Jejak Calon Kepala BNPB Suharyanto, dari Istana ke Medan Bencana

Suharyanto menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden Kementerian Sekretariat (Sesmilpres Kemensetneg) pada periode September 2019-November 2020.
Image title
17 November 2021, 11:35
Jokowi, BNPB, Suharyanto
tniad.mil.id
Calon kepala BNPB Suharyanto

Presiden Joko Widodo, Jokowi, Jokowi, akan melantik Mayjen TNI Suharyanto sebagai Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB)  yang baru menggantikan Ganip Warsito pada siang hari ini, Rabu (17/11) .

Nama Suharyanto tidaklah asing bagi lingkungan Presiden Jokowi.  Mantan Panglima Kodam V/Brawijaya tersebut sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden Kementerian Sekretariat (Sesmilpres Kemensetneg) pada periode September  2019-November 2020.

 Suharyanto merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1989.  Jenderal bintang dua tersebut ttelah malang melintang dalam karier militernya selama puluhan tahun dan menduduki sejumlah jabatan penting termasuk Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya pada 2018-2019.

Suharyanto mengawali karier  sebagai komandon peleton (Danton), kompandon kompi (Danki), Pasi Yonif Linud 612/Modang  pada tahun 1989—1998. 

 Dia kemudian ditunjuk sebagai  guru militer Pusat Kesenjataan Infanteri (Gumil Pussensif) pada tahun 1999.

Kariernya terus menanjak dengan menduduki jabatan seperti Komandon Batalyon Infanteri (Danyonif) 516/Caraka Yudha  pada periode 2004—2005, Danyonif 500/Raider  pada tahun 2005—2006 dan Komandon 
Distrik Militer (Dandim 0832/Surabaya Selatan pada tahun 2006.

Namanya semakin bersinar saat ditunjuk sebagai Kasdam Jaya pada tahun 2018. Pada 9 September 2019, Suharyanto dilantik Menteri Sekretaris Negara Pratikno sebagai  Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres).

Sebagai Sesmilpres, salah satu tugas utamany adalah memberikan dukungan pelayanan pengamanan terhadaporang nomor satu di Indonesia.

bnpb
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah saat mengawal kunjungan kerja yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Gresik, Jawa Timur, Okotber 2021.(kodam5brw/instagram)



Dalam melayani orang nomor satu di Indonesia, Mensesneg tidak bosan mengingatkan agar semaksimal mungkin untuk menjadi tauladan bagi kementerian lain dan tidak melakukan kesalahan (zero mistake).

“Tugas Sesmilpres itu seperti multitasking, saya menyebutnya hybrid job. Ada tugas administrasi tetapi juga tugas yang lain. Terutama sekali tugas mendukung ekosistem keamanan bagi Bapak Presiden,” kata Pratikno, saat melantik Suharyanto, Septemebr 2019, seperti dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara.

 

Suharyanto menduduki jabatan itu kurang dari dua tahun. Pada November 26 November 2020, dia didampuk sebagai Pangdam V/Brawijaya.

 Saat menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya, Suharyanto aktif terlibat langsung dalam penanganan Covid-19. 

Terlebih, Jawa Timur merupakan salah satu penyumbang kasus positif Covid-19 terbesar dan angka kematian tertinggi di Indonesia.

Bersama Gubernur Jawa Timur Khofifahh, Suharyanto kerap mendatangi pusat vaksinasi dan kampanye protokol kesehatan.

Dia juga menggalang pihak swasta terlibat aktif untuk penanganan Covid-19 di Jawa Timur termasuk dengan Petrokimia Gresik.

Salah satu tugas berat yanga akan diemban Suharyanto adalah melanjutkan tugas penanganan Covid-19.

Kementerian Kesehatan  mencatat, tambahan kasus Covid-19 pada Senin (15/11) sebanyak 221 kasus. 

Tambahan kasus tersebut adalah yang yang terendah sejak 27 April tahun lalu saat Indonesia baru bergulat dengan pandemi selama kurang dari dua bulan.

Tambahan kasus harian tersebut turun 34,8% dibandingkan hari sebelumnya. Sebagai catatan, Indonesia mengumumkan kasus baru pada 2 Maret tahun 2020 sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi pada 11 Maret. 

Tambahan kasus baru di atas 200 baru dilaporkan Indonesia pada akhir 7 April 2020.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait