Canda Jokowi di Hari Pers: Wartawan di Istana Banyak yang Menyebalkan

Jokowi menyampaikan bahwa peran pers sangat diperlukan sebagai pilar penegak kebenaran serta fakta.
Ameidyo Daud Nasution
9 Februari 2018, 21:20
Jokowi
Intan | Biro Pers Sekreteriat Presiden
Presiden Jokowi menghadiri perayaan Hari Pers Nasional di Padang, Sumatra Barat, Jumat (9/2)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut awak media di lingkungan Istana Kepresidenan banyak yang menyebalkan. Candaan ini dilontarkan saat dirinya bertukar peran dengan seorang wartawan bernama Muhammad Yusri Nur Raja Agam dalam perayaan Hari Pers Nasional di kawasan Danau Cimpago, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Jumat (9/2). 

Saat itu Jokowi mengundang wartawan untuk naik panggung sebagaimana yang sering dilakukan di tengah-tengah pidato acara tertentu. Yusri, wartawan asal Surabaya lalu mengacungkan tangan, lantas terlihat Jokowi mengajaknya naik.

Bukan mendapat kuis, Jokowi malah mengajak Yusri bertukar peran menjadi Presiden. Sementara mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjadi wartawan. Berakting sebagai wartawan, Jokowi menanyakan sang 'Presiden' Yusri soal media yang paling menyebalkan.

Yusri lalu menjawab 'media abal-abal' sebagai media yang paling menjengkelkan. Hal ini langsung dibantah Jokowi bahwa tidak ada media abal-abal yang ada di Istana Kepresidenan. Sambil bercanda dirinya berseloroh bahwa banyak media resmi di Istana yang menyebalkan.

Advertisement

"Medianya resmi semua tapi banyak yang menyebalkan, jadi yang mana pak ?," tanya Jokowi setengah becanda dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Jumat (9/2).

Mendapat pertanyaan itu, Yusri lantas menyebut nama sebuah media cetak yang sontak disambut tawa sumringah Jokowi. Bahkan dia memuji kejujuran 'Presiden' Yusri yang menyebut nama tersebut, "Pak Presiden ini blak-blakan seperti perasaan saya," kata Jokowi.

'Wartawan' Jokowi juga sempat bertanya kepada 'Presiden' Yusri tentang siapa anggota Kabinet Kerja yang paling penting. Yusri hanya menjawab bahwa semua menteri penting, namun yang mampu membuat Presiden nyaman. Jokowi lagi-lagi tidak puas dengan jawaban ini. "Politis banget jawabannya," kata Jokowi.

Yusri akhirnya membeberkan siapa Menteri paling penting. Menurutnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara penting untuk menyampaikan informasi dari kota ke desa, begitu pun sebaliknya. "Termasuk informasi politik," ujarnya.

Dalam pidato pada perayaan Hari Pers ini, Jokowi menyampaikan bahwa peran pers sangat diperlukan sebagai pilar penegak kebenaran serta fakta. Selain itu dirinya juga meminta pers membangun narasi kebudayaan dan peradaban baru serta memotret dinamika masyarakat yang semakin cepat.

"Yang bergerak cepat dan semakin efisien serta melahirkan revolusi industri 4.0," kata Jokowi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait