Diperintahkan Jokowi, Menlu ke Myanmar Bahas Rohingya

Jokowi menginstruksikan Menlu menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait persoalan Rohingya, termasuk dengan Sekjen PBB dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State Kofi Annan
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
4 September 2017, 11:57
Jokowi menlu
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi telah tiba di Yangon, Myanmar, tengah malam tadi. Dia memang dijadwalkan menemui State Counsellor Myanmar Daw Aung San Suu Kyi serta beberapa Menteri lainnya dalam kaitannya permasalahan Rohingya.

Juri Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Retno menghadiri pertemuan akan digelar dari pagi ini hingga sore nanti di Ibukota Myanmar yakni Naypyidaw. Setelah pertemuan digelar Retno akan kembali ke Yangon. "Jadi pertemuan digelar seharian ini," kata Arrmanatha dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Senin (4/9).

Setelahnya, esok Selasa (5/9), Retno akan melanjutkan perjalanannya ke Ibukota Bangladesh yakni Dhaka untuk membahas persoalan pengungsi Rohingya di sana. Kunjungan tersebut juga untuk mempersiapkan bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi yang ada di Bangladesh.

Perjalanan Retno ke Myanmar dan Bangladesh ini merupakan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang secara khusus Retno berkomunikasi langsung dengan sejumlah pihak terkait persoalan Rohingya. "Saya minta (Menlu) menjalin komunikasi dengan berbagai pihak termasuk Sekretariat Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State Kofi Annan," kata Jokowi kemarin.

Jokowi juga meminta aksi kekerasan di Rakhine ini segera dihentikan. Namun bukan saja imbauan, mantan Walikota Solo tersebut juga memastikan akan ada aksi nyata RI dalam menghadapi krisis kemanusiaan tersebut. Sebelumnya RI sendiri telah menerima para pengungsi dari Rakhine dan mengirim sejumlah bantuan pekan ini.

Kepala Negara sekaligus menyampaikan komitmen Pemerintah RI untuk melakukan aksi nyata menghadapi krisis kemanusiaan di Rakhine State. Pemerintah menyatakan akan terus memberikan bantuan kemanusiaan, baik ke kawasan Rakhine State maupun untuk para pengungsi di Bangladesh.

"Pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer. Juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan juga segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State," ucapnya.

 

Indonesia sendiri telah menampung para pengungsi dari Rakhine State. Hal itu merupakan salah satu wujud kepedulian dan komitmen Indonesia dalam memberikan bantuan terbaik bagi warga Rakhine.

Video Pilihan

Artikel Terkait