Pemerintah Resmi Teken Perpanjangan Kontrak Blok Rimau untuk Medco

Indonesia dapat bonus tanda tangan US$ 4 juta atau sekitar Rp 56 miliar dari kontrak baru Blok Rimau
Image title
14 Februari 2019, 20:58
Medco Energi
Arief Kamaludin|KATADATA
Medco Energi

Pemerintah resmi memberikan perpanjangan kontrak bagi hasil Blok Migas yang dikelola oleh PT Medco E&P Indonesia. Berbeda dengan kontrak sebelumnya yang masih menggunakan skema cost recovery, kontrak perpanjangan kali ini menggunakan skema gross split.

Kontrak bagi hasil WK Rimau ini akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 23 April 2023. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) dalam lima tahun pertama sebesar US$ 41,33 juta dan Bonus Tanda tangan sebesar US$ 4 juta.

“Selamat Medco, semoga Rimau bisa tingkatkan sesuai Komitmen Kerja Pasti (KKP). Medco juga diharapkan bisa jalankan semua kesepakatan, sehingga blok ini bisa sesuai harapan kami," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, saat menyaksikan penandatanganan kontrak baru Blok Rimau di  Jakarta, Kamis (14/2).

(Baca: Arcandra Sebut Tiga Alasan Putuskan Blok Rimau Kembali ke Medco)

Advertisement

Pemerintah menilai Medco memiliki kemampuan untuk mengelola lanjut WK Rimau yang saat ini menghasilkan produksi minyak sekitar 8.200 barel per hari. Sinergi yang telah terjalin antara PT Medco E&P Rimau dan Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi yang merupakan BUMD Sumatera Selatan dalam mengelola WK Rimau selama ini memberikan dampak positif, tidak hanya bagi Kontraktor dan Negara namun juga bagi masyarakat di Daerah.

Kementerian ESDM berpesan agar Medco senantiasa berupaya menjaga dan meningkatkan laju produksi di WK Rimau. Melaksanakan komitmen-komitmen yang tertuang dalam kontrak termasuk Komitmen Kerja Pasti di lima tahun pertama dan meningkatkan kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan Minyak dan Gas Bumi.

Arcandra berharap proses penandatanganan kontrak WK lainnya bisa segera selesai dan skema kerja samanya berubah menjadi gross split. Ini merupakan skema kontrak migas baru yang mulai berlaku sejak 2017. Hingga saat ini sudah ada 40 kontrak migas yang menggunakan skema gross split. (Baca: Pemerintah Berencana Beri Keringanan Pajak Skema Gross Split)

Terkait perpanjangan kontrak Blok Rimau, Direktur Operasi Medco Energi Ronald Gunawan belum bisa memastikan proyek ini akan mulai beroperasi. “Itu yang perlu didiskusikan sama SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi),” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (14/2). 

Kontrak Bagi Hasil WK Rimau ini merupakan kontrak perpanjangan dengan pemegang partisipasi Interes PT Medco E&P Rimau sebesar 95% dan perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sebesar 5%. Blok Rimau terletak di Sumatera Selatan. Blok migas yang berada di darat ini memiliki luas 1.103 kilometer persegi. 

(Baca: Pertamina Belum Minat Kelola Blok Rimau)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait