April Mop, Momen Hari "Prank" dan "Hoax" Sedunia

Belum ada sejarah yang pasti mengenai awal mula April Mop, namun saat ini banyak negara melarang peringatan tersebut.
Safrezi Fitra
1 April 2021, 17:29
april mop, kejutan april, hoax april, prank april, prank, hoax, april fools day, 1 april
freepik.com
Sebagian masyarakat dunia merayakan April Mop setiap tanggal 1 April.

April Mop atau dikenal juga dengan April Fools' Day diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. April Mop menjadi momen setiap orang bebas melakukan "prank",  mengumbar hoax, berbohong, berbuat jahil, atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa merasa bersalah atau disalahkan. Banyak orang di berbagai belahan dunia berlomba membuat lelucon, mulai dari yang biasa saja hingga yang menghebohkan dan menggemparkan.

Tak hanya menjadi ajang menjahili teman, keluarga, musuh, hingga orang yang tidak dikenal, di beberapa negara, surat kabar dan juga media lainnya turut berpartisipasi dalam April Mop. Misalnya, dengan menulis tajuk utama atau berita palsu untuk mengerjai para pembacanya.

BBC pernah memuat segmen berita mengenai panen spageti dari pohon di Swiss pada 1957. Banyak orang Inggris yang mempercayainya. Padahal, tak ada satu pun tumbuhan yang bisa menghasilkan pasta. Cerita ini menduduki peringkat teratas dalam daftar lelucon April Mop sepanjang massa oleh situs Museum of Hoaxes.

 

Sebelumnya pada 1940, museum sains di Philadelphia, Franklin Institute, merilis siaran pers mengenai kiamat. Rilis ini menjelaskan ilmuwan telah meramalkan dunia akan berakhir pada 1 April pukul 15.00 waktu setempat. Bahkan, pemberitahuan ini juga dipertegas dengan pernyataan “Ini bukan lelucon April Mop". Kabar ini sempat membuat kehebohan besar di salah satu kota besar Amerika Serikat ini.

Di beberapa negara seperti Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai "April Mop". Namun di tempat lain seperti Kanada, Prancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat lelucon bebas dimainkan sepanjang hari.

Asal Usul April Mop

April Mop telah menjadi budaya barat sejak lama. Meski diperingati setiap tahunnya, tidak ada catatan sejarah pasti tentang asal mula peringatan April Mop. Melansir Time.com, ada kemungkinan peringatan April Mop berasal tradisi untuk merayakan sebuah festival Yunani-Romawi. Festival itu dikenal dengan nama Hilaria yang dirayakan tiap tanggal 25 Maret.

Hilaria merupakan perayaan untuk menghormati Cybele, seorang Bunda Dewa Yunani kuno. Perayaan itu dilakukan dengan parade, topeng dan lelucon untuk memperingati hari pertama setelah equinox vernal, sebagai awal tahun dalam kalender Julian.

Kisah awal mula April Mop di beberapa negara berbeda. Beberapa sejarawan memperkirakan April Mop dimulai pada tahun 1582 di Prancis. Saat itu, Prancis mengganti sistem kalender dari Julian menjadi Gregorian. Pada abad pertengahan, seluruh Eropa merayakan tahun baru pada tanggal 25 Maret hingga 1 April. Saat Raja Charles IX mengganti sistem kalender, tahun baru dipindah menjadi tanggal 1 Januari.

Namun, karena sudah menjadi kebiasaan, masyarakat masih tetap merayakan tahun baru pada 1 April. Orang-orang yang terlanjur merayakan tahun baru ini dijuluki 'Poisson d'avril' atau 'April Fish' sebagai simbol orang yang gampang dibohongi.

Di Norwegia, April Mop adalah perayaan untuk menghormati Loki, sang Dewa Kekacauan. Dalam sejarah negara tersebut pun, April Mop disebut sebagai Hari Loki atau Loki Bot. Masyarakat Norwegia saling menjaili, berbohong, atau melakukan lelucon hingga tengah hari setiap 1 April.

Sejarah berbeda terjadi di Spanyol, pada tanggal 1 April 1487 terjadi pembantaian yang dilakukan tentara salib terhadap umat muslim. Tentara salib menipu tentara muslim dengan mengatakan warga Spanyol akan dibebaskan dan dibawa keluar dengan menggunakan kapal. Begitu muslim Spanyol masuk ke dalam kapal, mereka justru dibunuh oleh tentara salib.

Salah seorang warga berkebangsaan Inggris mulai merayakan April Mop pada 1700-an. Pada hari itu, orang-orang saling berbohong atau melempar lelucon hingga tengah hari tanpa merasa bersalah atau disalahkan.

Di Skotlandia, April Mop biasanya disebut dengan Hari Huntigowk. Gowk merupakan orang yang terkenal suka membohong di negara tersebut. Di India, April Mop mirip dengan perayaan Holi di India pada 31 Maret.

Pelarangan April Mop

Meski April Mop hanya sekadar bermaksud becanda, tidak semua orang bisa menerima. Kadar rasa atau selera humor setiap orang berbeda, bahkan beberapa akan melihat April Fools itu sebagai tindakan yang tidak baik. Makanya, banyak juga negara yang menolak, bahkan melarang penduduknya memperingati April Mop.

Enam tahun lalu, pemerintah Tiongkok melarang April Mop, karena bertentangan dengan nilai inti sosialis yang dianut negara tersebut. April Mop berpotensi mencemarkan nama baik atau menyesatkan orang lain. Apalagi di era internet saat ini, desas-desus, gosip, dan berita yang tidak benar, hoax sangat mudah tersebar.

Tahun lalu juga ada beberapa negara yang membatasi hingga melarang perayaan April Mop karena dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Kebijakan ini untuk meminimalisir beragam informasi hoaks, terutama terkait Covid-19.

Negara-negara yang melarang April Mop ini pun mengancam akan menindak tegas masyarakat yang menjadikan Covid-19 sebagai lelucon di perayaan April Mop. Thailand salah satu negara yang akan memberikan hukuman hingga lima tahun penjara bagi yang melanggar pelarangan ini.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen mengatakan akan memberikan hukuman tiga tahun penjara atau denda hingga US$ 160 ribu atau sekitar Rp 2,3 miliar. Negara lain seperti Jerman dan India juga melarang masyarakat membuat lelucon April Mop yang berkaitan dengan Covid-19.

Video Pilihan

Artikel Terkait