Kominfo Kembali Blokir Tumblr, Netizen Kecewa

Kominfo memblokir Tumblr karena memuat konten asusila.
Pingit Aria
6 Maret 2018, 17:57
Rudiantara
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Menkominfo Rudiantara

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali memblokir situs media sosial Tumblr. Konten asusila menjadi alasan Kemenkominfo mengambil langkah tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Humas Kominfo Noor Iza menjelaskan, instansinya mendapat aduan dari masyarakat mengenai konten negatif di Tumblr. Setelah diperiksa, mereka menemukan keberadaan akun asusila di sana. "Setelah dilakukan penelusuran, ada lebih dari 360 akun asusila," kata Noor Iza, Selasa (6/3).

Hanya, yang menyebabkan Kominfo memutuskan pemblokiran adalah nihilnya respons Tumblr. Tumblr bahkan diduga tidak memiliki mekanisme menangkal konten negatif sesuai ketentuan pemerintah.

(Baca juga: Lewat Internet, Eatlah Populerkan Aneka Menu Bersaus Telur Asin)

Advertisement

Noor menyatakan, Kominfo sudah menghubungi pihak Tumblr dalam kurun 2x24 jam namun tak berbuah balasan. "Setelah itu kami kumpulkan DNS (Domain Name System) terkait, baru kita meminta ISP (penyelenggara jasa internet) untuk memblokir," imbuh Noor.

Pemblokiran resmi dilakukan sejak Senin (5/3) sore kemarin. Setidaknya ada delapan DNS milik Tumblr yang aksesnya ditutup oleh Kominfo. Sebelumnya, pemblokiran Tumblr juga pernah dilakukan pada 2015 lalu karena alasan yang sama.

Netizen pun menuangkan kekecewaannya terhadap keputusan ini. Akun Twitter @Shandya misalnya, menyebut 360 akun yang memuat konten negatif itu jumlahnya tidak sampai 1% dari total 392 juta akun Tumblr. “Anda sama saja membakar habis seluruh hutan hanya untuk membasmi satu cacing,” ujarnya.

(Baca juga: Berkah Go-Food bagi Pisang Goreng Bu Nanik)

Sementara akun @reisha mengusulkan agar Kominfo bertindak spesifik dengan hanya menutup akun yang berkonten negatif, bukan seluruh situs Tumblr. “Di luar sana juga terdapat lebih dari 360 akun Tumblr yang menulis hal-hal bagus dan bermanfaat,” katanya.

Reporter: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait