Peretail Jepang Miniso Ekspansi Pasar Indonesia Lewat Lima E-Commerce

Miniso juga akan membuka 200 gerai hingga tahun depan. Seluruh produk yang dijual di peretail Jepang ini masih diimpor.
Michael Reily
24 Oktober 2017, 15:52
Digital e-commerce
Arief Kamaludin | KATADATA

Miniso mulai menjual produknya secara digital lewat lima marketplace yaitu Tokopedia, Blibli, Shopee, Lazada, dan JD.id. Perusahaan retail asal Jepang ini juga gencar berekspansi dengan menambah gerainya di kota-kota besar di Tanah Air.

Vice General Manager Miniso Indonesia Natalia K Elda menyatakan pengembangan bisnis secara digital merupakan permintaan konsumen. “Target kami untuk menjangkau pembeli karena banyak permintaan dari luar daerah,” kata Natalia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/10).

Pembukaan toko secara online di e-commerce, menurutnya, bakal memenuhi permintaan konsumen yang sebelumnya membeli produk Miniso dari pedagang tidak resmi. Ia juga merasa jaringan internet yang meningkat semakin memudahkan berbelanja secara online.

Meski baru menyiapkan sekitar 100 Stock Keeping Unit (SKU) per 24 Oktober, Natalia menyebut bakal menyamakan jenis barang yang dijual secara online dengan yang ada di gerai. “Kami harus persiapkan foto produk dan stok karena Miniso tidak simpan stok banyak, begitu barang habis kita baru isi baru,” jelasnya.

Selain mengembangkan bisnis secara online, Miniso juga menargetkan bakal menambah gerai hingga 100 unit hingga akhir tahun. Sekarang, jumlah gerai sudah mencapai 50 unit yang tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, Palembang, Balikpapan, dan Bali.

Bahkan, Miniso bakal melakukan ekspansi sampai 200 gerai pada tahun depan. Natalia optimis karena sambutan dari konsumen sangat baik. “Sejak pertama kali masuk Indonesia pada Februari 2017, kami sudah melayani lebih dari 1 juta transaksi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, lebih dari 50% penjualan terjadi di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi yang disebabkan oleh model bisnis di mal-mal besar. Sehingga, ekspansi gerai masih fokus di mal dengan alasan masih banyak orang yang datang sehingga membantu Miniso untuk berkembang.

Hanya, ia mengakui bahwa semua barang yang dijual Miniso merupakan produk impor. Alasannya, seluruh produk dagangan Miniso masih harus mendapatkan sertifikasi dari Tiongkok.

Untuk saat ini, Miniso masih fokus dalam ekspansi gerai dengan gudang yang ada di Karawang, Jawa Barat dan pusat distribusi di Jakarta. “Ke depannya mungkin kami akan buat gudang dan pusat distribusi baru karena kalau kita lihat di titik Karawang jauh karena pengiriman ke daerah timur masih jauh,” tutur Natalia.

Sementara, Head of Living Product JD.id Grace Juli menyambut baik kerja sama dengan Miniso. Meski penjualan Miniso baru dilakukan secara resmi, JD.id yang memiliki tipe bisnis Business to Consumer bakal mendorong penjualan.

“Pastinya bakal meningkat karena Miniso sedang ramai di masyarakat dan pasar untuk yang berusia di bawah 35 tahun adalah yang paling tinggi penjualannya,” kata Grace.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait