Lima Keunggulan Reksa Dana Sebagai Pilihan Investasi untuk Pemula

"Jika dibandingkan antara tabungan biasa, deposito, dan reksa dana, maka yang potensi untungnya paling besar ya tetap reksa dana," kata Safir Senduk.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
28 Juni 2019, 10:58
reksa dana, pilihan investasi terbaik untuk pemula saat ini
Donang Wahyu|KATADATA
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan potensi untung reksa dana lebih besar dibandingkan bunga tabungan bank.

Reksa dana masih menjadi pilihan tepat bagi investor pemula. Sebab, investasi di instrumen ini bisa dimulai dengan modal kecil. Sedangkan potensi untung bisa melebihi bunga tabungan di perbankan.

"Jika dibandingkan antara tabungan biasa, deposito, dan reksa dana, maka yang potensi untungnya paling besar ya tetap reksa dana," kata Perencana keuangan independen Safir Senduk kepada Katadata.co.id, Kamis (27/6).

Reksa dana adalah instrumen investasi yang dikeluarkan perusahaan manajemen investasi. Dana yang terkumpul dalam reksa dana diinvestasikan manajer investasi ke dalam beberapa instrumen seperti saham, obligasi, atau deposito.

(Baca: Bareksa Gandeng Astra, Jual Obligasi Korporasi Retail Online)

Penempatan pada saham dan obligasi membuat potensi untung dari reksa dana lebih besar ketimbang bunga tabungan di bank. Sebab, kupon obligasi saja sudah lebih besar dari bunga deposito. Berikut beberapa keunggulan lain reksa dana:

  1. Reksa dana dikelola oleh manajer investasi profesional. Alhasil, investor reksa dana tidak perlu repot mempelajari berbagai instrumen investasi secara detail. Investor pun bisa fokus pada pekerjaan sehari-hari sembari tetap berinvestasi.
  2. Dana yang dibutuhkan untuk memulai investasi reksa dana sangat terjangkau, yaitu Rp 100 ribu. Maka itu, instrumen ini bisa jadi pilihan bagi investor pemula dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, karyawan, maupun ibu rumah tangga.
  3. Lewat reksa dana, investor bisa mendapatkan investasi yang terdiversifikasi. Meski dengan modal kecil, investor bisa memegang beberapa jenis aset, seperti saham, obligasi, dan deposito. Penyebaran kepemilikan aset ini memperkecil risiko investasi.
  4. Hasil yang didapat dari investasi reksa dana bisa sangat menguntungkan. Safir menjelaskan, keuntungan reksa dana mampu mengalahkan inflasi tahunan, sehingga investor dapat mempertahankan daya beli dan meningkatkan nilai kekayaan di masa depan.
  5. Investasi reksa dana bisa dilakukan dalam jangka pendek. Ini berbeda dengan emas yang merupakan investasi jangka panjang. Reksa dana cukup likuid lantaran bisa dicairkan saat investor membutuhkan dana.

(Baca: Tips Menyiapkan Dana Pensiun untuk Milenial)

Saat ini, terdapat empat jenis produk reksa dana yang dapat dibeli oleh masyarakat. Keempat jenis produk tersebut yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

Video Pilihan

Artikel Terkait