Pengembangan Produk UMKM Terkendala Soal Manajemen Rantai Pasok

Image title
12 Desember 2021, 16:48
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kanan) dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi (kedua kanan) menghadiri Semarak Pasar UKM di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/12/2020). Menteri Koperasi dan UKM berharap di daerah di Indonesia harus memiliki pr
ANTARA FOTO/Jojon/foc.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kanan) dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi (kedua kanan) menghadiri Semarak Pasar UKM di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/12/2020).

Kementerian Koperasi dan UKM menyebut manajemen rantai pasok masih menjadi tantangan utama pengembangan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Indonesia memiliki banyak produk dengan aneka jenis dan ragam. Namun, kapasitas produksi para pelakunya masih terbatas. Ia mencontohkan permintaan gula semut dari Eropa dan Amerika Serikat begitu besar. Namun, para pelaku UMKM terutama yang masih level mikro dan kecil perlu terus mendapatkan agregasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Saya selalu mengajak para kepala daerah untuk memilih dan menentukan satu atau beberapa produk unggulan khas daerahnya untuk kita kembangkan kualitas produk dan pemasarannya," ujarnya di sela-sela Bazar Indonesia Hits di Kota Bogor, dikutip dari Antara, Minggu (12/12).

Teten melanjutkan transformasi digital UMKM penting dilakukan karena diproyeksikan kekuatan ekonomi digital Indonesia akan bertumbuh delapan kali lipat di 2030 atau mencapai Rp4.531 triliun.

Kemenkop dan UKM juga terus mendorong migrasi UMKM ke ekosistem digital. Saat ini sekitar  24,9% atau sebesar 16,4 juta UMKM sudah memasarkan produknya lewat internet. 

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan produk UMKM harus mendapat sentuhan khusus agar lebih diminati pasar global yakni dengan memberikan nuansa modern sekaligus menonjolkan sisi etnik atau nuansa lokalnya.

Pada tahun depan, Pemkot Bogor dikatakan akan membangun pedestrian di seputaran Jalan Pajajaran yang banyak dikelilingi kuliner khas Bogor, kafe, restoran, hingga hotel.

"Saya menyebut langkah ini sebagai nasionalisme kosmopolitan," ungkap Bima.

 

Reporter: Rezza Aji Pratama
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait