Trans Banyumas Resmi Beroperasi untuk Layani Tiga Koridor

Untuk saat ini program layanan Teman Bus tidak dipungut biaya atau gratis. Nantinya, layanan moda transportasi ini dikenakan tarif sekitar Rp 2.000 untuk mahasiswa/pelajar dan Rp 3.500 untuk umum.
Image title
6 Desember 2021, 09:57
transportasi, Trans Banyumas, Kementerian Perhubungan
Kementerian Perhubungan
Bus Trans Banyumas

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan layanan bus buy the service (BTS) Trans Banyumas di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (5/12). 

Kabupaten Banyumas menjadi kota dengan layanan Teman Bus kedua pada tahun 2021 dan menjadi kota ke tujuh yang dilayani oleh Teman Bus.

"Berdasarkan hasil evaluasi, penelitian, dan kajian yang dilakukan oleh tim independen yang dipimpin oleh pakar transportasi, Djoko Setijowarno, bahwa potensi masyarakat Banyumas masih familiar dengan angkutan umum," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam keterangan resminya, Minggu (5/12).

Teman Bus di kabupaten Banyumas akan melayani 3 (tiga) koridor, antara lain:

Advertisement
  • Koridor 1: Pasar Pon - Terminal Ajibarang. Dalam jarak tempuh PP 39 km.
  • Koridor 2: Terminal Notog - Terminal Baturaden Bawah. Dalam jarak tempuh 48 km.
  • Koridor 3: Terminal Kebon Dalem - Terminal Bulupitu. Dalam jarak tempuh 47 km.

     Ketiga koridor tersebut telah dikonsepkan ramah disabilitas yaitu, dilengkapi dengan lantai rendah di bagian belakang bus, serta ramp sebagai akses bagi pengguna kursi roda.

Budi mengatakan bahwa, pada tahun 2022, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan menganggarkan dana sebesar Rp 800 miliar hanya untuk BTS di 10 kota besar. Khusus untuk satu koridor di Bandung dan dua koridor di Surabaya akan menggunakan bus listrik.

Potensi penggunaan bus listrik ini juga memungkinkan dibangun di Purwokerto dan Banyumas jika infrastrukturnya terpenuhi.

“Angkutan umum pada sebuah negara maju telah menjadi backbone. Jadi, jika Purwokerto atau Banyumas ingin disebut sebagai kota yang maju dan modern, kita harapkan dapat mengkampanyekan kepada masyarakat sekitar untuk menggunakan bus ini,” ujarnya.

 Sementara itu, dalam hal teknis operasionalnya, Direktur Angkutan Jalan, Suharto menjelaskan, Teman Bus di Kabupaten Banyumas akan melayani dengan jarak antar bus (headway) sejauh 12 menit.

Lalu, pada bulan Desember akan dioperasikan sati koridor yaitu koridor 3 Terminal Kebon Dalem - Terminal Bulupitu.

Dari total 3 koridor ini, akan dioperasikan sebanyak 52 unit armada bus dengan rasio operator kurang lebih 2,4 sehingga membutuhkan 125 SDM yang akan menggawangi TransBanyumas.

Dari 52 unit armada tersebut akan dialokasikan 10% untuk melayani masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Standar Pelayanan Minimum yang diterapkan meliputi pemasangan perangkat monitoring berbasis IT, guna menjaga kualitas layanan dan sudah dilengkapi dengan penyaring udara ion, serta rak sepeda di bagian depan yang bertujuan sebagai alat transportasi intermoda.

 “Untuk saat ini program layanan Teman Bus tidak dipungut biaya atau gratis, hingga peraturan terkait PNBP dikeluarkan, maka akan dikenakan tarif sekitar Rp 2.000 untuk mahasiswa/pelajar dan Rp 3.500 untuk masyarakat umum,” kata Suharto.

Konsep BTS berbasis aplikasi ini didukung oleh Manajemen Pengelola dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi yang meliputi, sistem operasional, sistem pemeliharaan, sistem Pengelolaan Keuangan dan sistem SDM yang didukung dengan digitalisasi secara real time untuk menuju angkutan umum yang profesional.

Pembangunan Teman Bus di Kabupaten Banyumas ini diharapkan akan mempermudah warga untuk berkomuter, membangun perekonomian, mengurangi kemacetan, dan mengurangi polusi udara.

Sebagai informasi, layanan Teman Bus menjadi bagian digitalisasi 4.0 smart city, yakni program yang mendukung cashless society agar penumpang dapat beralih ke moda transportasi publik.

Aplikasi Teman Bus sudah dapat diunduh melalui aplikasi Playstore dan Appstore.

 Teman Bus dilengkapi dengan Internet of Things Smart Bus, CCTV dan sensor alarm pengemudi.

Layanan Teman Bus juga mengedepankan kenyamanan penumpang dengan selalu menjaga kebersihan area di dalam bus dan mengikuti protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang wajib menggunakan masker, physical distancing dengan kapasitas penumpang hanya 50%, dan menyediakan handsanitizer.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait