Orang Terkaya RI Ke-16 Versi Forbes Ikut Bangun Startup Muslim Umma

Startup tersebut menawarkan aplikasi untuk memudahkan umat muslim beribadah, berbagi informasi, dan saling berinteraksi.
Image title
26 April 2019, 03:00
Garibaldi Thohir terlibat dalam pengembangan startup muslim yang menawarkan aplikasi Umma.
Dokumentasi Umma
Pemegang Saham Garibaldi Thohir, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, CEO & Co-Founder Umma Indra Wiralaksmana, dan Aktor Dimas Seto dalam peluncuran aplikasi Umma di Jakarta, Kamis (25/4).

Orang terkaya Indonesia ke-16 versi Forbes, Garibaldi Thohir, terlibat dalam pengembangan perusahaan rintisan (startup) bernama Umma. Startup tersebut menyediakan aplikasi mobile guna memudahkan umat muslim Indonesia dalam beribadah, berbagi informasi, dan saling berinteraksi.

Versi beta aplikasi ini diluncurkan pada akhir 2017 dengan nama Muslim Ummah. Kini, versi lengkapnya dengan nama Umma sudah dapat diunduh secara gratis melalui iOS dan Android. Hingga April ini, aplikasi sudah diunduh oleh lebih dari 2,5 juta pengguna.

Garibaldi mengatakan, jumlah pengguna aplikasi Umma yang cukup tinggi membuktikan bahwa pembelajaran akan Islam telah menyatu dengan masyarakat. “Telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” kata pemegang saham Umma tersebut seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (25/4).

(Baca: Indonesia Saingi Malaysia Sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia)

Terdapat tiga fitur utama di aplikasi tersebut. Pertama, fitur penunjang beribadah, terdiri dari waktu shalat dan penunjuk arah kiblat yang dapat digunakan di lokasi mana pun berbasis GPS. Selain itu, ada fitur Al Qur’an dan Terjemahan yang menawarkan kumpulan rekomendasi ayat-ayat Al-Quran dengan berbagai tema kehidupan.

Kedua, fitur konten, terdiri dari beragam artikel serta berbagai video kajian dan ceramah ustadz yang telah diverifikasi dan dimoderasi. Sebagai platform teknologi, konten Umma dipersonalisasi sesuai ketertarikan pengguna dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Inteligence/AI).

Ketiga, fitur Komunitas, yakni grup percakapan yang dimoderasi untuk memfasilitasi pengguna Umma dari beragam latar belakang untuk berdiskusi maupun melakukan tanya jawab dengan ustadz pembina grup masing-masing.

(Baca: Angkat Toleransi, Film Bumi Itu Bulat Bakal Tayang di Malaysia)

Garibaldi mengatakan, Pengembangan umma sangat terbuka untuk dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan lain masyarakat muslim di tanah air. “Harapannya platform ini dapat menjadi platform Rahmatan Lil Alamin dan dapat menjadi pilihan dan pemersatu umat Islam Indonesia,” ujarnya.

CEO dan Co-Founder Umma Indra Wiralaksmana mengatakan, konten aplikasi Umma telah diisi lebih dari 80 ustadz dan ulama populer yang siap berbagi informasi kepada para pengguna. Aplikasi ini juga telah memfasilitasi terbentuknya 80 komunitas baru dan diprediksi jumlahnya akan terus bertambah. 

Pertumbuhan pengguna aplikasi ini juga cukup tinggi yakni sekitar 50% per kuartal sejak Ramadan tahun lalu. “Kami berharap Umma dapat menjadi komunitas muslim online terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang,” ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait