Satelit Nusantara Satu Diluncurkan dengan Roket Falcon 9 Milik SpaceX

Nusantara Satu merupakan satelit senilai US$ 230 juta milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN).
Michael Reily
23 Januari 2019, 15:33
Internet desa
Donang Wahyu|KATADATA
Seorang pria menunjukan koneksi internet menggunakan sarana Wifi yang hadir hingga di tengah jalan desa yang di kelilingi persawahan di desa Melung, kecamatan Kedung Banteng, Banyumas, Jawa Tengah.

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bakal meluncurkan Satelit Nusantara Satu pada Februari 2019. Satelit senilai US$ 230 juta atau sekitar Rp 3,26 triliun ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan internet di daerah terpencil.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyatakan peluncuran satelit akan dilakukan dengan menggandeng SpaceX, perusahaan transportasi luar angkasa milik pengusaha global Elon Musk. "Rencananya, satelit akan meluncur dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat dengan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX," kata Rahman di Jakarta, Rabu (23/1).

Selain Satelit Nusantara Satu, roket Falcon 9 juga akan mengangkut satelit milik pemerintah Amerika Serikat serta kapal luar angkasa milik Israel yang akan mengarah ke bulan. Sehingga, biaya peluncuran bisa lebih murah.

Nantinya, Satelit Nusantara Satu yang berkapasitas 15 gigabit per detik bakal mengisisi posisi orbit di titik 146 derajat bujur timur. Satelit buatan Space System Loral milik AS ini diperkirakan mampu bertahan hingga usia 20 tahun.

Advertisement

(Baca: Dua Penghambat Pembangunan Palapa Ring di Indonesia Timur)

Rahman menyatakan, kapasitas satelit bisa memenuhi kebutuhan internet 70% masyarakat di daerah terpencil serta beberapa mitra komersial. "Jika semua sesuai jadwal, tanggal 1 April nanti satelit sudah bisa operasional," ujarnya.

Menurutnya, kecepatan internet dari satelit Nusantara Satu bisa setara 5G. Meski, harga jualnya cukup tinggi, yakni sekitar Rp 100 ribu per gigabyte.

Rahman mengungkapkan, Satelit Nusantara Satu merupakan satelit Indonesia ketujuh yang beroperasi di konstelasi Nusantara. Sementara, enam lainnya adalah: Indovision di 108 derajat bujur timur, Telkom Merah Putih di 108 derajat bujur timur, Palapa-D milik Indosat di 113 derajat bujur timur, Telkom-35 di 118 derajat bujur timur, BRI SAT di 150,5 derajat bujur timur, serta satelit Telkom-3 di 159 derajat bujur timur.

(Baca: Pembangunan 5 Ribu BTS di Wilayah Terluar Terganjal Masalah Biaya)

Rencananya, Satelit Palapa-D milik Indosat juga akan digantikan oleh Satelit Nusantara Dua pada April 2020. "Tidak ada masalah teknis, kami sedang lakukan integrasi untuk pemasangannya," kata Rahman lagi.

PSN bekerja sama dengan PT Indosat Ooredoo Tbk dalam melakukan pengadaan Satelit Nusantara Dua. Joint Venture (JV) kedua perusahaan dengan nama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera akan membeli satelit baru dari perusahaan asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC).

Nusantara Dua bakal dikembangkan dengan menggunakan Chinese DFH 4 Bus dan diluncurkan dengan peluncur Long March 3B dari Xichang Satelite Launch Center di Tiongkok. PSN memiliki porsi usaha sebesar 65% dan Indosat mempunyai kepemilikan 35%.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait