Dipimpin Luhut, Pemerintah Persiapkan Pertemuan IMF-World Bank

Pertemuan tahun tersebut akan dihadiri para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 200 negara.
Miftah Ardhian
3 Maret 2017, 15:47
Bank dunia
Katadata | Arief Kamaludin

Pemerintah mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk menjadi tuan rumah pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank pada tahun 2018. Persiapan dilakukan jauh-jauh hari sebab pertemuan akbar tersebut bakal dihadiri menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari ratusan negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, persiapan yang dilakukan dari mulai lokasi penyelenggaraannya di Bali hingga penunjukan pihak yang akan mengorganisir acara. "Jadi, macam-macam (persiapannya). Seperti, venue atau tempatnya, kemudian prosesnya dan persiapan dalam penunjukkan event organizer," katanya usai rapat koordinasi persiapan pertemuan IMF-World Bank di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (3/3).

Menurut dia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berencana mengundang seluruh Kementerian dan Lembaga terkait untuk ikut membantu dan memberikan masukan. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah menunjuk Luhut untuk memimpin persiapan pertemuan IMF-World Bank tersebut. (Baca juga: Jokowi Ingin Pamer pada Rapat Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali)

Rencananya, Luhut juga akan melibatkan tim dari Bank dan IMF untuk memberikan masukan berdasarkan pengalaman penyelenggaraan acara tersebut di negara-negara lain.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo pernah menjelaskan, dirinya bersama Sri Mulyani juga telah ditunjuk Jokowi untuk mendampingi Luhut dalam menggelar pertemuan tersebut. Keterlibatan berbagai kementerian dan lembaga dinilai perlu dilakukan untuk mensukseskan acara ini.

Menurutnya, pertemuan tahunan World Bank-IMF akan digelar di Bali dan dihadiri oleh sekitar 15.000 peserta. Agus merinci, sedikitnya, akan hadir Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 200 negara. Selain itu, akan ada perwakilan dari organisasi-organisasi internasional, pimpinan perbankan internasional, serta akademisi dari berbagai negara.

Untuk itu, pemerintah pun akan menggelar pre-event dan post-event dari acara tersebut. "Kita harapkan, Indonesia menggunakan acara itu, untuk menunjukan Indonesia negara yang reform," ujar Agus.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait