BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Dampak Siklon Tropis Seroja

Gelombang tinggi di sejumlah perairan dapat mengganggu pelayaran. BMKG juga memperingatkan potensi turunnya hujan disertai petir di Jakarta.
Pingit Aria
5 April 2021, 06:45
Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu huja
ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.
Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi terjadinya siklon tropis di wilayah Indonesia pada Senin dini hari. Kondisi tekanan udara rendah ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Di antaranya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan , Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku. Kondisi ini pula yang diduga menyebabkan banjir di Flores, NTT.

"Saat siklon tropis itu masih bibit saja sudah menimbulkan bencana, apalagi kalau sudah benar-benar siklon tropis," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers, Minggu (4/4).

Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi akibat Siklon Tropis Seroja berpeluang terjadi di Samudra Hindia, selatan Provinsi NTT. "Ini berpeluang menyebabkan tinggi gelombang laut lebih dari enam meter," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Senin (5/4).

Advertisement

Peringatan dini tersebut berlaku Senin (5/4) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (6/4) waktu yang sama.

Eko menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari barat laut-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah selatan umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin 5-45 knot.

BANJIR BANDANG FLORES TIMUR
BANJIR BANDANG FLORES TIMUR (ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.)

 

Selain menyebabkan gelombang ekstrem di NTT, siklon yang berkembang pada Senin dinihari pukul 01.00 WIB tersebut juga menyebabkan gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter yang berpeluang terjadi di Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah, perairan Pulau Sawu, perairan Kupang-Pulau Rote dan Laut Sawu.

Sementara itu gelombang dengan ketinggian 2,50-4 meter berpeluang terjadi di Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan Selatan Jawa Tengah hingga Pulau Sumba dan Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan.

Kondisi yang sama juga berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTB, Selat Sunda bagian barat, perairan selatan Flores, Selat Ombai dan laut Flores.

BMKG juga memprediksikan gelombang dengan ketinggian sedang yaitu 1,25-2,50 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan timur Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, perairan Kepulauan Kangean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Lombok bagian utara.

Ketinggian yang sama juga berpeluang terjadi di Selat Makassar bagian selatan, perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar, Teluk Bone bagian selatan, perairan utara Flores, perairan selatan Baubau hingga Wakatobi, laut Banda, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Letti, perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.

"Perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap pelayaran dan tetap waspada bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi," ujar Eko.

Potensi Hujan di Jakarta

Selain gelombang tinggi di sejumlah perairan, BMKG juga menginformasikan potensi terjadinya hujan disertai kilat/petir di sejumlah wilayah DKI Jakarta, Senin siang dan malam hari.

Berdasarkan informasi peringatan dini yang diunggah BMKG dalam situs www.bmkg.go.id, yang dikutip di Jakarta, Senin dini hari, wilayah yang diperkirakan terjadi hujan disertai kilat/petir yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.

Menurut prakiraan cuaca BMKG, seluruh wilayah DKI Jakarta, pada Senin akan dilanda hujan pada waktu-waktu tertentu, dengan intensitas beragam mulai dari ringan, sedang, hingga hujan disertai petir.

Suhu di ibu kota sepanjang Senin diperkirakan berada pada kisaran angka 25-31 derajat Celcius, dengan kelembapan 70-95 persen.

Sementara untuk empat wilayah penyangga Jakarta yakni Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan serta sedang pada siang hari.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait