Mobil Kembar Toyota Raize & Daihatsu Rocky Dirilis, Apa Istimewanya?

Sampai akhir 2021, Toyota Raize dan Daihatsu Rocky akan diproduksi sebanyak 34.300 unit dan diekspor ke 50 negara.
Image title
29 April 2021, 14:46
Ilustrasi mobil Toyota saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/4/2021).
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Ilustrasi mobil Toyota saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Toyota dan Daihatsu resmi memperkenalkan dua model terbarunya, Toyota Raize dan Daihatsu Rocky di Indonesia. Dua mobil ini merupakan bentuk kolaborasi kelima antara Toyota dan Daihatsu.

Chief Executive Officer Toyota Motor Corporation Yoichi Miyazaki mengatakan, kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan kepada tujuan pemerintah untuk mengembangkan industri otomotif. “Dengan menginvestasikan teknologi dan mempromosikan konten lokal, kami akan melanjutkan untuk terus meningkatkan daya saing,” kata Miyazaki dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (28/4).

Ia juga menambahkan, Toyota Raize buatan pabrik Indonesia juga akan dikirim ke luar negeri. “Sebagai bagian penting dari strategi global Toyota Group, Toyota Raize juga akan diekspor ke hampir 50 negara di seluruh dunia,” kata dia.

President of Daihatsu Motor Company, Soichiro Okudaira, mengatakan kedua model ini akan mengusung fitur keamanan preventif dengan harga yang terjangkau. Ia menambahkan, Daihatsu Rocky dan Toyota Raize akan mulai tersedia di dealer mulai 30 April 2021.

Advertisement

“Ini adalah komitmen kami untuk membuat Daihatsu menjadi brand yang paling dekat dengan pelanggan Indonesia,” kata Okudaira dalam kesempatan yang sama.

Simak Databoks berikut: 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, target produksi Toyota Raize dan Daihatsu Rocky sampai akhir tahun 2021 sebanyak 34.300 unit. Di mana sebanyak 8.800 unit di antaranya akan diekspor ke berbagai negara.

“Hadirnya Daihatsu Rocky dan Toyota Raize tentu akan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan Daihatsu dan Toyota,” kata Agus.

Ia mengatakan, hal ini akan memperbesar peluang ekspor terutama ke negara-negara yang memiliki free trade agreement atau perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Indonesia serta melibatkan lebih banyak lagi sumber daya manusia (SDM) industri. Ia mengharapkan, akan lebih banyak lagi pemasok lokal termasuk sektor industri kecil dan menengah dalam rantai nilai operasi bisnis Daihatsu dan Toyota di Indonesia.

"Kami berharap ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis Daihatsu dan Toyota di Indonesia, sekaligus mendukung perekonomian Indonesia secara keseluruhan," katanya.

Selain itu, Presiden Direktur PT Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro menambahkan, hingga saat ini, Toyota dan Daihatsu masih menjadi kontributor terbesar untuk ekspor kendaraan roda empat. “Kedua brand ini memiliki kontribusi lebih dari 60% dari total ekspor kendaraan roda empat kita,” kata dia.

Sebagai informasi, Toyota Raize dan Daihatsu Rocky merupakan proyek mobil kembar hasil kolaborasi Toyota dan Daihatsu yang kelima. Sebelumnya ada Avanza dan Xenia, kemudian Rush dan Terios untuk segmen Sport utility vehicle (SUV) di tahun 2006. Setelah itu, dilanjutkan oleh Ayla dan Agya untuk segmen Low Cost Green Car (LCGC), serta Calya dan Sigra untuk segmen LCGC MPV.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait