Kenali Gejala dan Penyebab Sariawan yang Muncul di Area Mulut

Penyebab sariawan bisa terdiri dari banyak faktor, seperti kekurangan vitamin. Saat seseorang menderita penyakit ini, gejala umumnya berupa munculnya luka bulat di area mulut disertai rasa nyeri.
Image title
22 Desember 2021, 13:07
Kenali Gejala dan Penyebab Sariawan yang Muncul di Area Mulut
shironosov/iStockphoto
Ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan dekat gusi

Sariawan adalah gangguan kesehatan mulut yang bisa diderita oleh siapa saja. Penyebab sariawan cukup beragam, namun yang paling umum akibat munculnya jamur candida albicans di area mulut. Jika dibiarkan begitu saja jamur tersebut akan tumbuh dan menyebar hingga terjadi sariawan.

Cara mengatasi sariawan bisa menggunakan beberapa metode. Contohnya dengan mengkonsumsi bahan makanan atau minuman yang tinggi kandungan vitamin C. Apabila sariawan yang diderita sudah sangat parah, maka penderitanya harus segera berobat ke dokter.

Penyebab sariawan juga sangat berkaitan dengan kebersihan mulut. Selain itu, penyakit sariawan tidak bisa menular namun rasa nyerinya tetap sangat menyakitkan.

Secara umum sariawan bisa hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 minggu. Tetapi, dalam kondisi tertentu penyakit ini akan awet di area mulut jika tidak ditangani sesegera mungkin.

Advertisement

Lebih lanjut, berikut rangkuman tentang penyebab sariawan dan gejala secara umumnya. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Sariawan?

Sariawan adalah penyakit yang muncul di area mulut. Menurut Mayo Clinic, sariwan merupakan lesi kecil yang tidak muncul di permukaan bibir dan tidak menular. Sariawan biasanya berkembang pada jaringan lunak di mulut atau di dasar gusi. Tidak seperti luka dingin, sariawan bisa sangat menyakitkan, serta mengganggu proses makan hingga membuat seseorang sulit untuk berbicara.

Jika sariawan sudah terlanjur parah yang luar biasa besar atau nyeri atau sariawan yang tampaknya tidak sembuh-sembuh, maka penderitanya harus segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Meski demikian,  kebanyakan sariawan hilang dengan sendirinya dalam 1 atau 2 minggu.

Dilansir dari Hello Sehat, sariawan atau stomatitis aftosa adalah luka kecil yang dangkal dan terasa sakit di rongga mulut. Penyakit ini sering disebut dengan istilah guam.

Sariawan adalah gangguan kesehatan yang paling sering terjadi di area mulut dan gusi. Secara klinis, sariawan pernah dialami oleh seseorang minimal satu kali dalam hidupnya.

Cara mencegah sariawan adalah dengan rutin mengkonsumsi makanan sehat, terutama yang kaya akan kandungan vitamin C dan menjaga kebersihan area mulut. Gejala sariawan yang sering terjadi biasanya ditandai dengan munculnya lepuhan. Kalau dibiarkan, lepuhan itu akan terus membesar serta menimbulkan rasa nyeri.

Secara ringkas, sariawan dapat dikategorikan sebagai gangguan kesehatan yang bisa menimpa siapa saja. Mengutip dari situs Klikdokter.com, rata-rata sariawan berbentuk bulat atau oval. Sariawan  umumnya muncul di bawah lidah, di bagian dalam pipi atau bibir, di dasar gusi, atau langit-langit mulut.

Penyebab Sariawan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyebab sariawan bisa dipicu oleh sejumlah faktor. Namun, penyebab utamanya adalah akibat munculnya jamur candida albicans di area mulut. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab terjadinya sariawan, sebagaimana dikutip dari Hellosehat.com:

  1. Alergi.
  2. Bahan kimia di dalam pembersih gigi.
  3. Dan lainnya.
  4. Inveksi virus.
  5. Kekurangan hormon.
  6. Kekurangan vitamin.
  7. Makanan tertentu.
  8. Penyakit tertentu.

Gejala Sariawan

Dilansir dari Alodokter.com,  gejala sariawan biasanya akan disertai dengan sensasi kesemutan adan rasa terbakar di area bibir atau mulut. Rasa nyeri ini akan dirasakan 1-2 sebelum sariawan muncul.

Bentuk sariawan umumnya adalah oval atau bulat. Saat pertama kali muncul, ukuran sariawan cukup kecil namun disertai dengan rasa nyeri yang begitu mengganggu.

Saat muncul di area mulut, luka sariawan bakal berwarna putih atau kuning dengan bagian tepi berwarna merah. Jika sariawan muncul di dekat gusi, maka lukanya akan menyebabkan bengkak disertai rasa nyeri. Ini akan mengganggu seseorang saat menggosok gigi. Kalau tidak hati-hati, rasa perih bakal langsung terasa.

 

Pada kasus atau kondisi tertentu, seseorang dapat merasakan nyeri dari sariawan yang jumlahnya lebih dari satu. Kebanyakan sariawan muncul di jaringan lunak di mulut atau di dasar gusi. Rasa nyeri yang cukup parah, akan menimbulkan rasa tidak nyaman saat berbicara, makan dan minum, ataupun menggosok gigi.

Menurut Cleaveland Clinic, sariawan dapat berkembang secara tiba-tiba. Tanda yang umum adalah adanya lesi putih krem ​​yang sedikit menonjol pada bagian mulut. Bisa juga di lidah atau pipi bagian dalam. Sariawan pun dapat muncul di langit-langit mulut, gusi, amandel, atau belakang tenggorokan seseorang. Gejalanya antara lain sebagai berikut:

  • Kemerahan dan nyeri di dalam dan di sudut mulut.
  • Kehilangan kemampuan untuk merasakan.
  • Perasaan kapas di mulut.

Sariawan akan sangat terasa sakit dan bisa mengeuarkan darah apabila tidak sengaja terkikis atau tersentuh saat menyikat gigi. Dalam kasus yang parah, lesi dapat menyebar ke kerongkongan dan menyebabkan nyeri atau kesulitan menelan, perasaan bahwa makanan tersangkut di tenggorokan atau area tengah dada, sampai demam jika infeksi menyebar ke luar kerongkongan.

Jenis-jenis Sariawan

Dihimpun dari sejumlah sumber, berikut jenis-jenis sariawan yang bisa diderita oleh seseorang:

Sariawan Minor

Memiliki diameter luka kurang dari 1 cm, sariawan jenis ini paling banyak diderita. Untuk sembuh, seseorang memerlukan waktu 7-14 hari lamanya.

Sariawan Mayor

Sariawan mayor dapat muncul di beberapa bagian area ulut dan tenggorokan. Biasanya, sariawan ini akan benar-benar hilang dalam kurun waktu sekitar 6 minggu. Sariawan jenis ini memiliki ukuran diameter sekitar 2–3 cm.

Sariawan Herpetiformis

Jenis sariawan ini akan muncul berkelompok dengan diameter setiap lukanya hanya 1–2 mm. meski demikian, sariawan ini jarang terjadi.

Walaupun terihat sepele, sariawan harus segera ditangani agar tidak menimbulkan atau masuk ke kondisi yang sangat parah. Jika sudah begini maka penderitanya harus segera berobat ke dokter.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait