ekspor Indonesia ke Mesir sebesar USD$ 1,06 miliar (Rp 14,9 triliun).

Impor Indonesia dari Mesir sebesar US$ 128,30 juta (Rp 1,8 triliun). Dengan demikian, pada periode ini Indonnesia surplus sebesar US$ 927,51 juta (Rp 13 triliun).

 Komoditas ekspor Indonesia ke Mesir di antaranya minyak kelapa sawit, kopi, benang, produk karet, dan produk kayu. Sementara impor utama dari Mesir di antaranya produk hewani, produk kimia, kalsium fosfat alami, kurma, dan gula.

Sebelumnya, importir kopi asal Mesir Hassan Haggag mengatakan, kopi robusta asal Indonesia menjadi salah satu produk biji kopi favorit bagi masyarakat Mesir.

Sebanyak 70% kopi yang didatangkan oleh Negeri Fir'aun tersebut bahkan berasal dari tanah air.

Hassan menyebut, robusta menjadi produk biji kopi yang paling banyak diimpor karena dapat menghasilkan sajian turkish coffee yang merupakan kopi kegemaran masyarakat Mesir.

 Seperti diketahui, TEI 2021 digelar secara virtual pada 21 Oktober hingga 4 November 2021 mendatang.

Setidaknya akan ada 1.000 perusahaan serta 500.000 visitor dan  pembeli dari mancanegara yang terlibat dalam TEI ke-36.

Sejumlah acara akan digelar sepanjang pameran mulai dari trade forum,  matching forum, bisnis konseling, hingga fashion week.


Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait