Bacaan Doa Tahiyat Akhir Beserta Artinya

Doa tahiyat akhir termasuk dalam rukun qauli (ucapan) salat. Dalam tahiyat akhir bacaan dilengkapi dengan selawat Ibrahimiyah. Berikut doa tahiyat akhir beserta bacaan setelahnya.
Image title
12 Oktober 2021, 15:33
Ilustrasi doa tahiyat akhir.
Pexels.com
Ilustrasi doa tahiyat akhir.

Doa tahiyat akhir merupakan salah satu rukun salat bagi umat muslim. Adapun doa tersebut dilafazkan dalam posisi duduk, kaki kanan ditegakkan sementara kaki kiri disingkap masuk ke bawah betis kaki kanan.

Bacaan Tahiyat

Bacaan tahiyat akhir sama dengan bacaan tahiyat awal. Mengutip buku “Risalah Tuntunan Shalat Lengkap” oleh Moh Rifa’i, berikut bacaan tahiyat awal dan akhir:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ 

Attahiyyatul mubarakatush shalawatut thoyyibatu liLlah, assalamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh, assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish shalihin, asyhadu al-la ilaha illa-llah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah .

Artinya: “Segala penghormatan yang penuh berkah, segenap selawat yang penuh kesucian, (semuanya) adalah milik Allah. Salam padamu wahai para Nabi, beserta rahmat dan berkah Allah. Salam bagi kami, dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Namun, pada tahiyat akhir ditambah bacaan selawat atas keluarga Nabi Muhammad SAW dengan membaca:

وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Wa ala Ali Sayyidina Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.”

Lalu, disunahkan membaca selawat Ibrahimiyah sebagai berikut:

كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa ibraahiima wa’alaa aali sayyidinaa ibrahiima, wabaarik ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa ’alaa sayyidinaa ibraahima wa ‘alaa aali sayyidina ibraahima, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.

Artinya: “Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah tas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta, Engkalah yang terpuji dan Maha Mulia.”

Setelah menuntaskan bacaan selawat Ibrahimyah, selanjutnya akhiri salat dengan mengucapkan salam sambil menengok ke kanan dan ke kiri.

Doa Setelah Tahiyat Akhir

Ketika tahiyat atau tasyahud akhir dan sebelum salam, disunahkan membaca doa perlindungan dari empat hal. Anjuran tersebut seperti yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

إذا فرَغَ أحَدُكم مِن التشهُّدِ الآخِرِ، فلْيتعوَّذْ باللهِ مِن أربعٍ: يقولُ : اللهم ! إني أعوذُ بك من عذابِ جهنمَ . ومن عذابِ القبرِ . ومن فتنةِ المحيا والمماتِ . ومن شرِّ فتنةِ المسيحِ الدجالِ

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian ber-tasyahud akhir, maka setelah itu mintalah perlindungan kepada Allah dari empat hal.”

Bacaan doa perlindungan tersebut, yaitu:

اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal."

Hukum Doa Setelah Tahiyat Akhir

Mengutip Muslimina, ada beberapa pendapat terkait bacaan doa setelah tahiyat akhir. Syaikh Sibromalisy berkata: “Makruh meninggalkan doa setelah tahiyat akhir karena doa tersebut lebih utama-utamanya perkara yang diwajibkan sebagian ulama.”

Sementara, beberapa kalangan mewajibkan membaca doa perlindungan seperti halnya yang dilakukan oleh Imam Thawus. Beliau memerintahkan anaknya untuk mengulang salat lantaran meninggalkan doa setelah tahiyat akhir.

Menurut Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu juz 2, melafazkan doa setelah tahiyat akhir sebelum salam termasuk dari salah satu sunah salat.

Doa Lain Setelah Tahiyat Akhir

Selain doa perlindungan di atas, Rasulullah SAW pernah mengajarkan suatu doa kepada Abu Bakar Ash Shiddiq. Dari Sahih Adabul Mufrad Imam Bukhari, diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah SAW:

“Ajarilah saya sebuah doa yang akan saya baca di dalam salat saya.”

Rasulullah SAW bersabda, katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya: "Ya Allah sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak. Tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa itu selain Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan sayangilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Doa lainnya yang bisa dibaca setelah tahiyat akhir sebelum salam, yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Allahumma inni a’udzu bika minal jubni, wa a’udzu bika an arudda ilaa ardzalil ‘umur, wa a’udzu bika min fitnatid dunyaa, wa a’udzu bika min ‘adzabil qodbri

Artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari lemah melakukan ibadah yang mulia, aku meminta perlindungan pada-Mu dari keadaan tua yang jelek, aku meminta perlindungan pada-Mu dari tergoda syahwat dunia (sehingga lalai dari kewajiban), aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa kubur).” (HR. Bukhari no. 2822).

Selain itu, doa setelah tahiyat akhir sebelum salam bisa dilakukan dengan melafazkan:

اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ 

Allahumma inni zholamtu nafsii zhulman katsiroo wa laa yaghfirudz dzunuuba illa anta. Faghfir lii maghfiratan min ‘indik, warhamnii innaka antal ghofurur rohiim"

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang besar. Tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu. Kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Bukhari, no. 834 dan Muslim, no. 2705).

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait