Dapat Modal, Fintech Pendidikan ‘Cicil’ Sasar Pasar Asia Tenggara

Layanan Cicil sudah menjangkau pelajar di 29 kota dan mahasiswa di 100 universitas di Indonesia.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
15 Agustus 2018, 12:43
Mahasiswa
ANTARA FOTO/Maulana Surya
Menko PMK Puan Maharani (kelima kanan) didampingi Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Ravik Karsidi (kelima kiri) berfoto bersama sejumlah mahasiwa baru seusai memberikan kuliah umum di kampus setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (14/8).

Perusahaan financial technology (fintech) pinjam meminjam di bidang pendidikan PT Cicil Solusi Mitra Teknologi atau Cicil memperoleh pendanaan Seri A yang dipimpin oleh East Ventures dan Vertex Ventures.  Cicil telah mengumpulkan pendanaan lebih dari US$ 5 juta atau Rp 72,5 miliar sejak 2016 lalu.

Putaran pendanaan ini pun turut melibatkan K3 Ventures, Ethos Partners, dan investor terdahulunya yaitu Accord Ventures. "Akses keuangan merupakan masalah nyata mahasiswa Indonesia. Kami berharap bisa menyelesaikan masalah tersebut, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara," ujar Co-Founder Cicil Leslie Lim dalam siaran pers, Rabu (15/8).

Cicil merupakan perusahaan fintech yang fokus menyalurkan pinjaman untuk pembayaran uang sekolah dan pembelian kebutuhan sekolah secara online. Untuk mendapat pendanaan ini, pelajar atau mahasiswa bisa mecicil uang sekolah atau kuliahnya secara bulanan tanpa kartu kredit.

(Baca juga: Fasilitasi Fintech, Kominfo dan Dukcapil Integrasikan Data Penduduk)

Selain itu, startup hasil binaan Google Launchpad Accelerator tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2017 dan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech). Kini, layanan Cicil sudah menjangkau pelajar di 29 kota dan mahasiswa di 100 universitas di Indonesia.

Co-Founder Cicil Edward Widjonarko menyampaikan, lebih dari separuh penduduk Indonesia tidak memiliki rekening bank (unbanked). Namun, sekitar 70% dari populasi yang unbanked ini memiliki ponsel, yang
memungkinkan fintech seperti Cicil untuk terus berkembang.

Sementara itu, Managing Partner East Ventures Willson Cuaca berpendapat, Cicil berbeda dengan fintech lending pada umumnya. Menurutnya, Cicil menyasar salah satu permasalahan paling kritikal di dalam negeri, yaitu pengembangan kapasitas manusia.

"Cicil mengisi kesenjangan ini dengan memberikan pembiayaan bagi mahasiswa untuk membiayai pendidikan dan membeli kebutuhan belajar seperti laptop dan komputer," ujarnya.

(Baca juga: Modalku Cairkan Rp 2 Triliun Kredit UMKM di Tiga Negara)

Managing Partner Vertex Ventures Joo Hock Chua berharap, Cicil terus berekspansi pada layanan pembiayaan mahasiswa di Indonesia. Sebab, segmen ini belum tergarap optimal oleh platform pembiayaan lain di Tanah Air "Mereka memiliki alat dan peluang yang tepat untuk fokus menghasilkan pengalaman belajar yang lebih baik. Kami melihat peluang besar di luar Indonesia, yaitu membantu pelajar di ASEAN,” ujarnya.

Yang mana, mahasiswa dapat dengan mudah membeli produk untuk kebutuhan belajar di berbagai e-commerce di Indonesia. Caranya, pelajar hanya perlu menyertakan link produknya di platform cicil.co.id untuk mengetahui jumlah cicilan setiap bulannya. Bila setuju, pelajar atau mahasiswa bisa membeli produk tersebut.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait