OpenSignal: Kemampuan Jaringan Operator Seluler Telkomsel Tertinggi

Hanya pada ketersediaan 4G Smartfren unggul. Skor pengalaman video, voice app, kecepatan pengunduhan dan pengunggahan, serta latency Telkomsel.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
16 Desember 2019, 21:36
OpenSignal: Kemampuan Jaringan Operator Seluler Telkomsel Tertinggi
Ilustrasi. Telkomsel

Perusahaan analisis jaringan telekomunikasi, OpenSignal, merilis laporan kemampuan jaringan operator seluler. Dari lima operator seluler yang dianalisis dari data pertengahan tahun ini, Telkomsel mendominasi skor kemampuan jaringan tertinggi operator seluler di Indonesia.

Beberapa kategori penghargaan yang dimenangkan oleh Telkomsel antara lain pengalaman video, voice app, kecepatan pengunduhan, kecepatan pengunggahan, latency, dan cakupan 4G. Hanya pada ketersediaan 4G saja yang dimenangkan oleh selain Telkomsel, yaitu Smartfren.

“Penghargaan kami terus didominasi oleh satu operator. Telkomsel memenangkan enam penghargaan,” demikian bunyi laporan OpenSignal pada Senin (16/12). OpenSignal meriset lima operator seluler di Indonesia, yaitu 3, Indosat, Smartfren, Telkomsel, dan XL.

(Baca: Sambut Ibu Kota Baru, Tiga Operator Maksimalkan Kapasitas Jaringannya)

Dari 0 sampai 100, skor Telkomsel untuk penilaian pengalaman video ada di angka 58,8. Di kategori ini, skor paling rendah diraih Smartfren dengan angka 34,3. Sementara untuk voice app experience, Telkomsel mendapatkan nilai 77,3, paling rendah masih Smartfren dengan skor 68,1.

Telkomsel mendapatkan skor voice app experience tinggi berarti para pengguna umumnya memahami suara panggilan telepon tanpa mengulang-ulang. Sementara keempat operator lainnya berada di peringkat bawahnya, atau panggilan telepon kerap dirusak oleh gangguan pada suara, bunyi klik, atau volume yang kecil.

Pada kecepatan pengunduhan, Telkomsel mendapat penilaian 12 Mbps. Sementara paling rendah Smartfren meraih nilai 4,7 Mbps. Begitupun pengunggahan, posisi paling tinggi Telkomsel dengan penilaian 5,4 Mbps. Sedangkan terendah tetap Smartfren dengan penilaian 1,4 Mbps.

Pada penilaian pengalaman latensi atau ukuran respons waktu jaringan, makin rendah angka makin baik. Telkomsel mendapat penilaian latensi paling rendah, sebesar 45,5 miliseconds (ms). Indosat menjadi operator dengan tingkat latensi paling tinggi yaitu 67,4 ms. Untuk pengalaman cakupan 4G, skor dari 0 sampai 10, Telkomsel mendapat skor 7,9. Paling rendah ada di 3 dengan skor 4,1.

(Baca: Kembangkan 5G, Kominfo Cari Cara Atasi Hambatan di Frekuensi 3,5 Ghz)

Hanya pada penilaian ketersediaan 4G saja Telkomsel kalah. Paling tinggi diraih Smartfren dengan 96,4 % dan paling rendah 86,3 % diraih Indosat. “Negara Indonesia saat ini berbangga atas ketersediaan 4G setidaknya sebesar 86 % di seluruh jaringan, dengan Smartfren dan 3 mempunyai skor lebih dari 90 %,” OpenSignal memberi penjelasannya.

Perusahaan ini melakukan riset mulai dari 1 Agustus sampai 29 Oktober 2019. OpenSignal terjun lebih dalam ke 24 kota terbesar di Indonesia untuk melihat cara performa operator di lingkungan perkotaan. Total perangkat yang dianalisis OpenSignal 1.854.821 perangkat. 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Video Pilihan

Artikel Terkait