Tiga Karakteristik Digital Banking yang Penting untuk Diketahui

Internet banking dan mobile banking sesungguhnya berbeda dengan digital banking.
Pingit Aria
17 Desember 2018, 18:19
DBS Plaza Singapura
Katadata/Pingit Aria
Mengusung konsep gaya hidup, kantor cabang DBS Plaza Singapura dilengkapi sebuah kafe.

Perkembangan teknologi semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam bidang perbankan. Saat ini, aktivitas perbankan sudah bisa dilakukan lewat satu aplikasi di smartphone

Setelah akrab dengan istilah internet banking dan mobile banking, berikut adalah tiga hal tentang digital banking sebaiknya Anda tahu: 

1. Digital Banking tidak memerlukan kantor cabang

Bank beroperasi melalui jalur distribusi fisik dengan kantor cabang dan kantor cabang pembantu yang tersebar di pelosok daerah untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Sementara, digital banking merupakan layanan perbankan melalui sarana elektronik atau digital milik bank, di mana nasabah bank dapat melakukan aktivitas perbankan secara mandiri.

Digital banking memungkinkan nasabah untuk melakukan kegiatan seperti pembukaan rekening, deposito, dan investasi yang biasanya hanya dapat dilakukan melalui kantor cabang bank secara digital.

2. Digital Banking lebih dari sekadar aplikasi perbankan

Perbedaan digital banking dan mobile banking terletak pada fitur yang disediakan melalui satu aplikasi. Mobile banking memungkinkan nasabah melakukan transaksi seperti yang dapat dilakukan melalui ATM, termasuk transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian voucher pulsa dan sejenisnya.

(Baca juga: Go-Jek gandeng DBS untuk Bawa Go-Pay ke Asia Tenggara)

Sementara, digital banking memungkinkan nasabah untuk melakukan aktivitas perbankan yang biasa dilakukan melalui kantor cabang, seperti membuka rekening baru, membuka akun deposito, investasi, mengisi e-wallet dan lainnya.

3. Digital Banking berbasis biometrik e-KTP

Teknologi biometrik yang terdapat pada e-KTP merupakan teknologi yang tidak hanya digunakan untuk pencatatan sipil tetapi juga dapat digunakan sebagai database dalam industri perbankan.

Melalui teknologi biometrik berupa sidik jari, verifikasi dan keamanan data setiap nasabah sudah tercatat dan terintegrasi. Ini akan mempersingkat waktu nasabah dalam membuka rekening, saat login atau setiap melakukan transaksi. Selain itu, penggunaan data biometrik juga mengurangi human error seperti lupa PIN.

Saat ini digital banking sudah menjadi kebutuhan bagi banyak nasabah di Indonesia dalam melakukan aktivitas perbankan sehari-hari. Industri perbankan tengah diramaikan oleh produk dan layanan digital banking, salah satunya adalah digibank by DBS.

“Pemahaman akan digital banking dan berbagai layanan perbankan tentunya sangat diperlukan untuk memilih solusi atas kebutuhan keuangan para nasabah,” ujar Leonardo Koesmanto, Executive Director Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia melalui siaran persnya, Senin (17/12).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait