Tiket.com Targetkan Pertumbuhan Transaksi 100% Tahun Depan

Proyeksi penjualan jasa travel online pada 2017 mencapai Rp 46 triliun atau sekitar 14% dari total transaksi wisata di Indonesia.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
2 November 2017, 18:52
Bandara Soekarno Hatta
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Petugas memeriksa tiket di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (19/6).

Lesunya kinerja retail tak dirasakan oleh para pelaku bisnis agen perjalanan. Chief Executive Officer Tiket.com George Hendrata menargetkan bisnisnya tumbuh 100% tahun depan. Meski, pangsa pasar agen perjalanan offline juga masih besar.

George menyatakan, peluang tumbuh bisnis pemesanan hotel, tiket pesawat hingga kereta secara online masih sangat besar. "Seluruh pangsa pasarnya tumbuh dengan travel fair dan pembangunan infrastruktur pariwisata," kata George kepada Katadata di acara Tech in Asia 2017, Jakarta Convention Center, Kamis (2/11).

Ia menyebut, perkiraan belanja wisata di Indonesia pada 2017 bakal mencapai Rp 320 triliun atau setara 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu masih terbilang kecil dibandingkan pengeluaran wisata di Malaysia yang mencapai 5% dari PDB dan Thailand sebesar 8%. “Karena itu saya yakin ruang tumbuh masih besar,” ujarnya.

(Baca juga: Gerai Lotus Tutup, Sri Mulyani Siapkan Kebijakan Dorong Bisnis Retail)

Dari jumlah tersebut, prediksi penjualan jasa travel online pada 2017 mencapai Rp 46 triliun atau sekitar 14% dari total transaksi wisata. Meski tidak mengungkapkan kue yang Tiket.com dapatkan, dia menegaskan perusahaannya merupakan yang terbesar kedua di Indonesia. "Pertumbuhannya sebesar 10% untuk online travel," kata George.

Ia juga optimis akuisisi Tiket.com yang dilakukan PT Djarum lewat BliBli.com bakal mendongkrak penjualan. Keduanya akan bekerja sama menghubungkan sistem. George memberi contoh, pembeli tiket penerbangan di Tiket.com bakal mempunyai akses lebih mudah untuk membeli kebutuhan perjalanan di Blibli.com.

"Implementasinya bisa macam-macam tetapi dengan 1 lokasi yang sama bisa lebih bagus lagi karena lebih mudah komunikasi," tuturnya.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait