Kasus Covid-19 Naik di Enam Provinsi, Daerah Diminta Perketat Prokes

Enam provinsi yang sempat mengalami kenaikan kasus harian signifikan adalah Lampung, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, NTT, dan Papua Barat.
Image title
12 Desember 2021, 09:35
covid-19, prokes, pandemi
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/hp.
Warga berjalan di Taman Brantas yang kembali dibuka untuk umum di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021). Pemerintah daerah setempat membuka kembali tiga ruang terbuka hijau dengan menerapkan protokol kesehatan seiring melandainya kasus COVID-19.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengingatkan  terdapat enam provinsi yang menunjukan kenaikan kasus Covid-19 harian secara signifikan.

Johnny G. Plate  pun meminta seluruh pemerintah daerah, terutama di enam daerah tersebut, untuk tidak menganggap remeh dan memperketat protokol kesehatan (prokes). 

Enam provinsi yang sempat mengalami kenaikan kasus harian signifikan adalah Lampung, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, NTT, dan Papua Barat.

"Kenaikan kasus di daerah-daerah itu harus kita hentikan sedini mungkin selagi angkanya masih kecil-kecil. Pertahankan tren penurunan kasus yang saat ini terjadi agar tidak kembali meningkat," tegas Johnny G. Plate, Sabtu (11/12/2021).

Advertisement

 Dia menegaskan kenaikan kasus di daerah-daerah tersebut harus menjadi pengingat bahwa risiko Covid-19 masih ada.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 di enam provinsi tersebut pada Kamis, Jumat, dan Sabtu (9-11/12) adalah sebagai berikut:
1. Lampung
Kasus pada hari Kamis (1), Jumat (0), dan Sabtu (1)
Namun, provinsi tersebut mencatat jumlah tambahan kasus harian secara signifikan pada awal Desember 7 kasus pada 1 Desember, 12 kasus pada 2 Desember, dan 18 kasus apda 3 Desember.

2. Bangka Belitung
Kasus pada hari Kamis (5), Jumat (1), dan Sabtu (0)
Provinsi tersebut mengalami tambahan kasus Covid-19 secara signifikan pada tanggal 1,2, dan 3 Desember dengan jumlah masing-masing 15,8, dan 4.

 3. DKI Jakarta
Kasus pada hari Kamis (36), Jumat (26), dan Sabtu (32)
Provinsi tersebut mengalami tambahan kasus Covid-19 secara signifikan pada tanggal 1,2, dan 3 Desember dengan jumlah masing-masing 70, 28, dan 42.

4. Jawa Barat
Kasus pada hari Kamis (45), Jumat (40), dan Sabtu (44)
Jawa Barat merupakan provinsi dengan sumbangan kasus positif terbesar selama enam hari beruntun.
Sepanjang Desember, jumlah kasus Covid-19 di Jawa Barat selalu menembus angka 30, kecuali pada 5 dan 6 Desember.
Total kasus di Jawa Barat sepanjang Desember mencapai 522, atau 20% dari total kasus nasional.
Pada tanggal 2 Desember, tambahan kasus di provinsi tersebut bahkan mencapai 80.

 5. Nusa Tenggara Timur
Kasus pada hari Kamis (8), Jumat (5), dan Sabtu (21)
Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi di luar Jawa-Bali yang melaporkan kasus harian terbanyak sepanjang Desember.
Provinsi tersebut melaporkan tambahan kasus Covid-19 sebanyak 135 sepanjang Desember.

6. Papua Barat
Kasus pada hari Kamis (8), Jumat (3), dan Sabtu (4)
Provinsi tersebut melaporkan tambahan kasus Covid-19 sebanyak 71 sepanjang Desember, atau tertinggi ketiga di luar wilayah Jawa-Bali setelah NTT dan Kalimantan Barat (75)

 Sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19,  Menkominfo meminta pemerintah daerah mengikuti aturan inmendagri PPKM Nataru (Inmendagri No. 66/2021).

Juga, terus melakukan pembenahan dengan meningkatkan pengawasan terhadap prokes hingga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan.

"Jangan anggap remeh setiap kenaikan kasus, jangan tunggu besar baru bertindak. Mari kita semua awasi. Tahan kenaikan kasus dengan jaga protokol kesehatan," katanya.

Dia menambahkan pemerintah akan terus memperkuat vaksinasi, 3T (testing, tracing, dan treatment), dan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan).

 "Tak kalah penting, pemerintah juga perkuat kinerja posko Covid-19 dan tetap menyiagakan fasilitas kesehatan untuk memutus lonjakan Covid-19 di daerah agar penanganan di tingkat desa/kelurahan tetap tinggi," ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Kesadaran seluruh pihak untuk mematuhi aturan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang lebih tinggi dan gelombang tiga COVID-19 saat Nataru.

"Jangan mengulangi kesalahan yang sama, agar aman COVID-19," ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait