Kucurkan Rp 10 Triliun, Honda Jalin Kemitraan dengan Grab

Kerjasama tersebut merupakan bagian dari pendanaan senilai US$ 750 juta (sekitar Rp 10 triliun) yang pernah diumumkan sebelumnya.
Maria Yuniar Ardhiati
13 Desember 2016, 10:18
Grab Taksi
Arief Kamaludin|KATADATA

Perusahaan teknologi penyedia jasa layanan transportasi di Asia Tenggara, Grab, menjalin kerjasama dengan raksasa otomotif Jepang, Honda. Kerjasama tersebut merupakan bagian dari  pendanaan senilai US$ 750 juta atau sekitar Rp 10 triliun, yang pernah diumumkan sebelumnya.

"Kami sedang merencanakan program kemitraan sepenuhnya," ujar Presiden Grab, Ming Maa, seperti dilansir Reuters, Senin  (12/12). Salah satu programnya adalah penjualan motor Honda untuk  kawasan Asia Tenggara. Grab pun membuka peluang kerjasama untuk lini layanan  transportasi kendaraan roda empat.

(Baca: Grab Bukan Operator Layanan Transportasi)

Kerjasama ini diumumkan hanya dua pekan setelah Grab menyatakan menerima kucuran dana dari Tokyo Century Corp., perusahaan jasa  finansial asal Jepang. Ini merupakan kerjasama terbaru yang ada di industri otomotif.  Sebelumnya, produsen otomotif seperti Volswagen, Toyota Motor  Corp. dan General Motors telah menandatangani kesepakatan  dengan perusahaan jasa layanan transportasi.

(Databoks: Jarak Jauh, Taksi Thailand Termurah di Asia Tenggara)

Grab, yang merupakan pesaing terbesar Uber Technologies Inc. di  Asia Tenggara, menyatakan pihak Honda setuju mengucurkan investasi dalam kerjasama tersebut. Namun, Honda tidak mengumumkan besaran nilai investasinya. Yang jelas, melalui kerjasama  ini, Grab dan Honda akan mengembangkan teknologi layanan  transportasi serta program pendidikan bagi mitra pengemudi Grab.

Selain Honda, yang juga menjadi investor Grab adalah China  Investment Corp. layanan jasa transportasi Cina. Kemudian Didi Chuxing  serta Vertex Ventures, sebagai bagian dari Temasek Holdings di  Singapura. Seorang sumber menyatakan, perputaran investasi di Grab mencapai lebih dari US$ 3 miliar atau sekitar Rp 40 triliun pada September lalu.

(Baca: Mengubah Ekonomi, Pendiri Go-Jek Jadi Tokoh Asia 2016)

Honda juga tidak menutup kemungkinan meluncurkan rancangan  kendaraan dengan mengadaptasi jasa layanan trasportasi. "Semuanya mungkin saja," ujar Maa.

Kesepakatan Grab dengan Honda merupakan kerjasama pertama  perusahaan itu dengan produsen otomotif. Selain dengan Honda, Grab juga menjajaki peluang kerjasama dengan pabrikan otomotif  lainnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait