6 Daerah Penghasil Tambang Emas Terbesar di Indonesia

Emas termasuk logam mulia yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuat perhiasan. Indonesia masuk dalam 5 besar bahan baku emas di dunia. Berikut 6 daerah penghasil tambang emas terbesar di Indonesia.
Dwi Latifatul Fajri
3 Februari 2022, 13:50
Tambang Emas Terbesar di Indonesia
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.
Daerah Penghasil Tambang Emas Terbesar di Indonesia

Indonesia memiliki sumber daya energi potensial, salah satunya tambang emas. Saat ini sudah ada perusahaan tambang emas yang berada di beberapa daerah.

Emas termasuk logam mulia yang dimanfaatkan untuk bahan penyepuh, perhiasan, membuat huruf emas, fotografi, dan alat laboratorium. Sedangkan perak dimanfaatkan untuk perhiasan, campuran logam, solder perak dan alat presisi.

Berdasarkan Databoks Katadata, perusahaan penghasil emas terbesar yang ada di Indonesia adalah PT Antam (Persero). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi emas PT Antam, melalui UBPPP LM sebanyak 44,13 ton di tahun 2019.

Mengutip dari esdm.go.id, Indonesia memiliki cadangan minyak sebesar 2.600 ton. Indonesia masuk dalam 5 besar di dunia yang mempunyai bahan baku emas di dunia. Sumber cadangan emas di Indonesia tersebar di Sumatera, Sulawesi, Papua, Maluku, dan Jawa. Sebanyak 52% jumlah cadangan bijih emas terbesar di Indonesia berada di Papua.

Advertisement

Tambang Emas Terbesar di Indonesia

1. Maluku dan Papua

Maluku dan Papua memiliki sumber daya emas dan perak yang potensial. Daerah tambang emas terbesar di Indonesia adalah Papua. Cadangan emas di Papua saat ini sebanyak 1.876 juta ton biji dan 1.875 juta ton biji untuk cadangan perak.

Mengutip dari akseleran.co.id, Tembagapura yang berada di Provinsi Papua menyimpan cadangan emas terbanyak di Indonesia. Lokasi tambang terbesar adalah tambang Grasberg yang kepemilikan ada di PT Freeport Indonesia.

2. Nusa Tenggara

Nusa Tenggara memiliki cadangan emas sebanyak 507 juta ton bijih. Sedangkan cadangan perak memiliki cadangan sebanyak 490 juta ton biji.

Daerah Sumbawa, di Nusa Tenggara Barat termasuk daerah tambang emas terbesar kedua setelah Tembagapura. Tambang ini dikelola oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Selain Sumbawa, ada daerah Dompu yang memiliki tambang emas bawah tanah. Tambang emas di Dompu termasuk baru dan dioperasikan oleh PT Sumbawa Timur Mining di tahun 2020.

3. Jawa

Pulau Jawa memiliki sumber daya emas dan perak yang potensial. Jumlah cadangan emas sebanyak 397 juta ton dan cadangan perak sebanyak 98 juta ton. Pulau Jawa memiliki daerah penghasil emas yang berada di Pongkor, Bogor, Jawa Barat. Tambang emas ini sudah beroperasi sejak 1994 dan dikelola oleh PT Aneka Tambang tbk.

4. Sumatera

Pulau Sumatra memiliki cadangan emas sebanyak 168 juta ton, sedangkan cadangan perak sebanyak 103 juta ton. Daerah penghasil emas di Sumatera yaitu tambang emas Martabe di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

5. Sulawesi

Salah satu daerah penghasil tambang emas ada di Toka Tindung, Minahasa, Sulawesi Utara. Tambang emas di Toka Tindung dikelola oleh PT Archi Indonesia tbk. Pulau Sulawesi memiliki cadangan emas sebanyak 557 juta ton bijih. Sedangkan cadangan perak sebanyak 269 juta ton bijih.

6. Kalimantan

Pulau Kalimantan mempunyai cadangan emas sebanyak 40 juta ton dan cadangan perak sebanyak 16 juta. Mengutip dari kalselprov.go.id, daerah penghasil emas di Kalimantan Selatan yaitu Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Hulu Sungai Tengah. 

Perusahaan Tambang Emas Terbesar Di Indonesia

Berdasarkan Booklet Tambang Emas Perak 2020 yang diterbitkan Kementerian ESDM, berikut daftar perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia dengan jumlah produksinya pernah tahun:

  1. PT Antam (Persero) Tbk (UBPP Logam): 44,13 ton. 
  2. PT Freeport Indonesia: 28,01 ton. 
  3. PT Agincourt Resources: 12,17 ton. 
  4. PT Tambang Tondano Nusajaya: 6,80 ton. 
  5. PT Nusa Halmahera Minerals: 5,10 ton. 
  6. PT J Resources Bolaang Mongondow: 2,60 ton. 
  7. PT Indo Muro Kencana: 1,92 ton
  8. PT Amman Mineral Nusa Tenggara: 1,73 ton. 
  9. PT Bumi Suksesindo: 1,56 ton. 
  10. PT Antam (Persero) Tbk (UBPE Pongkor): 1,42 ton. 
  11. PT Meares Soputan Mining: 1,33 ton
  12. PT Natarang Mining: 0,9 ton. 
  13. PT Kasongan Bumi Kencana: 0,86 ton. 
  14. PT Sago Prima Pratama: 0,49 ton. 
  15. PT Sultan Rafli Mandiri: 0,01 ton. 

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait