Menteri Sandiaga Bidik Rp 150 Triliun Perputaran Uang Wisatawan Lokal

Tertutupnya rute penerbangan internasional akibat pandemi Covid-19 membuat masyarakat tak leluasa berlibur ke luar negeri. Uang mereka harus diputar di Indonesia.
Pingit Aria
22 Maret 2021, 13:24
Wisatawan menyaksikan pertandingan tinju Bali Boxing Day II di kawasan Kuta, Badung, Bali, Sabtu (20/3/2021). Pemerintah terus berupaya memulihkan pariwisata dari dampak pandemi Covid-19.
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
Wisatawan menyaksikan pertandingan tinju Bali Boxing Day II di kawasan Kuta, Badung, Bali, Sabtu (20/3/2021). Pemerintah terus berupaya memulihkan pariwisata dari dampak pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 membuat negara-negara memperketat atau bahkan menutup pintu bagi kunjungan wisatawan asing. Sebagian masyarakat Indonesia yang biasa berlibur ke luar negeri pun tak bisa leluasa melakukannya.

Simak Databoks berikut: 

Di sisi lain, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Mikro masih membuka peluang untuk bepergian di dalam negeri. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melihat hal ini sebagai peluang.

Menurut Sandi, uang wisatawan Indonesia yang digunakan untuk berlibur di luar negeri mencapai Rp 150 triliun per tahun. "Ini bisa ambil peluang untuk merealokasi sebagian dana masyarakat yang habis untuk berwisata di luar negeri," kata Sandiaga Uno dalam diskusi virtual DBS Asian Insight dan IDE Katadata 2021, Senin (22/3/2021).

Agar dana itu bisa tetap berputar di Indonesia, pemerintah akan berupaya menarik masyarakat untuk berwisata di dalam negeri. Berbagai infrastruktur dibangun untuk mengembangkan lima destinasi super prioritas.

Kelima destinasi tersebut, antara lain Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. "Yang kami siapkan bukan hanya infrastruktur, tapi juga kami fokuskan ekonomi kreatifnya, atraksi, produk fesyen, kuliner, film, musik, dan sebagainya," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Kontribusi PDB

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2020 diperkirakan berada pada angka 4,1%. Sementara itu, pada 2019 lalu, kontribusi sektor pariwisata sebesar 4,7%.

Sandiaga menargetkan, kontribusi sektor parekraf terhadap PDB bisa menembus 10%-12% dalam waktu 5-10 tahun ke depan.

“Selama ini kita kan selalu memasang target berapa banyak jumlah wisatawan yang hadir ke Indonesia. Saya ingin mengubah target itu dari quantity menjadi quality. Kami juga tidak mau hanya mengandalkan kepada wisatawan mancanegara tapi juga harus menambah jumlah wisatawan nusantara,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, kata Sandi, Kemenparekraf melakukan dua kampanye nasional yaitu Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia.

Sandi optimistis, kebangkitan industri pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun ini akan membantu pemulihan ekonomi nasional. “Bringing back tourism means bringing back economy. Karena industri pariwisata itu adalah baecons of hope yang bisa membuka peluang tenaga kerja,” tuturnya.

Pariwisata termasuk salah satu sektor yang terkena dampak paling parah dari pandemi Covid-19. Tahun lalu, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 4,08 juta, turun hingga 75% dari 2019.

Pada 2019, devisa sektor pariwisata mencapai US$16,9 miliar. Namun, pada 2020 turun drastis menjadi US$3,54 miliar. Lalu, jumlah tenaga kerja pariwisata juga mengalami penurunan, yakni menjadi 13,97 juta orang di 2020 dari sebelumnya 14,96 juta orang pada 2019.

Simak Databoks berikut: 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi

The pandemic has led Indonesia to revisit its roadmap to the future. This year, we invite our distinguished panel and audience to examine this simple yet impactful statement:

Reimagining Indonesia’s Future

Join us in envisioning a bright future for Indonesia, in a post-pandemic world and beyond at Indonesia Data and Economic Conference 2021. Register Now Here!

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait